Daily News 08/03

March 08, 2017 No. 1445
ADRO - Kinerja FY 2016

PT Adaro Energy (ADRO) membukukan kenaikan laba bersih sebesar 119.5%Yoy menjadi US$ 334.62 Juta pada FY 2016 Vs US$ 152.44 Juta pada FY 2015 kendati membukukan penurunan pendapatan sebesar 6%Yoy menjadi US$ 2.52 Miliar tahun lalu. Turunnya beban pokok pendapatan mendorong kenaikan laba kotor ADRO sebesar 26.1%Yoy. Laba operasi ADRO naik 77%Yoy menjadi US$ 587.62 Juta pada FY 2016.
AGRO - Rencana rights issue
PT BRI Agroniaga (AGRO) berencana menerbitkan maksimum 7.69 miliar lembar saham baru melalui proses rights issue dengan target dana perolehan Rp 1 Triliun. Dana hasil rights issue akan dialokasikan untuk memperkuat struktur modal untuk mendukung ekspansi kredit. AGRO berencana naik kelas ke Bank Umum Kelompok Usaha (BUKU) III. Aksi korporasi ini akan meningkatkan modal ditempatkan dan disetor penuh sebesar 50.2%. Rights issue ini akan memberikan efek dilusi sebesar 33.4%. PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI) selaku induk AGRO mengungkapkan komitmen untuk mengesekusi haknya sehingga BBRI tetap menguasai 87% saham AGRO. Rencana tersebut menunggu persetujuan RUPSLB pada 12 April 2017.
KRAS - Belanaj modal
PT Krakatau Steel (KRAS) mengalokasikan dana belanja modal tahun ini sebesar US$ 200 Juta yang akan digunakan untuk meningkatkan kinerja. Tahun ini perseroan masih sangat optimis dengan peningkatkan pendapatan perseroan dengan proyek-proyek infrastruktur yang dicanangkan pemerintah. KRAS sudah menjangkau beberapa pasar baru yang didapatkan, misalnya proyek toll elevated toll Jakarta-Cikampek II dengan perkiraan penyerapan sebesar 225 ribu ton serta beberapa proyek infrastruktur Pemerintah yang telah didapat KRAS. Dengan dua proyek tersebut saja diperdiksi kinerja perseroan sudah lebih baik dari tahun lalu.
WIKA - Kembangkan proyek properti
PT Wijaya Karya (WIKA) menyatakan minat untuk membangun proyek apartemen bersubsidi di sekitar depo kereta api ringan (light rail transit/LRT) milik PT Jakarta Propertindo (Jakpro), BUMD yang mendapat penugasan proyek LRT di Jakarta. Proyek apartemen tersebut rencananya berdiri diatas lahan seluas 9 Ha milik Pemerintah Provinsi DKI dengan pendanaan kemungkinan besar mengggunakan dana tanggung jawab sosial perusahaan yang berasal dari dana-dana penalti proyek lainnya.