Daily News 24/08
August 24, 2017 No. 1551
KAEF - Rencana emisi surat utang
PT Kimia Farma (KAEF) berencana menerbitkan surat utang jangka menengah (medium term notes / MTN) senilai Rp 1 Triliun yang akan digunakan untuk keperluan refinancing utang, mendukung rencana investasi anorganik, serta peningkatan kapasitas produksi. KAEF tengah membangun pabrik baru di Banjaran (Jawa Barat) yang ditargetkan beroperasi tahun depan. Pada akhir Mei lalu progres pembangunan pabrik telah mencapai 80%.
SRIL - Pinjaman sindikasi
PT Sri Rejeki Isman (SRIL) tengah memproses pinjaman sindikasi senilai US$ 100 Juta. Pinjaman tersebut memiliki tenor 3 tahun dengan bunga pinjaman sebesar LIBOR plus 250 basis poin(bps). Dana pinjaman akan digunakan untuk refinancing serta mendukung modal kerja. Perseroan telah menunjuk BNP Paribas, HSBC, dan Taipei Fubon menjadi pihak arranger dalam aksi korporasi tersebut.
TBIG - Rencana emisi obligasi
PT Tower Bersama Infrastructure (TBIG) berencana menerbitkan obligasi berkelanjutan II tahap III 2017 senilai Rp 500 Miliar. Obligasi tersebut bertenor 4 tahun menawarkan kupon pada kisaran 8% hingga 8.5% per tahun. TBIG membukukan penurunan kinerja laba bersih sebesar 39.5%Yoy menjadi Rp 509.1 Miliar pada1H 2017. Pada akhir Juni lalu TBIG tercatat memiliki 22,175 penyewaan dan 13,210 site telekomunikasi.
TINS - Emisi obligasi
PT Timah (TINS) akan menerbitkan obligasi dengan penawaran umum berkelanjutan (PUB) senilai Rp 2.8 Triliun. PUB ini terdiri dari obligasi konvensional Rp 2.1 Triliun dan sukuk sebesar Rp 700 Miliar. Namun, untuk tahap pertama perseroan hanya akan menerbitkan obligasi konvensional senilai Rp 1.2 Triliun dan sukuk senilai Rp 300 Miliar. Kedua jenis surat utang tersbut dibagi menjadi dua tenor, yakni tenor 3 dan 5 tahun dengan kupon sebesar 8.5% hingga 9%. Dari penerbitan obligasi tersebut sebesar Rp 1.05 Triliun akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan belanja modal dan sisanya sebesar Rp 450 Miliar akan dialokasikan untuk melunasi sebagian utang jangka pendek. TINS telah menunjuk BNI sekuritas, Bahana Sekuritas, Danareksa Sekuritas, Mandiri Sekuritas, dan DBS Vicker Sekuritas Indonesia untuk sebagai penjamin emisi aksi korporasi tersebut.