Daily News 20/10
October 20, 2015 No. 1104
IPO - PT Mitra Komunikasi
PT Mitra Komunikasi (MK) berencana menerbitkan 200 juta lembar saham baru melalui proses IPO. Dengan harga penawaran sebesar Rp 200 per lembar maka target perolehan dana mencapai Rp 40 Miliar. Harga tersebut merupakan batas bawah dari kisaran penawaran awal Rp 200-300 per lembar saham. Sekitar 70% dana hasil IPO akan dialokasikan untuk ekspansi dan 30% sisanya untuk pembayaran utang. MK bergerak pada bisnis perdagangan umum, terutama telepon selular, dan menjadi agen tunggal pemegang merek Cyrus. Bisnis penjualan voucher pulsa telepon masih memberi kontribusi terbesar terhadap pendapatan MK. PT Minna Padi Investama (PADI) bertindak sebagai underwriter. Listing date ditetapkan pada 26 Oktober 2015.
BSDE - Recurring income
PT Bumi Serpong Damai (BSDE) berencana meningkatkan recurring income diatas 20% dalam lima tahun kedepan melalui pembangunan gedung perkantoran dan pusat perbelanjaan. Saat ini BSDE tengah mengembangkan area komersial Q-big di BSD. Per Juni 2015, porsi recurring income BSDE memberi kontribusi 15.8% terhadap total pendapatan. BSDE meraih marketing sales Rp 4.6 Triliun pada 3Q 2015 atau setara 62% dari target tahun ini sekitar Rp 7.5 Triliun. Sebagian besar perolehan marketing sales BSDE pada 3Q 2015 berasal dari penjualan residensial dengan kontribusi 67%.
MMLP - Rencana ekspansi
PT Manunggal Property (MMLP) berencana membangun dua pergudangan modern pada akhir tahun ini yang ditujukan untuk multi tenant dan single tenant PT Lastana Express Indonesia (LAZADA). Saat ini perseroan tengah dalam proses finalisasi akuisisi lahan yang diatrgetkan selesai pada akhir oktober 2015. Dengan pembangunan 2 pergudangan baru maka jumlah pergudangan perseroan menjadi 6 unit.
PTBA - Kinerja 9M 2015
PT Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA) membukukan penurunan laba bersih 9M 2015 sebesar 5% Yoy menjadi Rp 1.50 Triliun Vs Rp 1.58 Triliun pada 9M 2014 lalu, kendati membukukan kenaikan penjualan sebesar 9% menjadi Rp 10.5 Triliun. Laba operasi tercatat turun 3% Yoy menjadi Rp 1.79 Triliun pada 9M 2015.
PWON - Revisi target marketing sales
PT Pakuwon Jati (PWON) merevisi target marketing sales sebesar 11.7% tahun ini karena bisnis perkantoran sedang menurun. Awalnya PWON menargetkan marketing sales Rp 3.4 Triliun dan merevisi target marketing sales menjadi Rp 3 Triliun atau sama seperti target tahun lalu. Hingga 3Q 2015, PWON meraih marketing sales Rp 2.5 Triliun atau setara 83.3% dari target baru atau setara 73.5% dari target sebelum revisi. Sebagian besar perolehan marketing sales 3Q 2015 berasal dari penjualan landed house dengan kontribusi 52% sedangkan kondominium berkontribusi 48%.