Daily News 05/10

October 05, 2020 No. 1813
Amerika Serikat
DPR Amerika Serikat, yang dikuasai Partai Demokrat menyetujui stimulus fiskal senilai US$ 2,2 triliun (Rp 32.648 triliun). Ini terjadi setelah tarik menarik terjadi sejak Agustus 2020. Meski sudah disahkan DPR, usulan stimulus ini masih akan dibahas di Senat yang dikuasai Republik. Awal tahun ini, AS telah menyetujui stimulus corona senilai lebih dari US$ 3 triliun. Saat itu, pengambil keputusan AS setuju lebih banyak stimulus diperlukan. AS memiliki kasus corona terbanyak pertama di dunia hingga 7,3 juta. Lebih dari 200 ribu orang meninggal. (Source: CNBC Indonesia)

China
Sekretaris bidang pertanian AS mengatakan tidak yakin apakah China akan memenuhi komitmen pertanian Fase 1 atau tidak. China kemungkinan tidak memenuhi komitmen pembelian produk pertanian tahunan yang dibuat dalam kesepakatan perdagangan Fase 1 dengan Amerika Serikat karena masalah perdagangan non-pertanian. China berkomitmen untuk mengimpor $ 36,5 miliar produk pertanian AS tahun ini dalam kesepakatan perdagangan yang ditandatangani pada Januari, tetapi pembelian yang tertinggal selama paruh pertama tahun ini menimbulkan keraguan pada tujuan untuk meningkatkan impor lebih dari 50% dibandingkan level 2017. Impor produk pertanian AS oleh China berjumlah hanya $ 8,6 miliar dari Januari hingga Juli, menurut data perdagangan Sensus AS terbaru. Pembelian telah meningkat pesat pada bulan Agustus dan September, termasuk sekitar 12 juta ton kedelai dan 4 juta ton jagung, menurut data awal Departemen Pertanian AS. (Source: Reuters)

Jepang
Tingkat pengangguran Jepang naik di bulan Agustus, naik ke level tertinggi dalam lebih dari tiga tahun. Kementerian Tenaga Kerja merilis, tingkat pengangguran Jepang yang disesuaikan secara musiman naik menjadi 3,0% pada bulan Agustus. Ini menjadi level tertinggi pada tingkat pengangguran di Negeri Matahari Terbit sejak Mei 2017. Walau begitu, hasil ini sudah sejalan dengan proyeksi analis yang memperkirakan tingkat pengangguran Jepang ada di level 3%.  Tingkat ketersediaan pekerjaan pun yang terus turun ke level terendah dalam enam tahun ini semakin menunjukkan kerusakan yang disebabkan oleh pandemi Covid-19 terus berlanjut selama sebulan. Perekonomian Jepang juga mencatat kontraksi terburuk pasca perang pada kuartal kedua tahun ini. Pandemi virus corona mengguncang permintaan eksternal dan domestik yang akhirnya menghantam ekonomi terbesar ketiga di dunia ini. (Source: Kontan)

Indonesia
Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan Febrio Kacaribu mengatakan, pemulihan ekonomi akibat pandemi Covid-19 tidak bisa hanya dilakukan oleh pemerintah pusat. Pemerintah daerah juga harus ikut berperan terutama dalam merealisasikan belanja untuk penanganan Covid-19. Menurutnya, belanja yang dilakukan Pemda melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) akan sangat membantu terutama mengurangi dampak pandemi Covid-19 bagi pelaku usaha di daerah. Ia mengakui tidak mudah untuk pemerintah pusat mengontrol belanja yang dilakukan Pemda. Oleh karenanya, ia berharap realisasi belanja bisa dilakukan dengan cepat sehingga sejalan dengan percepatan yang dilakukan pemerintah pusat. Kemenkeu pun dipastikan akan terus melakukan kontrol terhadap keuangan daerah meski tak mudah. (Source: CNBC Indonesia)