Daily News 22/03

March 22, 2018 No. 1694
BOSS- Pembayaran utang

PT Borneo Olah Sarana Sukses (BOSS) melunasi utang senilai Rp 50 Miliar kepada PT Bank Victoria (BVIC). Pelunasan tersebut berdampak terhadap penurunan beban keuangan perseroan. Dana pembayaran utang diambil dari hasil penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) tahun ini. Prospektus IPO menyebutkan bahwa hasil penjualan saham akan dialokasikan untuk peningkatan produksi dan pelunasan pinajaman ke Bank Victoria senilai Rp 50 Miliar. Mengacu laporan keuangan perseroan sampai September 2017, BOSS memiliki total liabilitas sebesar Rp 311.23 Miliar dan total ekuitas sebesar Rp 9.07 Miliar.
JSMR & WSKT - Pengalihan saham anak perusahaan
PT Waskita Karya (WSKT) mengalihkan kepemilikan 35% saham PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) kepada PT Jasa Marga (JSMR). JTT merupakan perusahaan patungan yang dibentuk untuk melakukan aktivitas pembangunan, pengoperasian, dan pemeliharaan jalan tol. Nilai transaksi pengalihan saham JTT senilai Rp 437.5 Juta. Dengan demikian saat ini JSMR memiliki seluruh saham JTT. WSKT menegaskan pengalihan saham tersebut tidak berdampak terhadap operasional perusahaan karena hingga saat ini JTT belum menjalankan kegiatan usaha.
KAEF - Kontribusi bisnis properti
PT Kimia Farma (KAEF) menargetkan kontribusi bisnis property bisa mencapai 10% terhadap total pendapatan pada lima tahun mendatang. Sampai akhir 2017, bisnis property KAEF ini baru menyumbang sekitar 1%. Perseroan menilai kontribusi binis property terhadap total pendapatan masih belum optimal sehingga perseroan berencana fokus mengembangkan bisnis tersebut. Perseroan juga sudah menyelesaikan pembangunan Moxy Hotel pada tahun 2017 lalu sehingga mulai tahun ini diharapkan bisa berkontribusi pada pendapatan. Selain itu, perseroan juga masih punya beberapa proyek, diantaranya, Pembangunan hotel di Matraman (Jakarta Timur) yang diharapkan bisa beroperasi sebelum akhir dan Rumah sakit di Ir Saharjo (Tebet).
MYOH - Target pendapatan
PT Samindo Resources (MYOH) menargetkan kenaikan pendapatan pada tahun ini menjadi US$ 255 Juta, dibandingkan realisasi tahun 2017 mencapai US$ 188.1 Juta. Ekspektasi kenaikan tersebut akan didukung atas peningkatan kontrak pembangunan batubara yang ditangani perseroan. Peningkatan target volume penambangan batubara yang dibebankan klien akan menjadi faktor utama pendorong kenaikan pendapatan perseroan pada tahun 2018.