Daily News 07/03
March 07, 2018 No. 1683
ADRO - Kinerja FY 2017
PT Adaro Energy (ADRO) membukukan kenaikan laba bersih FY 2017 sebesar 44.43%Yoy menjadi Rp 483.30 Miliar Vs Rp 334.62 Miliar pada FY 2016. Naiknya kinerja didukung oleh kenaikan pendapatan usaha sebesar 29.08%Yoy menjadi Rp 3.26 Triliun pada FY 2017. Laba usaha tercatat naik 61.98%Yoy menjadi Rp 951.83 Miliar pada FY 2017.
GIAA & GMFI - Non-preemptive rights
PT Garuda Indonesia (GIAA) mengkaji pelepasan 10-12% saham PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia (GMFI) kepada calon investor strategis setelah mendapatkan persetujuan RUPSLB untuk menerbitkan saham baru dengan mekanisme non-preemptive rights (private placement). Pemegang saham telah memberi izin untuk penerbitan maksimum 2.82 miliar saham baru. GMFI akan mengalokasikan 8.28% atau 2.33 miliar saham baru kepada calon investor strategis dan 485.6% juta saham atau 1.72% saham untuk management stock option program (MSOP).
HMSP - Kinerja FY 2017
PT Hanjaya Mandala Sampoerna (HMSP) membukukan penurunan laba bersih FY 2017 sebesar 0.7%Yoy menjadi Rp 12.67 Triliun Vs Rp 12.76 Triliun pada FY 2016. Penjualan HMSP naik 3.8%Yoy menjadi Rp 99.09 Triliun tahun lalu. HMSP membukukan kenaikan laba kotor sebesar 1.5%Yoy menjadi Rp 24.21 Triliun tahun lalu.
PBRX - Target 2018
PT Pan Brothers (PBRX) menargetkan kenaikan pendapatan 10% hingga 15% tahun ini. Target tersebut diupayakan melalui pemasaran di luar negri karena kontribusi penjualan ekspor PBRX mencapai 95% hingga 97% dari total penjualan dengan penjualan untuk kawasan Asia berkontribusi 56% diikuti oleh Amerika sebesar 26% dan sisanya penjualan di kawasan Eropa. PBRX akan terus melakukan efisiensi melalui pelatihan tenaga kerja, peremajaan peralatan produksi, serta penggunaan teknologi baru. Manajemen mengalokasikan belanja modal US$ 5 Juta tahun ini yang berasal dari kas internal. Melalui anak perusahaan, PBRX tengah membangun pabrik baru dengan kapasitas terpasang hingga 6 juta potong garmen per tahun yang ditargetkan selesai pada akhir tahun ini. Dengan selesainya pabrik tersebut total kapasitas PBRX naik menjadi 117 juta potong per tahun pada akhir tahun 2018.