Daily News 27/07
July 27, 2020 No. 1767
Amerika Serikat Pemulihan ekonomi Amerika Serikat kini mengalami kemunduran dan diprediksi akan memburuk. Sebab, berdasarkan data yang telah terkonfirmasi, tak sedikit dari masyarakat Amerika yang mengalami perlambatan ekonomi. Meskipun Presiden Amerika Serikat Donald Trump memberikan jaminan ekonomi akan kembali pulih, namun secara tak langsung pandemi covid-19 masih memberikan dampak buruk terhadap pemulihan ekonomi. Hal itu terlihat dari sektor restoran dan penerbangan serta terbaru meningkatnya jumlah pengangguran yang belum pulih. Partai Demokrat telah mengusulkan paket bantuan dampak virus corona senilai US$ 3,5 triliun. Saat ini partai tengah mengalokasikan dana US$ 1 triliun. Namun, karena adanya ketidaksepakatan dalam GOP menyebabkan keterhambatan proposal. (Source: Kontan) China Ekonomi China diperkirakan akan mencatatkan pertumbuhan. Sebagaimana diyakini para ekonom dalam sebuah jajak pendapat Reuters pada Jumat lalu (24/7/2020). Para ekonom dalam jajak pendapat memperkirakan ekonomi China akan pulih secara mantap di sisa tahun ini, akibat banyaknya langkah-langkah stimulus yang dikeluarkan pemerintah untuk 'mengobati' ekonomi yang terluka akibat wabah asal kota Wuhan itu. Ekonomi terbesar kedua di dunia itu sekarang ini diperkirakan akan tumbuh sebesar 2,2% di tahun 2020, menurut median dari 42 analis yang disurvei oleh Reuters. Proyeksi pertumbuhan itu lebih tinggi dari 1,8% yang diproyeksikan dalam jajak pendapat sebelumnya yang dilaksanakan pada bulan April. (Source: CNBC Indonesia) Indonesia Di sepanjang kuartal I-2020, Bank Indonesia (BI) mencatat total devisa hasil ekspor (DHE) yang masuk mencapai US$ 33,44 juta. Direktur Eksekutif, Kepala Departemen Statistik BI Yati Kurniati mengatakan, DHE yang masuk tersebut sudah sebesar 80,1% dari total nilai transaksi ekspor di sepanjang tiga bulan pertama tahun ini yang sebesar US$ 41,75 juta. bank sentral pun memerinci jumlah perolehan DHE tiap bulannya. Pada Januari 2020, perolehan DHE sebesar US$ 10,88 juta atau 79,3% dari nilai transaksi ekspor bulan tersebut yang sebesar US$ 13,72 juta. Pada bulan Februari 2020, perolehan DHE sebesar US$ 10,66 juta atau 75,9% dari nilai transaksi ekspor bulan tersebut yang sebesar US$ 14,05 juta. Sementara pada bulan Maret 2020, perolehan DHE tercatat US$ 11,91 juta atau mencapai 85,2% dari total nilai transaksi ekspor yang sebesar US$ 13,98 juta. Lebih lanjut, jumlah perolehan DHE pada kuartal I-2020 rupanya lebih rendah daripada jumlah yang masuk pada kuartal IV-2019. Pada tiga bulan terakhir di tahun lalu, bank sentral mencatat DHE yang masuk sebesar US$ 35,66 juta atau sekitar 82,2% dari nilai transaksi ekspor yang sebesar US$ 43,36 juta. Akan tetapi, jumlah tersebut lebih tinggi daripada perolehan DHE pada kuartal I-2019. Pasalnya, DHE yang masuk pada periode yang sama tahun sebelumnya sebesar US$ 32,55 juta atau 79,0% dari nilai transaksi ekspor yang tercatat US$ 41,21 juta. (Source: Kontan)