Daily News 02/05
May 02, 2018 No. 1721
DMAS - Marketing sales
PT Puradelta Lestari (DMAS) berhasil membukukan penjualan pada 1Q 2018 sebesar Rp 332 Miliar atau 27% dari target perseroan sepanjang 2018 ini sebesar Rp 1.25 Triliun. Sebagian besar marketing sales dikontribusikan oleh segmen industri. Beberapa waktu lalu perseroan baru mendapatkan sertifikasi sistem manajemen terintegrasi yang terdiri atas ISO 9001:2015, ISO 14001:2015, dan OHSAS 18001:2007 . Dengan diperolehnya sertifikasi ini dapat menambah kepercayaan investor sehingga target yang ditetapkan perseroan dapat tercapai.
GMFI - Penambahan bengkel
PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia (GMFI) berencana menambah bengkel maintenance, repair, and overhaul (MRO) di Australia dan kawasan Timur Tengah. Target penyelesaian pembangunan bengkel di Austraia pada tahun ini sementara bengkel di Timur Tengah akan dibangun pada akhir tahun 2018 atau awal tahun 2019. Sedangkan, di dalam negeri, GMFI sedang mengajukan izin pembangunan bengkel di Batam (Kepulauan Riau) kepada Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam (BP Batam) dan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman. Perseroan menargetkan izin keluar pada 1H 2018. Selain itu, GMFI akan merevitalisasi lahan milik PT Merpati Nusantara Airlines di Papua. GMFI mengalokasikan dana belanja modal US$ 100 Juta. GMFI juga mengincar Grup Air Asia sebagai pelanggan baru pada tahun ini untuk meningkatkan porsi pendapatan usaha diluar PT Garuda Indonesia (GIAA).
KRAS - Penjualan 1Q 2018
PT Krakatau Steel (KRAS) membukukan penjualan sebesar 607.13 ton pada 1Q 2018 naik 24.3% dibandingkan periode yang sama tahun lalu 488.55 ton. Peningkatan penjualan didukung oleh peningkatan oleh peningkatan harga jual baja canai panas (hot rolled/HRC) dan baja canai dingin (cold rolled coiled/CRC). Perseroan mencatat harga jual HRC naik menjadi US$ 658 per ton dan CRC US$ 703 per ton. Kenaikan penjualan di 1Q 2018 membuat KRAS membukukan kenaikan pendapatan 38.85% menjadi US$ 486.17 Juta.
MARK - Ekspansi bisnis sanitasi
PT Mark Dynamics Indonesia (MARK), produsen cetakan sarung tangan (hand former), berencana masuk ke bisnis sanitasi dengan mengalokasikan dana investasi hingga Rp 150 Miliar untuk membeli alat produksi. Ekspansi bisnis MARK akan berjalan secara bertahap hingga tahun 2020. MARK berencana akan memproduksi kloset dan urinal dan akan meningkatkan kapasitas produksi pabrik cetakan sarung tangan di Tanjung Morawa (Sumatera Utara). Kapasitas produksi pada tahun lalu 420,000 potong per bulan dan akan naik menjadi 540,000 potong per bulan pada tahun ini.