Daily News 11/01
January 11, 2021 No. 1875
[Indonesia] - Cadangan Devisa RI Pada Desember Tertinggi Kedua Sepanjang Masa Cadangan devisa (cadev) Indonesia akhirnya membukukan kenaikan di bulan Desember setelah mengalami penurunan dalam 3 bulan beruntun. Kenaikan pada akhir 2020 tersebut juga terbilang besar, hingga menyentuh level tertinggi kedua sepanjang sejarah. Bank Indonesia (BI) melaporkan cadangan devisa naik US$ 2,3 miliar menjadi US$ 135,9 miliar di bulan Desember dari bulan sebelumnya. Sementara itu, rekor tertinggi cadev dicapai pada bulan Agustus lalu sebesar US$ 137 miliar. Posisi cadangan devisa tersebut setara dengan pembiayaan 10,2 bulan impor atau 9,8 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor. Bank Indonesia menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan. (Source: CNBC Indonesia) [Amerika Serikat] - AS Mengkaji Pembatasan Investor AS Di Alibaba Dan Tencent Tekanan pada perusahaan China terus berdatangan. Setelah meneken perintah eksekutif melarang delapan aplikasi transaksi China beroperasi di Amerika Serikat (AS), administrasi pemerintahan Donald Trump juga tengah mempertimbangkan melakukan pembatasan bagi investor AS untuk berinvestasi di dua perusahaan teknologi terbesar China yakni Alibaba Group Holding Ltd dan Tencent Holding Ltd. Sumber Wall Street Journal mengungkapkan, pembahasan terkait rencana pembatasan investasi itu melibatkan tiga kementerian yakni Kementerian Luar Negeri AS, Kementerian Pertahanan, dan Kementerian Keuangan. Diskusinya fokus pada bagimana langkah seperti itu bisa mempengaruhi pasar modal. Pemberlakuan larangan investasi pada kedua perusahaan ini akan menandai eskalasi paling dramatis yang dilakukan pemerintahan Trump. Pasalnya, kedua perusahaan ini memiliki kapitalisasi pasar sangat besar mencapai US$ 1,3 triliun, hampir dua kali dari ukuran pasar saham Spanyol. Jika larangan itu diterapkan maka keterangan hubungan antara AS dan China akan semakin meningkat. Di akhir-akhir pemerintah Trump, AS meningkatkan upaya-upaya merampas perusahaan China. Ini menambah tekanan ekonomi menjelang Biden mengambil alih pemerintahan bulan ini. (Source: Kontan) [China] - China Minta Media Lokal Sensor Pemberitaan Soal Alibaba Pemerintah China meminta para media lokal untuk menyensor pemberitaan soal dugaan persaingan usaha tidak sehat yang dilakukan Alibaba Group. Hal tersebut telah menjadi isu yang sensitif untuk politik nasional China. Melansir Bloomberg, Jumat (8/1) Badan Propaganda China sejak akhir tahun lalu telah meminta sejumlah media untuk menggunakan pernyataan resmi terkait penyelidikan Alibaba, sekaligus melarang untuk memberikan analisis panjang. Konglomerasi Alibaba jadi bidikan setelah kampanye pemerintah tren monopolistik industri teknologi. Ini turut mempengaruhi aksi lini bisnis pembayaran digital Alibaba yaitu Ant Group dalam menyiapkan penawaran umum senilai US$ 35 miliar. Aksi IPO Ant juga jadi salah satu pemicu digelarnya investigasi. Adapun Bos Alibaba Jack Ma disebut sumber Bloomberg juga telah diminta oleh pemerintah untuk tak meninggalkan China. Sementara sejumlah pos daring berspekulasi bahwa keberadaan Ma juga turut disensor pemerintah. (Source: Kontan) [Jepang] - Indeks Coinsident Jepang Turun 0,3 Poin Pada November 2020 Indeks coincident Jepang turun untuk pertama kalinya dalam enam bulan pada November. Indeks ini terdiri dari berbagai data termasuk output pabrik, ketenagakerjaan dan penjualan ritel yang turun 0,3 poin dari bulan sebelumnya menjadi 89,1 pada November 2020. Indeks indikator ekonomi utama, yang menjadi tolak ukur perekonomian beberapa bulan ke depan dan dikompilasi menggunakan data seperti tawaran pekerjaan dan sentimen konsumen, tumbuh 2,3 poin menjadi 96,6. Namun dengan adanya keadaan darurat baru di wilayah Tokyo dapat memperlambat pemulihan ekonomi dari kemerosotan yang disebabkan oleh virus corona. (Source: Reuters)