Daily News 05/04

April 05, 2012 No. 234
IPO - Bekasi Fajar Industrial Estate

Penawaran umum perdana saham (IPO) PT Bekasi Fajar Industrial Estate (BSIE) mengalami kelebihan permintaan sebanyak 106x. Saham BSIE ditawarkan sebanyak 1.76 miliar saham pada Rp 170 per saham sehingga perseroan akan mendapatkan dana senilai Rp 300 Miliar. Dana tersebut akan digunakan untuk mengakusisi lahan sehingga landabnak perusahaan dapat meningkat. Saat ini total landbank perusahaan seluas 816 Ha dan lahan yang siap dijual seluas 500 Ha.
BTEL - Kewajiban sinking fund
Seiring dengan penurunan peringkat utang PT Bakrie Telecom (BTEL) dari Pefindo di bawah idBBB+, manajemen berkewajiban menyiapkan dana yang disisihkan (sinking fund) senilai 30% dari total obligasi I 2007 senilai total Rp 650 Miliar. Ketentuan tersebut tertera dalam prospektus emisi obligasi pada 2007 lalu. Dengan demikian nilai pencadangan yag harus disiapkan sebesar Rp 195 Miliar. Pada saat emisi obligasi tahun 2007 lalu Pefindo memberi peringkat idA- dengan outlook stabil. Saat ini Pefindo memberikan peringkat idBBB- dengan status credit watch dengan implikasi negatif.
BTPN - Tuntutan mantan karyawan
Mantan karyawan PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional (BTPN) melakukan unjuk rasa meminta manajemen membayar uang Asuransi pensiun kepada pegawai yang diberhentikan secara paksa. Dalam kurun waktu 2009 ? 2010 sekitar 800 pegawai kelas dua BTPN dipaksa mengundurkan diri oleh manajemen dengan alasan tidak produktif. Pihak karyawan mendapat data dari pihak Asuransi yang jumlahnya mencapai 25 hingga 50 kali dari yang dibayarkan oleh manajemen. Permasalahan tersebut telah memasuki proses peradilan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.
BYAN - Pinjaman Bank
PT Bayan Resources (BYAN) berencana menandatangani pinjaman dengan 7 bank senilai US$ 750 Juta. Pinjaman tersebut terdiri dari pembiayaan untuk capex untuk 5 tahun sebesar 70% dan fasilitas kredit berjangka sebesar 30%. BYAN mengalokasikan US$ 200 Juta untuk capex dan US$ 410 Juta untuk pembayaran hutang. BYAN sedang mengakuisisi 9 konsensi batubara dimana 6 konsensi telah selesai dan 3 konsensi masih dalam proses.
META - Rencana Investasi Pelabuhan
PT Nusantara Infrastructure (META) berencana mengakusisi 39% saham PT Inti Sentosa Alam Bahtera (ISAB) dengan nilai US$ 26 Juta. ISAB merupakan pengelola dan pemilik Pelabuhan Panjang di Lampung. META berencana meningkatkan kapasitas pelabuhan hingga 3x dengan alokasi dana senilai US$ 10-15 Juta dalam 3 tahun ke depan.