Daily News 15/03

March 15, 2012 No. 220
BLTA - Proteksi kebangkrutan

Anak usaha PT Berlian Laju Tanker (BLTA), Chembulk New York Pte. Ltd., mengajukan perlindungan atau proteksi kebangkrutan kredit di New York, Amerika Serikat. Berkas perlindungan akan diajukan ke pengadilan kepailitan di Manhattan, New York. Kemarin, BLTA menyatakan menang di Pengadilan TInggi Singapura yang berhasi mencegah penyitaan kapal saat perusahaan melakukan restrukturisasi.
BTEL - Penawaran saham
Bakrie Grup berencana menjual sebagian saham PT Bakrie Telecom (BTEL) ke Grup Sampoerna dengan target perolehan dana sekitar Rp 900 Miliar. Sampoerna Group memiliki anak perusahaan yang bergerak dalam bidang telekomunikasi, PT Sampoerna Telekomunikasi Indonesia (STI), dengan merek CDMA Ceria. BTEL berencana menerbitkan 2.85 miliar lembar saham baru (10% saham) senilai Rp 900 Miliar (sekitar Rp 315 per lembar) melalui mekanisme non-preemptive rights yang akan ditukar guling dengan 35% saham STI. Pemegang saham STI, Sampoerna Strategic dan Polaris telah menandatangani perjanjian jual beli bersyarat. Transaksi diperkirakan selesai pada 2Q 2012. Beberapa waktu yang lalu, PT Bakrie & Brothers (induk perusahaan BTEL) menjual 4.3 miliar lembar saham (15% saham) senilai Rp 1.46 Triliun pada harga Rp 340 per saham.
EXCL - Rencana refinancing utang
PT XL Axiata (EXCL) akan melunasi utang obligasi Excelcom II senilai Rp 1.5 Triliun yang jatuh tempo pada April tahun ini. Pelunasan akan menggunakan sisa pinjaman dari Bank Mandiri serta menggunakan kas internal. EXCL juga akan membayar utang kepada Exportkredinamnden (EKN). EXCL menanggung dua fasilitas pinjaman yaitu sebesar US$ 213.95 Juta dan US$ 123.58 Juta. Kedua pinjaman tersebut jatuh tempo setiap enam bulan sekali. EXCL sudah mendapatkan persetujuan melalui RUPSLB untuk mencari utang baru senilai maksimum Rp 10 Triliun. Utang baru tersebut untuk membiayai kembali (refinancing) utang-utang lama EXCL.
KRAS - Pinjaman dari Bank Asing
PT Krakatau Steel (KRAS) akan menandatangani pinjaman dari bank asing yaitu Industrial and Commercial bank of China (ICBC) dan China Bohai Bank (CBB) dengan total nilai US$ 275 Juta. Tahun ini perseroan mengalokasikan capex senilai US$ 400-450 Juta dengan sumber pendanaan dari pinjaman bank asing dan lokal sebesr 70% dan sisanya kas internal.
PTBA - Kenaikan biaya investasi proyek rel
Dalam studi bersama dengan Adani Global, PT Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA) meningkatkan nilai investasi proyek rel kereta api Tanjung Enim ? Pelabuhan Tanjung Siapi-api sepanjang 270 Km menjadi US$ 2.4 Miliar dari nilai awal US$ 1.5 Miliar. PTBA akan membangun terminal batu bara di Pelabuhan Tanjung Siapi-api untuk meningkatkan produktivitas pengiriman hingga mencapai 35 Juta ton per tahun.
PTRO - Fasilitas kredit
PT Petrosea (PTRO) mendapat fasilitas kredit sewa pembiayaan senilai US$ 75 Juta dari PT Austindo Nusantara Jaya Finance (ANJ Finance) berjangka waktu 24 bulan dengan bunga 3.125% + Libor. Fasilitas tersebut diperoleh pada 24 Januari lalu.