Daily News 23/11

November 23, 2015 No. 1129
IPO - PT Dua Putra Utama Makmur

PT Dua Putra Utama Makmur (DPUM) berencana IPO dengan menjual 40.12% saham pada harga Rp 550 per lembar. Harga tersebut merupakan batas atas kisaran harga penawaran Rp 400-550 per lembar. Dengan demikian target perolehan dana IPO mencapai Rp 921.25 Miliar yang akan digunakan untuk membeli kapal purse seine senilai Rp 130 Miliar, membangun cold storage dan mesin produksi dengan kebutuhan dana sekitar Rp 200 Miliar, dan sisanya untuk mendukung modal kerja berupa pembelian bahan baku ikan. Target listing ditetapkan pada 8 Desember 2015.
MYOR - Rencana pembangunan pabrik di Tiongkok
PT Mayora Indah (MYOR) berencana membangun pabrik di Tiongkok yang akan memproduksi biskuit, permen, dan kopi untuk memperkuat pasar ekspor. Proyek pembangunan pabrik akan dimulai pada 1H 2016 dan akan selesai dalam jangka waktu satu tahun. Di Tiongkok saat ini MYOR telah memasarkan tujuh produk di Shanghai dan Shenzen. Di luar negeri MYOR telah memiliki pabrik di India. Hingga saat ini MYOR telah mengirim produk ke 46 negara di seluruh dunia. Manajemen mengungkapkan perusahaan ingin menjaga porsi ekspor sebesar 40% terhadap total penjualan.
RAJA - Belanja modal
PT Rukun Raharja (RAJA) mengalokasikan belanja modal US$ 40 Juta tahun depan yang akan digunakan untuk mendukung proyek di Tanjung Jabung Timur (Jambi) dan Banten. RAJA telah menjalin kerjasama dengan BUMD Tanjung Jabung Timur untuk mendapatkan alokasi gas dari Petro China Jabung Ltd sebesar 5 BBUTD. Gas tersebut akan disalurkan ke pembangkit PLN di Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Selain itu RAJA juga mengikuti tender proyek pembangkit listrik berkapasitas 35,000 MW. Hingga September 2015, RAJA telah lolos prakualifikasi tender untuk beberapa proyek terkait pembangkit listrik.
TLKM - Pinjaman sindikasi
PT Telekomunikasi Indonesia (TLKM) melalui anak usahanya, PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel), menjajaki pinjaman minimal Rp 3 Triliun tahun depan. Pinjaman tersebut sebagai bagian dari pendanaan belanja modal 2016 Telkomsel sebesar Rp 12.9 Triliun. Telkomsel sebelumnya telah mendapatkan komitmen pinjaman senilai Rp 5 Triliun dari lima bank.
WTON - Rencana bentuk anak usaha baru
PT Wika Beton (WTON) berencana membentuk anak usaha baru tahun depan. Anak usaha ini akan bertindak sebagai bisnis pendukung dan pelengkap kegiatan uatam perseroan. Selain membentuk anak usaha baru, perseroan memiliki opsi untuk menggandeng investor asing untuk membentuk perusahaan patungan beton pracetak. Saat ini perseroan telah memiliki tiga anak usaha: PT Wijaya Karya Komponen Beton, PT Citra Lautan Teduh, dan PT Wika Krakatau Beton. WTON mengalokasikan belanja modal 2016 senilai Rp 528 Miliar, hampir sama dengan anggaran belanja modal tahun ini.