Daily News 01/03
March 01, 2017 No. 1440
ANTM - Kinerja FY 2016
PT Aneka Tambang (ANTM) membukukan laba bersih Rp 64.81 Miliar tahun lalu Vs rugi bersih Rp 1.44 Triliun tahun 2015 kendati membukukan penurunan penjualan sebesar 13.5%Yoy menjadi Rp 9.11 Triliun pada FY 2016. Laba operasi ANTM naik menjadi Rp 64.81 Miliar pada FY 2016.
BBKP - Emisi obligasi subordinasi
PT Bank Bukopin (BBKP) berencana menerbitkan obligasi subrodinasi bertenor 7 tahun senilai Rp 1.4 Triliun dengan kupon 11% per tahun. Obligasi tersebut akan jatuh tempo pada 28 Februari 2024. Perseroan telah menunjuk PT CIMB Securities Indonesia sebgai penjamin pelaksana emisi efek.
LPKR - Kinerja FY 2016
PT Lippo Karawaci (LPKR) membukukan kenaikan laba bersih FY 2016 sebesar 64.8%Yoy menjadi Rp 882.41 Miliar Vs Rp 535.39 Miliar pada FY 2015. Naiknya kinerja didukung oleh kenaikan pendapatan sebesar 18.3%Yoy menjadi Rp 10.56 Triliun pada FY 2016. Laba usaha tercatat naik 21.7%Yoy menjadi Rp 1.81 Triliun pada FY 2016.
LSIP - Kinerja FY 2016
PT PP London Sumatra Indonesia (LSIP) membukukan penurunan laba bersih FY 2016 sebesar 4.7%Yoy menjadi Rp 593.83 Miliar Vs Rp 623.31 Miliar pada FY 2015. Turunnya kinerja diakibatkan oleh penurunan penjualan sebesar 8.1%Yoy menjadi Rp 3.85 Triliun tahun lalu. Laba operasi LSIP turun 3%Yoy menjadi Rp 810.77 Miliar pada 2016.
PPRO- Target laba bersih
PT PP Properti (PPRO) menargetkan kenaikan laba bersih tahun ini sebesar 20% menjadi Rp 438 Miliar, dibandingkan realisasi tahun lalu senilai Rp 365 Miliar. Target ini sejalan dengan perkiraan peningkatan penjualan unit properti sebesar 20% menjadi Rp 2.99 Triliun tahun ini. Perseroan akan mengandalkan produk properti baru di Malang, Bandung, Cikarang, dan Surabaya untuk mengejar target pertumbuhan tersebut. Peningkatan kinerja keuangan juga akan mengandalkan proyek properti yang telah diluncurkan.
SIMP - Kinerja FY 2016
PT Salim Ivomas Pratama (SIMP) membukukan kenaikan laba bersih FY 2016 sebesar 103.5%Yoy menjadi Rp 538.33 Miliar Vs Rp 264.49 Miliar tahun lalu. Naiknya kinerja diakibatkan oleh kenaikan penjualan sebesar 5%Yoy menjadi Rp 14.53 Triliun tahun lalu. Laba operasi UNSP naik 25.6%Yoy menjadi Rp 2.05 Triliun tahun lalu. Naiknya kinerja laba bersih SIMP tahun lalu didukung oleh penurunan beban keuangan sebesar 28%Yoy menjadi Rp 717.79 Miliar pada 2016 Vs Rp 997.59 Miliar pada tahun 2015.
TINS - Kinerja FY 2016
PT Timah (TINS) membukukan kenaikan laba bersih FY 2016 sebesar 147.9%Yoy menjadi Rp 251.83 Miliar Vs Rp 101.58 Miliar pada FY 2015. Naiknya kinerja didukung oleh kenaikan pendapatan sebesar 1.4%Yoy menjadi Rp 6.97 Triliun pada FY 2016. Tahun ini TINS menargetkan pertumbuhan penjualan sekitar 10% dan berharap harga timah stabil di kisaran harga US$ 20,000 hingga US$ 21,000 per metrik ton. Tahun ini TINS menargetkan produksi bijih timah, logam dan penjualan sebanyak 30,000 ton. Target tersebut didukung oleh rencana peningkatan kapasitas produksi penambangan dan peleburan.