Daily News 21/03

March 21, 2017 No. 1454
BSDE - Kinerja FY 2016

PT Bumi Serpong Damai (BSDE) membukukan penurunan laba bersih 2016 sebesar 16%Yoy menjadi Rp 1.79 Triliun Vs Rp 2.13 Triliun pada 2015 lalu kendati membukukan kenaikan pendapatan usaha sebesar 5%Yoy menjadi Rp 6.52 Triliun. Laba operasi tercatat naik 5%Yoy menjadi Rp 2.20 Triliun.
BUMI - Kinerja FY 2016
PT Bumi Resources (BUMI) membukukan laba bersih sebesar US$ 67.69 Juta tahun lalu Vs rugi bersih US$ 1.92 Miliar pada 2015 kendati membukukan penurunan pendapatan usaha sebesar 42%Yoy menjadi US$ 23.37 Juta. BUMI mencatatkan rugi operasional bersih sebesar US$ 5.38 Juta.
MYOR - Kinerja FY 2016
PT Mayora Indah (MYOR) membukan kenaikan laba bersih sebesar 11%Yoy menjadi Rp 1.35 Triliun Vs Rp 1.22 Triliun pada 2015 lalu. Naiknya kinerja didukung oleh kenaikan pendpatan usaha sebesar 24%Yoy menjadi Rp 18.34 Triliun. Laba operasi tercatat naik sebesar 24%Yoy menjadi Rp 2.31 Triliun pada FY 2016.
SMBR - Target penjualan semen
PT Semen Baturaja (SMBR) masih fokus menggarap pasar di Sumatera Selatan, Lampung, Jambi dan Bengkulu. Manajemen SMBR memperkirakan kebutuhan semen di daerah tersebut mencapai 5-5.5 juta ton semen tahun ini. SMBR menargetkan penjualan semen tahun ini tumbuh 25% menjadi 2 juta ton dibandingkan realisasi penjualan tahun lalu sebesar 1.6 juta ton. SMBR menargetkan memperoleh pangsa pasar minimal 36.36% di empat daerah tersebut tahun ini. SMBR menargetkan pabrik semen Baturaja II dengan kapasitas 1.85 juta ton per tahun dengan investasi hingga Rp 3.3 Triliun dapat beroperasi bulan Juli atau Agustus mendatang sehingga SMBR memiliki total kapasitas produksi sekitar 3.85 juta ton pada akhir tahun ini.
SRIL - Rencana emisi obligasi global
PT Sri Rejeki Isman (SRIL) berencana menerbitkan obligasi global senilai US$ 150 Juta. Dana hasil emisi obligasi dialokasikan untuk refinancing utang selain untuk mendukung modal kerja. Surat utang akan diterbitkan oleh Golden Legacy Pte. Ltd. dan akan dijamin oleh PT Sinar Pantja Djaja. Kedua perusahaan tersebut merupakan anak perusahaan SRIL. Surat utang yang akan di refinancing membayar kupon 9% per tahun dan jatuh tempo pada 2019. Moody's memberi rating B1 dengan outlook stabil atas rencana emisi obligasi global tersebut.
VRNA - Rights issue
PT Verena Multi Finance (VRNA) berencana menerbitkan 1.58 miliar lembar saham (61.24% dari modal disetor dan ditempatkan penuh) melalui proses rights issue. Dengan harga penawaran saham rights issue ditetapkan senilai Rp 112 per lembar saham sehingga VRNA akan meraih dana RP 177.31 Miliar. Rasio rights issue adalah 100:158. PT Bank Pan Indonesia (PNBN) sebagai pemegang saham utama VRNA akan melaksanakan seluruh haknya untuk mengambil saham rights issue. Aksi korporasi ini memiliki risiko efek dilusi sebesar 61.24%. Seluruh dana rights issue akan digunakan untuk memperkuat struktur permodalan dan pengembangan usaha dalam penyaluran pembiayaan.