Daily News 28/10
October 28, 2015 No. 1110
EXCL - Percepat pembayaran utang
PT XL Axiata (EXCL) kembali mempercepat pelunasan utang sebesar US$ 100 Juta kepada Royal Bank of Scotland (RBS). Dengan demikian perseroan telah membayar utang senilai total US$ 580 Juta sejak September 2015. Hingga saat ini, seluruh pinjaman eksternal yang dimiliki EXCL dalam mata uang dolar AS yang tidak di lindung nilai (hedge) telah dilunasi dan EXCL hanya memiliki pinjaman eksternal dalam dolar AS yang telah di hedge. Pembayaran utang kepada RBS menggunakan pencairan pinjaman senilai Rp 1.5 Triliun dari Bank Mitsui Indonesia.
JSMR - Belanja modal
PT Jasa Marga (JSMR) mengalokasikan dana belanja modal sekitar Rp 14 Triliun tahun depan, naik 180% dibandingkan alokasi belanja modal tahun ini sebesar Rp 5 Triliun. Dana belanja modal akan dialokasikan untuk menggerjakan proyek 13 ruas jalan tol sepanjang 460 Km. Sebagian besar merupakan tol Trans Jawa dan jalan tol Lingkar Luar Jakarta Bagian Timur (JORR II) dengan total investasi mencapai sebesar Rp 40 Triliun. Sumber belanja modal akan berasal dari kas internal, pinjaman bank, dan sebagian dari penyertaan modal Negara (PMN).
TPIA - Proyek pabrik karet sintetis dan revisi target pendapatan
PT Chandra Asri Petrochemical (TPIA) akan membangun pabrik karet sintetis tahun depan senilai US$ 435 Juta yang merupakan hasil kolaborasi dengan produsen ban dari Perancis, Michelin di perusahaan patungan , PT Synthetic Rubber Indonesia. TPIA memastikan rencana pembangunan pabrik sesuai jadwal dan akan beroperasi pada tahun 2018. Saat ini proyek tersebut masih dalam tahap land clearing dan land operation. Sementara itu TPIA juga merevisi target pendapatan akhir tahun turun sebesar 25% dibandingkan pencapaian tahun 2014 karena TPIA menghentikan produksi etilena serta polietilena karena perawatan mesin produksi dan tengah menyesuaikan proses produksi naptha cracker dari mesin lama ke mesin baru yang membutuhkan waktu 90 hari yang berlangsung sejak September 2015.
UNTR - Statistik operasional 9M 2015
PT United Tractors (UNTR) membukukan penurunan penjualan alat berat 9M 2015 sebesar 39.7%Yoy menjadi 1,799 unit Vs 2,982 unit terjual pada 9M 2014 lalu. Penjualan alat berat Komatsu bulan September tercatat sebanyak 112 unit, turun dari 175 unit terjual pada bulan Agustus lalu, dan merupakan angka penjualan terendah tahun ini. Kinerja kontraktor pertambangan dibawah PT Pamapersada Nusantara (Pama) menunjukkan penurunan kinerja 9M 2015. Produksi batubara Pama turun 4.5%Yoy menjadi 81.3 juta ton sedangkan pekerjaan pengupasan tanah (overburden) turun 2.9%Yoy menjadi 593.1 juta bcm. Kinerja divisi pertambangan batubara juga mengalami penurunan penjualan sebesar 12.6%Yoy menjadi 3.95 juta ton pada 9M 2015.