Daily News 25/08
August 25, 2021 No. 2025
[Indonesia] - Ada Burden Sharing, Sri Mulyani Jamin Kredibilitas Kebijakan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati tetap menjaga kredibilitas di tengah pandemi covid-19. Salah satunya memastikan pembiayaan untuk kebutuhan belanja bisa terpenuhi. Salah satu yang dilakukan Sri Mulyani adalah dengan melakukan burden sharing dengan Bank Indonesia (BI) lewat Surat Keputusan Bersama (SKB) III. BI akan membeli surat berharga negara (SBN) sebesar Rp 439 triliun di primary market dan private placement. Dari sisi BI, kata Sri Mulyani juga akan tetap menjaga inflasi dan nilai tukar rupiah tetap stabil dan terkendali. Kedua institusi tetap menjaga independensi dalam mengeluarkan kebijakan. Berbagi beban hanya merupakan konsep untuk saling bekerja sama dalam pemulihan ekonomi dari pandemi covid-19. (Source: CNBC Indonesia) [Amerika Serikat] - Dukung Likuiditas Ekonomi Global, IMF Tarik Dana Cadangan US$ 650 Miliar Dana Moneter Internasional (IMF) akan menarik dana cadangan sekitar US$ 650 miliar untuk menambah sokongan likuiditas bagi perekonomian global, menambah cadangan devisa sejumlah negara serta mengurangi ketergantungan mereka pada utang domestik yang lebih mahal. Penarikan dana tersebut menggunakan skema Hak Penarikan Khusus atau Special Drawing Rights (SDR) pada Senin (23/8). Melalui skema tersebut, negara-negara anggota dapat mendukung ekonomi serta menanggulangi pandemi Covid-19. Negara-negara anggota akan menerima SDR sebagai pertukaran dana baik berbentuk dolar, euro, yen, sterling dan yuan. Pembagian itu sesuai dengan kuota kepemilikan mereka masing - masing di IMF. (Source: Kontan) [China] - Pelabuhan di China Kembali Beroperasi Usai Penutupan Dua Pekan Terminal Meishan di Pelabuhan Ningbo, China, melanjutkan operasi setelah penutupan dua minggu untuk mengkarantina pekerja yang terinfeksi Covid-19. Hal itu menambah optimisme kembalinya aktivitas penuh di salah satu pelabuhan tersibuk di dunia itu. Dilansir Bloomberg, Selasa (24/8/2021), menurut data pengiriman, setidaknya lima kapal kontainer telah meninggalkan Terminal Meishan di Ningbo dalam beberapa hari terakhir setelah berlabuh di sana. Sementara seorang pejabat dari Pelabuhan Ningbo-Zhoushan mengatakan terminal masih ditutup kemarin, pergerakan kapal memicu optimisme di kalangan pengirim bahwa operasi akan segera dilanjutkan setelah tidak ada kasus baru Covid-19 yang ditemukan. Terminal Meishan telah memulai kembali operasi sebagian kapal sejak 18 Agustus dan diperkirakan akan kembali beroperasi secara bertahap dalam beberapa minggu mendatang, kata perusahaan pelayaran CMA CGM SA dalam sebuah pernyataan kepada pelanggan. Dua dari kapal perusahaan, Rivoli dan Samson, sedang menyelesaikan operasi kargo dan akan segera meninggalkan terminal, kata perusahaan Prancis itu pada 20 Agustus. Kapal-kapal itu telah meninggalkan Ningbo, sementara sebuah kapal terpisah bernama Taurus melakukan perjalanan ke Meishan pada Minggu, (22/8/2021) dan saat ini berlabuh di sana. Sementara itu, Elbe CMA tiba di terminal itu pada Senin setelah menunggu di pelabuhan selama seminggu. Terminal Meishan, yang menyumbang sekitar seperempat dari keluaran peti kemas Pelabuhan Ningbo, ditutup pada 11 Agustus setelah seorang pekerja terinfeksi varian delta Covid-19. Penutupan sebagian pelabuhan peti kemas tersibuk ketiga di dunia memperburuk kemacetan di gerbang utama China lainnya seperti Shanghai, Xiamen, dan Hong Hong, karena kapal-kapal dialihkan di tengah ketidakpastian tentang berapa lama tindakan pengendalian virus di kota itu akan berlangsung. (Source: Bisnis.com) [Korea Selatan] - Sentimen Konsumen Korea Selatan Melemah Lebih Jauh ke Terendah 4 Bulan Indeks Sentimen Konsumen Komposit Korea Selatan turun 0,7 poin menjadi 102,5 pada Agustus 2021 dari 103,2 pada bulan sebelumnya, terendah sejak April dan menandai penurunan bulanan kedua berturut-turut. Rumah tangga kurang optimis tentang keadaan ekonomi saat ini (-5 poin menjadi 77) dan kondisi ekonomi domestik ke depan (-2 poin menjadi 90). Sementara itu, sentimen terkait pendapatan rumah tangga masa depan naik tipis (+1 poin menjadi 99) sedangkan sentimen terkait pengeluaran rumah tangga masa depan turun (-1 poin menjadi 107). Sentimen konsumen mengenai standar hidup saat ini dan standar hidup masa depan tidak berubah di 91 dan 96, masing-masing. (Source: Trading Economics)