Daily News 28/03

March 28, 2018 No. 1698
BUMI - Restrukturisasi utang

PT Bumi Resources (BUMI) memastikan belum akan ada pembagian dividen untuk tahun buku 2017 hingga beberapa tahun kedepan sejalan dengan restrukturisasi utang BUMI. BUMI berupaya melunasi utang lebih cepat, fasilitas trance A dan B yang merupakan instrumen restrukturisasi BUMI memiliki nilai masing-masing US$ 600 Juta. Tranche A diharapkan dapat lunas dalam kurun waktu 21 bulan sedangkan trance B ditargetkan selesai sekitar dua tahun. Manajemen BUMI mengungkapkan pelunasan akan lebih cepat dengan catatan harga batubara masih diatas US$ 70 per ton. Tahun ini BUMI menargetkan produksi batubara meningkat 10% dibandingkan realisasi produksi tahun lalu sebesar 84 juta ton.
GGRM - Kinerja FY 2017
PT Gudang Garam (GGRM) membukukan kenaikan laba bersih sebesar 16.1%Yoy menjadi Rp 7.75 Triliun tahun lalu Vs Rp 6.68 Triliun tahun 2016. Pendapatan GGRM naik 9.2%Yoy menjadi Rp 83.3 Triliun tahun lalu. GGRM membukukan kenaikan laba operasi sebesar 11%Yoy menjadi Rp 11.24 Triliun tahun lalu. Naiknya kinerja laba bersih dipicu penurunan beban bunga sebesar 32.8%Yoy menjadi Rp 800.7 Miliar tahun lalu Vs Rp 1.19 Triliun pada tahun 2016.
JSMR & WSKT - Rencana divestasi ruas tol
PT Jasa Marga (JSMR) dan PT Waskita Karya (WSKT) berencana melakukan divestasi atas 6 ruas tol Trans Jawa melalui skema reksa dana penyertaan terbatas (RDPT) dengan target perolehan dana mencapai Rp 8 Triliun. Untuk RDPT WSKT telah mendapat pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) atas ruas tol Kanci-Pejagan, Pejagan-Pemalang, dan Pasuruan-Probolinggo. Untuk RDPT JSMR masih dalam proses di OJK untuk mendapat pernyataan efektif atas ruas tol Batang-Semarang, Solo-Ngawi, dan Ngawi-Kertosono. WSKT menargetkan perolehan dana penjualan RDPT senilai Rp 5 Triliun sedangkan JSMR menargetkan penjualan
RDPT senilai Rp 3 Triliun
. KIJA - Kinerja FY 2017 PT Kawasan Industri Jababeka (KIJA) membukukan penurunan laba bersih 2017 sebesar 80.6% menjadi Rp 84.86 Miliar Vs Rp 436.6 Miliar pada 2016 lalu. Pendapatan KIJA naik 2%Yoy menjadi Rp 2.9 Triliun namun beban pokok penjualan mengalami kenaikan sebesar 26%Yoy menjadi Rp 1.2 Triliun. KIJA membukukan penurunan laba operasi sebesar 75%Yoy menjadi Rp 130 Miliar tahun lalu.