Daily News 10/12
December 10, 2015 No. 1141
FREN - Migrasi CDMA ke 4G
PT Smartfren Telecom (FREN) menargetkan migrasi pelanggan code division multiple access (CDMA) ke 4G selesai pada tahun 2016 dimana pada 1H 2016 ditargetkan 70% pelanggan CDMA bermigrasi ke 4G dan sisanya 30% pelanggan akan migrasi pada 2H 2016. Jumlah pelanggan FREN hingga 3Q 2015 tercatat sebanyak 12 Juta pelanggan dimana sebanyak 6 juta diantaranya merupakan pengguna ponsel Andromax. Manajemen menargetkan jumlah pelanggan mencapai 14 Juta pelanggan pada akhir tahun 2015. Untuk memenuhi target, manajemen telah menurunkan harga Mifi Andromax sejak awal Desember 2015.
ITMG - Belanja modal
PT Indo Tambangraya Megah (ITMG) mengalokasikan dana belanja modal senilai US$ 60 juta tahun depan, lebih tinggi dibandingkan tahun ini yang hanya terserap US$ 30 Juta. Tahun ini ITMG mengalokasikan dana belanja modal senilai US$ 64.4 Juta namun target tersebut tidak terserap sehingga belanja modal sebesar US$ 34 Juta akan dialihkan untuk belanja modal tahun depan. Belanja modal tersebut akan digunakan untuk pemeliharaan mesin dan infrastruktur dengan dana belanja modal berasal dari kas internal. Sementara itu ITMG tengah memulai menyusun rencana penutupan tambang Kitadin Tandung Mayang di Kalimantan Selatan karena habisnya cadangan batubara.
KIJA - Terapkan natural hedging
Manajemen PT Kawasan Industri Jababeka (KIJA) menerapkan prinsip "natural hedging" terhadap potensi pelemahan kurs tukar. KIJA tercatat memiliki pinjaman valas jangka pendek senilai US$ 6.5 Juta dan pinjaman valas jangka panjang setara dengan nilai Rp 3.62 Triliun. Manajemen menjelaskan dengan "naatural hedging", KIJA melakukan pembayaran bunga utang valas menggunakan dana recurring EBITDA berbentuk valas. Dana yang dimaksud berasal dari bisnis pembangkit tenaga listrik, dryport, golf, jasa dan pemeliharaan, serta penyewaan ruang perkantoran, pabrik, dan ruko. SMBR - Kinerja 11 M 2015
PT Semen Baturaja (SMBR) membukukan laba bersih 11M 2015 sebesar 23%Yoy menjadi Rp 1.34 Triliun Vs Rp 1.08 Triliun pada 11M 2015 lalu. Pada bulan November perseroan membukukan kenaikan penjualan semen sebesar 13%Yoy menjadi 153,906 ton, naik dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 136,425 ton. Peningkatan pendapatan tersebut disebabkan oleh tingginya volume penjualan semen perseroan yang tumbuh 25% menjadi 1.41 juta ton hingga November 2015 dibandingkan periode Januari-November 2014 sebesar 1.13 juta ton. Sementara itu SMBR mengalokasikan belanja modal pada tahun 2016 sebesar Rp 2.4 Triliun.