Daily News 03/11

November 03, 2011 No. 127
ASRI - Kinerja 9M 2011

PT Alam Sutera Realty (ASRI) mencatat kenaikan laba bersih sebesar 78.7% menjadi Rp 414.28 Miliar pada 9M 2011 dari Rp 231.83 Miliar pada 9M 2010 lalu. Kenaikan tersebut didukung oleh kenaikan pendapatan sebesar 71.54% menjadi Rp 1.02 Triliun dari Rp 569.9 Miliar tahun lalu. Kinerja tersebut diperoleh dari penjualan rumah senilai Rp 524.37 Miliar, kavling tanah senilai Rp 472 Miliar dan sisanya dari sektor hospitality dan infrastruktur.
BIPI - Kinerja 9M 2011
PT Benakat Petroleum Energy (BIPI) mencatat laba bersih senilai Rp 4.1 Miliar pada 9M 2011 dari rugi Rp 96.3 Miliar pada 9M 2010. Pendapatan BIPI meningkat sebesar 41.9% menjadi Rp 253.14 Miliar Vs Rp 178.37 Miliar pada 9M 2010. Akhir tahun perseroan menargetkan lifting minyak mentah sebaesar 2,500 bpd dan hingga kemarin lifting telah mencapai 2,200 bpd.
BNBR - Pembayaran Hutang
PT Bakrie & Brothers (BNBR) membayar sebagian hutang kepada Credit Suisse (CS) senilai US$ 400 Juta dari total hutang senilai US$ 601.75 Juta kepada CS yang menjaminkan saham Bumi Plc. Sumber pendanaan didapat dari penjualan saham Bumi Plc milik Grup Bakrie kepada PT Borneo Lumbung Energi & Metal (BORN) sebanyak 23.8% saham senilai US$ 1 Miliar. Dari penjualan tersebut BNBR memperoleh US$ 400 Juta sedangkan US$ 600 Juta diperoleh perusahaan Grup Bakrie lain nya, Long Haul Ltd. Pasca penjualan tersebut, BNBR memiliki 10% saham Bumi Plc, Long haul 13.8%, BORN 23.8%, dan Rotschild 10%.
DGIK - Kasus wisma atlet
Manajemen PT Duta Graha Indah (DGIK) diketahui meminta desain wisma atlet kepada konsultan perencana Forest Jieprang pada September 2010 kendati proyek tersebut baru ditenderkan pada Desember 2010. Konsultan tersebut mengaku telah menerima dana senilai Rp 1.65 Miliar sebagai pembayaran DGIK atas desain gambar wisma atlet Sea Games.
PWON - Rencana rights issue
PT Pakuwon Jati (PWON) berencana menerbitkan 2 miliar lembar saham baru (20% saham) pada kisaran harga Rp 650 hingga Rp 680 per lembar saham melalui proses rights issue. Rasio rights issue ditetapkan sebesar 5 : 1. PT Henan Putihrai akan bertindak sebagai standby buyer atas rencana rights issue tersebut. Pemegang saham yang tidak mengeksekusi haknya berpotensi mengalami dilusi kepemilikan hingga 16.67%. Dengan kisaran harga penawaran tersebut, target perolehan dana berkisar Rp 1.3 Triliun hingga Rp 1.36 Triliun. Sebanyak Rp 1.3 Triliun dana rights issue akan digunakan untuk membeli 99.99% saham PT Elite Prima Hutama (EPH) dari PT Pakuwon Permai (PP ? pihak terafiliasi). EPH merupakan pemilik superblok kota Kasablanka dan Gandaria City (Jakarta) dan Tunjungan City (Surabaya). Rencana tersebut membutuhkan persetujuan RUPSLB dan pernyataan efektif Bapepam-LK yang keduanya dijadwalkan didapat pada 1 Desember 2011. Apabila berjalan sesuai jadwal, cum rights ditetapkan pada 8 Desember 2011.
UNSP - Pinjaman
PT Bakrie Sumatera Plantation (UNSP) mendapat pinjaman sindikasi baru senilai US$ 250 Juta yang dialokasikan untuk refinancing utang senilai US$ 185 Juta yang jatuh tempo pada 1 November 2011. Pinjaman baru tersebut bertenor 5 tahun dengan tingkat bunga antara Libor+7% sampai dengan Libor+9%.