Daily News 12/12

December 12, 2017 No. 1627
BI RR Rate

Setelah keputusan The Fed untuk meneruskan rencana kenaikan suku bunga dapat dipastikan pada Rabu malam mendatang, di hari berikutnya secara berturut-turut Bank Sentral Eropa dan Inggris juga akan mengumumkan kebijakan moneternya, yang disusul oleh Bank Indonesia yang diharapkan dapat mempertahankan BI RR Rate pada level sekarang 4.25%.
AGII - Belanja modal
PT Aneka Gas Industri (AGII) berencana menambah 10-12 stasiun pengisian pada tahun depan, dengan mengalokasikan belanja modal Rp 200 - 250 Miliar. Target lokasi berada di Jawa, Sumatra, Kalimantan, dan Sulawesi. Satu stasiun pengisian berkapasitas 10,000 botol gas. Saat ini jumlah stasiun pengisian milik AGII mencapai 91 stasiun pengisian di 25 provinsi. AGII tidak akan menambah pabrik baru yang saat ini berjumlah 44 pabrik dikarenakan tingkat utilisasi yang masih ada di kisaran 61%-62%.
LPCK - Rencana rights issue
PT Lippo Cikarang (LPCK) berencana menerbitkan saham baru melalui proses rights issue. Dengan harga penawaran Rp 3,800 per lembar maka target perolehan dana sekitar Rp 800 Miliar. Pemegang saham yang tidak melaksanakan haknya berpotensi mengalami dilusi kepemilikan hingga 27%. Dana hasil rights issue akan dialokasikan untuk membiayai pengembangan dan ekspansi usaha melalui anak perusahaan, pembelian aset, serta mendukung modal kerja perusahaan dan anak perusahaan.
PTPP - Optimis arus kas operasi positif
PT PP (PTPP) menargetkan arus kas operasi positif Rp 1.7 Triliun hingga akhir 2017, dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 986 Miliar. Adapun pada periode 6M dan 9M 2017, perseroan masih mencatatkan arus kas operasi negatif Rp 2.1 Triliun dan 1.5 Triliun,
SRIL - Akuisisi perusahaan tekstil dalam negeri
PT Sri Rejeki Isman (SRIL) berencana melakukan akuisisi sebuah perusahaan tekstil dalam negeri tahun depan untuk meningkatkan pangsa pasar. Pasca akuisisi yang sekarang ini masih dalam tahap due diligence, pendapatan diperkirakan dapat naik 20% - 30%
WTON - Kontrak baru
PT Wijaya Karya Beton (WTON) membukukan kontrak baru sebesar Rp 5 Triliun hingga November 2017, naik 24% dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 4.03 Triliun. Ditambah dengan carry over sebesar Rp 4 Triliun, total nilai kontrak telah mencapai Rp 9 Triliun. Beberapa proyek yang menyumbang perolehan kontrak baru di November 2017 sebesar Rp 403 Miliar antara lain penyediaan tiang pancang PLTU Batang, readymix jalan tol Balikpapan- Samarinda, dan tiang pancang relokasi jalan tol Surabaya - Gempol. Perseroan menargetkan nilai kontrak, penjualan, maupun laba bersih tahun depan dapat bertumbuh 20%.