Daily News 17/11
November 17, 2017 No. 1611
PTSN - Produksi Smartphone Xiaomi
Untuk memenuhi syarat TKDN (Tingkat Kandungan Dalam Negeri), beberapa merk ponsel seperti Nokia, Sharp, serta yang terbaru Xiaomi, dikabarkan berencana bekerjasama dengan PT. Sat Nusapersada (PTSN) untuk melakukan perakitan produk di pabrik perseroan yang berlokasi di Batam.
WIKA - Bidik Pertumbuhan Laba 30% Tahun Depan
PT. Wijaya Karya (WIKA) menargetkan kenaikan laba hingga 30% tahun depan, dari perkiraan tahun ini yang mencapai Rp1.2 Triliun. Kontrak baru ditargetkan naik 24%, dimana 75% nya sudah didapatkan dari sekarang. Adapun laporan keuangan 9M 2017 belum diterbitkan karena masih dilakukan penelaahan terbatas sebelum aksi korporasi berupa penerbitan komodo bond.
Rencana IPO Nindya Karya
Satu lagi perusahaan jasa konstruksi BUMN yaitu PT. Nindya Karya berencana IPO tahun depan setelah proses restrukturisasi di bawah pengawasan Perusahaan Pengelola Aset (PPA) dinilai berhasil. Market cap diperkirakan Rp4.5 ? 5 Triliun. Pendapatan tahun lalu mencapai Rp4.6 Triliun, laba Rp180 Miliar.
Industri Kelapa Sawit
Harga CPO diperkirakan dapat menguat awal tahun depan akibat La Nina, yaitu kondisi turunnya suhu permukaan air laut Samudera Pasifik yang akan membawa cuaca basah serta peningkatan curah hujan di Indonesia. Meskipun baik bagi tanaman, namun transportasi di perkebunan dapat terganggu yang akan berakibat pada terhambatnya produksi.
PANR - Laba Tumbuh 5x Lipat
Laba PT. Panorama Setrawisata (PANR) pada 9M 2017 naik 5x lipat Yoy menjadi Rp27.38 Miliar dari Rp5.18 Miliar. Penjualan voucher mencapai Rp1.21 Triliun, naik 21.44% dari Rp998.9 Miliar. Sejak awal tahun ini, perseroan telah bekerjasama dengan JTB Corporation, perusahaan travel terkemuka di Jepang dan Asia Pasifik.