Daily News 12/04
April 12, 2018 No. 1708
IPO - PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia
PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia berencana menggelar IPO dengan menjual 282 juta lembar saham (15% saham dari modal ditempatkan dan disetor penuh). Harga penawaran IPO berkisar Rp 3,850 hingga Rp 5,000 per saham sehingga perseroan akan meraih dana segar Rp 1.09 Triliun hingga Rp 1.41 Triliun. Sekitar 75% dana IPO untuk memperkuat modal guna mengembangkan bisnis dan sisanya sebesar 25% untuk pengembangan usaha dalam bentuk penyertaan modal pada entitas anak, PT Tugu Reasuransi Indonesia. Mandiri Sekuritas dan Danareksa Sekuritas ditunjuk sebagai penjamin emisi IPO dan pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia pada 15 Mei 2018.
ASGR - Belanja modal
PT Astra Graphia (ASGR) mengalokasikan dana belanja modal senilai Rp 400 Miliar atau naik 50% dibandingkan dengan tahun lalu senilai Rp 200 Miliar. Sebesar 55% dana belanja modal akan digunakan untuk menunjang bisnis rental printing sementara sisanya 45% untuk menunjang pengembangan bisnis lain. Sumber dana belanja modal berasal dari kas internal. Sementara opsi pendanaan eksternal sedang dipertimbangkan perseroan.
BRPT- Akuisisi Star Energy
PT Barito Pacific (BRPT) menargetkan akuisisi 66.67% saham Star Energy Gorup Holdings Pte Ltd (SEGHPL) selesai pada akhir 2Q 2018. Untuk mendanai transaksi tersebut senilai US$ 755 Juta perseroan akan melaksanakan right issue maksimal sebesar US$ 1 Miliar. Perseroan akan menginformasikan penetapan harga rights issue pada dua hari setelah RUPSLB 11 April. Perseroan menargetkan closing rights issue pada 26 Juni mendatang, sehingga transaksi pembelian saham SEGHPL selesai pada 1H 2018.
PPRO - Proyek Kertajati
PT PP Property (PPRO) menginvestasikan dana senilai Rp 220 Miliar untuk pengembangan aerocity di Bandara Kertajati (Jawa Barat). Dalam tahap awal PPRO akan membangun 4 menara. Tiap menara terdiri dari 5 lantai dengan total kapasitas 1,100 unit tipe studio berukuran 21-22 M² yang akan dijual pada kisaran harga Rp 275 Juta per unit. Kawasan aerocity akan dikembangkan diatas lahan seluas 300 Ha untuk mendukung Bandara Internasional Kertajati yang ditargetkan beroperasi bulan Mei 2018.