Daily News 05/03
March 05, 2018 No. 1681
BRPT - Kinerja FY 2017 dan rencana rights issue
PT Barito Pacific (BRPT) membukukan penurunan laba bersih FY 2017 sebesar 10.3%Yoy menjadi US$ 118.1 Juta Vs US$ 131.7 Juta pada FY 2016. Pendapatan BRPT naik 25.1%Yoy menjadi US$ 2.45 Miliar tahun lalu dengan laba kotor naik 10.7%Yoy menjadi US$ 539.6 Juta tahun lalu. Sementara itu BRPT berencana menerbitkan maksimal 5.6 miliar lembar saham baru melalui rights issue dengan target perolehan dana senilai US$ 1 Miliar. Pemegang saham yang tidak melaksanakan haknya berpotensi mengalami dilusi kepemilikan hingga 26.7%. Sekitar 52% dana hasil rights issue, sekitar US$ 520.7 Juta, dialokasikan untuk melunasi pembelian saham Star Energy Group Holdings Pte. Ltd. (SEGHPL), 25% untuk pelunasan utang, dan sisanya untuk modal kerja.
DILD- Penjualan Lahan
PT Intiland Development (DILD) menargetkan penjualan lahan 10-15 Ha di Ngoro Industrial Park (Jawa Timur) tahun ini. Sementara tahun lalu, perseroan membukukan penjualan lahan kisaran 20 Ha di Kawasan tersebut. Walau besaran lahan yang akan dijual berpotensi dibawah realisasi tahun lalu, tapi perseroan optimis kontribusi pendapatan dari bisnis lahan industry meningkat pada tahun 2018 karena pada tahun 2017 perseroan mencatat rata-rata nilai penjualan lahan mencapai Rp 2 Juta m2 . Sedangkan pada tahun 2018 perseroan menyakini rata-rata nilai penjualan lahan dapat tumbuh 5% hingga 7%.
ISAT - Belanja modal
PT Indosat (ISAT) melanjutkan ekspansi jaringan dengan menganggarkan belanja modal senilai Rp 6 Triliun hingga Rp 7 Triliun tahun ini. Nilai belanja modal tidak jauh berbeda dengan belanja modal pada tahun lalu. Untuk mendanai belanja modal, ISAT akan menggunakan sisa dana obligasi. ISAT akan menggunakan belanja modal untuk memperkuat jaringan terutama di luar Pulau Jawa. Saat ini pangsa pasar ISAT di seluruh Indonesia mencapai 20%.
TPIA - Kinerja FY 2017
PT Chandra Asri Petrochemical (TPIA) membukukan kenaikan laba bersih FY 2017 sebesar 6.2%Yoy menjadi US$ 318.6 Juta Vs US$ 300 Juta pada FY 2016. Pendapatan TPIA naik 25.3%Yoy menjadi US$ 2.42 Miliar tahun lalu Vs US$ 1.84 Miliar pada FY 2016. Laba kotor TPIA naik 10.3%Yoy menjadi US$ 545 Juta tahun lalu.
WSBP- Kontrak baru
PT Waskita Beton Precast (WSBP) membukukan kontrak baru senilai Rp 622.1 Miliar hingga akhir Februari 2018. Atau setara dengan 5.6% dari total target kontrak baru mencapai Rp 11.52 Triliun. Kontrak baru yang berhasil dibukukan berasal dari pekerjaan tambahan pada sejumlah proyek besar, antara lain proyek jalan Tol Semarang- Batang, Proyek Jalan Tol Krian- Legundi-Bunder, proyek Jalan Tol Cibitung-Cilincing, proyek jalan tol Terbanggi Besar-Kayu Agung, dan Proyek Jalan Tol Pejagan-Pemalang. Tambahan proyek baru tersebut membuat nilai kontrak yang sedang dikerjakan perseroan meningkat menjadi Rp 25.1 Triliun.
WSKT - 20 Proyek elevated lolos evaluasi
PT Waskita Karya (WSKT) lolos dari evaluasi Komite Keselamatan Konstruksi (KKK) dari sebanyak 20 proyek elevated yang dimiliki oleh perseroan. Manajemen WSKT mengungkapkan secara internal, perseroan juga melakukan investigasi dan perbaikan metode kerja maupun standar prosedur operasi.