Daily News 06/03

March 06, 2017 No. 1443
IPO - PT Nusantara Pelabuhan Handal

PT Nusantara Pelabuhan Handal berencana menggelar IPO dengan menjual 576.8 juta saham (20.5% saham). Harga penawaran IPO ditetapkan Rp 535 per saham dari rentang Rp 450 per saham-Rp 550 per saham sehingga perseroan akan meraih dana Rp 305.58 Miliar. Rencananya sekitar 65% dana IPO akan digunakan untuk membayar utang kepada induk perusahaan, PT Episenta Utama Investasi dan sisanya 35% akan digunakan untuk modal kerja. Nusantara Pelabuhan Handal merupakan perusahaan yang mengoperasikan juga mengembangkan terminal peti kemas dan kargo termasuk memasok peralatan. Perseroan menharapkan bisa mendapat pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keunangan pada 6 Maret 2017 dan listing di Bursa Efek Indonesia pada 16 Maret 2017. Perseroan menunjuk PT Trimegah Sekuritas Indonesia sebagai penjamin pelaksana efek.
BRPT - Rencana konsolidasi Star Energy
PT Barito Pacific (BRPT) menargetkan kepemilikan mayoritas dalam rencana akuisisi saham Star Energy Group Holding Pte Ltd. agar dapat mengonsolidasikan aset dan kinerja Star Energy ke dalam perseroan. BRPT sedang menjajaki pinjaman sindikasi perbankan senilai US$ 300 juta yang akan digunakan untuk membeli sebagian besar saham Star Energy. BRPT sepakat untuk menjaminkan saham perseroan di PT Chandra Asri Petrochemicals (TPIA) yang telah disetujui pemegang saham pada 3 Februari 2017. Pada 20 Desember 2016, Perseroan telah menandatangani MoU dengan Star Energy Investment Ltd. Dan Star Energy Holding Limited terkait rencana akuisisi tersebut.
MNCN - Restrukturisasi utang
PT Media Nusantara Citra (MNCN) berencana untuk merestrukturisasi utang perseroan yang jatuh tempo pada tahun ini sebesar US$ 250 Juta, sebesar US$ 100 Juta pinjaman akan dibayarkan dari kas internal. Sementara US$ 150 Juta jika memungkinkan akan dibayarkan tahun depan. Selain itu, perseroan juga menargetkan pendapatan tahun ini dapat meningkat sebesar 8.6% dibandingkan realisasi pendapatan tahun lalu.
PPRO - Kerjasama dengan Aryan Indonesia
PT PP Properti (PPRO) berencana meningkatkan porsi recurring income dengan bekerjasa dengan PT Aryan Indonesia yang merupakan pengelola taman rekereasi Kidzania. PPRO dan Aryan Indonesia membentuk perusahaan patungan untuk membangun Kidzania di kawasan Lagoon Avenue Sungkono di Surabaya milik PPRO. Kerjasama tersebut ditandatangani pada 1 Maret 2017. Namun, PPRO menjadi pemegang saham minoritas dengan porsi 49% saham. Sementara Aryan Indonesia memiliki 51% saham. Total modal dasar perusahaan patungan senilai Rp 92 Miliar. PPRO ingin meningatkan recurring income sekitar 15%-20% dalam tiga tahun mendatang. Saat ini kontributor recurring income baru sekitar 10% terhadap pendapatan.