Daily News 01/09

September 01, 2020 No. 1789
Amerika Serikat
Mayoritas bursa saham Amerika Serikat berakhir melemah pada perdagangan Senin (31/8/2020) setelah China dikabarkan berupaya mencegah perusahaan AS untuk mengakuisisi TikTok. Para pelaku pasar telah merasa nyaman dalam pemulihan ekonomi global dan penguatan tanpa henti di saham teknologi. Namun, infeksi AS yang terus meningkat dan India menjadi pusat penyebaran kasus virus corona menjadi gambaran bahwa pandemi masih jauh dari selesai. Sementara itu, investor menantikan rilis sejumlah data ekonomi pekan ini untuk mendapatkan petunjuk lebih lanjut mengenai prospek pemulihan. Kepala strategi pasar global di Natixis Investment Manager Solution Esty Dwek mengatakan momentum telah melambat sehubungan dengan peningkatan kasus di AS dan Eropa. Namun, pemulihan ekonomi terus berlanjut. (Source: Bisnis.com)

China
Bank-bank besar China melaporkan penurunan laba yang signifikan di tengah pandemi virus corona akibat melonjaknya kredit macet di bisnis pinjaman mereka. Mengutip Bloomberg, Industrial & Commercial Bank of China Ltd., China Construction Bank Corp.,  Agricultural Bank of China Ltd. dan Bank of China Ltd. semuanya memposting penurunan laba setidaknya 10%. Sementara itu, provisi kerugian pinjaman melonjak antara 27% sampai 97% di empat bank itu. Melonjaknya provisi kerugian itu dikarenakan sistem perbankan China yang bernilai US$ 45 triliun telah dikerahkan sebagai tonggak utama untuk membantu meringankan kemerosotan ekonomi terburuk yang dialami negara itu dalam 40 tahun. Ekonomi China berada di level terburuk karena negara memberlakukan penguncian (lockdown) untuk mengekang penyebaran pandemi. Untuk mengurangi dampak negatif itu, pihak berwenang telah meminta para pemberi pinjaman untuk menyisihkan 1,5 triliun yuan (US$ 218 miliar) dari keuntungan untuk menyediakan pinjaman dengan bunga rendah, mengijinkan penundaan pembayaran dan meningkatkan pinjaman untuk usaha kecil yang kesulitan di tengah pandemi. (Source: CNBC Indonesia)

Jepang
Salah satu orang terkaya di dunia, Warren Buffett kembali melebarkan sayap investasinya. Melalui perusahaannya, Berkshire Hathaway Inc. Buffett memborong saham di lima perusahaan investasi asal Jepang.  Mengutip Bloomberg, Senin (31/8), total investasi yang digelontorkan Warren Buffett mencapai lebih dari US$ 6 miliar. Lima perusahaan yang dituju Buffett didominasi olah sektor industri energi. Hal ini menandai tambahan taruhan investor miliarder tersebut pada sektor komoditas sekaligus upaya terbesarnya Buffett terjun ke pasar Asia. Berkshire mengakuisisi sekitar 5% saham di Itochu Corp., Marubeni Corp., Mitsubishi Corp., Mitsui & Co. dan Sumitomo Corp. selama dua belas bulan terakhir. Investasi gabungan bernilai lebih dari US$ 6 miliar setelah saham dari kelima perusahaan melonjak setidaknya 5% dalam perdagangan di bursa saham Tokyo pada hari Senin. (Source: Kontan)

Indonesia
Likuiditas perekonomian atau uang beredar dalam arti luas (M2) meningkat pada Juli 2020. Menurut catatan Bank Indonesia, posisi M2 pada Juli 2020 tercatat sebesar Rp 6.567, 7 triliun atau meningkat 10,5% year on year (yoy).  Peningkatan M2 pada bulan Juli 2020 disebabkan oleh kenaikan aktiva luar negeri bersih yang tercatat sebesar 17,6% yoy. Adapun posisi M2 pada bulan Juli 2020 juga lebih tinggi dibandingkan dengan posisi bulan sebelumnya sekitar 8,2% yoy.  Bank Indonesia merinci, uang kuasi tercatat sebesar Rp 4.865,8 triliun atau tumbuh 8,1 yoy pada Juni 2020 menjadi 9,7% yoy yang disebabkan oleh peningkatan simpanan berjangka.  Sementara itu, M1 tercatat meningkat 8,2% yoy pada Juni 2020 menjadi 13,1% yoy karena peningkatan kartal dan giro rupiah. Posisi uang kartal di masyarakat ( di luar perbankan dan BI) pada Juli 2020 tercatat sebesar Rp 668,1 triliun atau meningkat 7,8% yoy dan lebih tinggi dari bulan sebelumnya yang hanya 4,2% yoy.  Peningkatan uang kartal sejalan dengan kebutuhan masyarakat pada hari raya Idul Adha yang bersamaan dengan long weekend pada akhir Juli 2020. (Source: Kontan)