Daily News 22/10

October 22, 2015 No. 1106
AISA - Produksi minuman jus

PT Tiga Pilar Sejahtera Food (AISA) memperoleh lisensi untuk memproduksi minuman merek Capri Sun AG melalui anak usahanya, PT Polymedista Indonesia. Capri Sun merupakan minuman jus konsentrat milik perusahaan Jerman, WILD. Berdasarkan perjanjian, Polymedista wajib menindaklanjuti dengan pendirian pabrik sebelum beroperasi komersial tahun 2017. Rencananya AISA akan membangun pabrik di Solo mulai awal tahun depan. Untuk pembangunan pabrik dan modal kerja, AISA akan menginvestasikan dana senilai Rp 100 Miliar.
ANJT - Kebakaran lahan di Ketapang
PT Austindo Nusantara Jaya (ANJT) mengungkapkan lahan di 11 area yang setara 356 Ha di Ketapang (Kalimantan Barat) milik anak usaha ANJT, PT Kayung Agro Lestari terbakar. Lahan yang terbakar adalah bagian dari keseluruhan area konsesi Kayung Agro seluas 17,998 Ha. Manajemen ANJT mengungkapkan bahwa musibah kebakaran tersebut dipicu oleh api yang terbawa angin dari luar lahan perkebunan dan kebakaran lahan tersebut tidak mempengaruhi kinerja ANJT. Namun Kayung Agro telah ditetapkan sebagai tersangka dan kasus tersebut tengah ditangani oleh Polda Kalimantan Barat.
BBTN - Konversi dana BLU akan tingkatkan CAR
Manajemen PT Bank Tabungan Negara (BBTN) menjelaskan bahwa konversi dana Badan Layanan Umum (BLU) Pusat Pembiayaan Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat senilai Rp 17 Triliun dari giro saat ini menjadi tier 2 capital bank berpotensi meningkatkan rasio capital adequacy ratio (CAR) dari posisi 15.8% saat ini menjadi sekitar 30%. Untuk mengkonversi dana tersebut menjadi modal bank, BBTN akan menggunakan skema pinjaman subordinasi. Manajemen menargetkan proses konversi dapat diselesaikan tahun ini.
DILD - Pengembangan South Quarter
PT Intiland Development (DILD) akan melanjutkan proyek superblok South Quarter di kawasan jalan TB Simatupang (Jakarta Selatan). Proyek tahap kedua berupa gedung perkantoran dan apartemen dibangun diatas lahan seluas 2.8 Ha dengan perkiraan nilai investasi mencapai Rp 1-1.5 Triliun. Saat ini proyek tahap pertama dengan nilai investasi sekitar Rp 2.8-3 Triliun tengah dalam tahap penyelesaian pembangunan Tower A dan Tower B. Adapun Tower A adalah perkantoran yang dijual sementara Tower B dan Tower C adalah perkantoran yang khusus disewakan. DILD mengklaim Tower B sudah laku sewa hampir 90% dengan penyewa diantaranya Citi Indonesia dengan sewa selama 10-15 tahun kedepan dan General Electric. DILD menargetkan Tower A dan Tower B operasional pada 1Q 2016.
SSIA - Kontrak baru
PT Surya Semesta (SSIA) mebukukan kontrak konstruksi senilai Rp 2.7 Triliun hingga 9M 2015, naik dibandingkan periode sama tahun lalu sebesar Rp 2.3 Triliun. Dengan demikian total kontrak perseroan telah mencapai 66.6% dari target tahun ini senilai Rp 4.1 Triliun. Perolehan kontrak baru berasal dari proyek Praxis Hotel & Apartemen Surabaya, apartemen Regatta Jakarta, Hotel Pullman Ciawi Jakarta, Q BSD City Tangerang, Springhill Royale Suites Jakarta, dan Radison Uluwatu. Perolehan kontrak konstruksi tersebut direalisasikan oleh anak usaha perseroan, PT Nusa Raya Cipta (NRCA). Sementara itu, sektor kawasan industri berhasil mencatatkan marketing sales sebesar US$ 5.4 Juta sepanjang 3Q 2015.
TINS - Belanja modal
PT Timah (TINS) mengalokasikan belanja modal sebesar Rp 1.2 Triliun tahun depan dimana Rp 400 Miliar diantaranya dialokasikan untuk membangun smelter yang akan memproduksi thorium dari mineral tanah jarang (rare earth) di Kawasan Indsutri Tanjung Ular (Bangka Belitung). Proyek startegis tersebut telah dimulai pada 2014 melalui pilot plant dengan estimasi produksi 50 Kg per hari atau 15 ton per tahun dan pada tahun 2016 perseroan menargetkan mampu membangun pabrik dengan skala lebih besar, diharapkan pabrik thorium dapat beroperasi penuh pada 2017.