Daily News 10/04
April 10, 2012 No. 236
BIPI - Fasilitas pinjaman repo
PT Benakat Petroleum Energy (BIPI) mendapat fasilitas pinjaman senilai Rp 300 Miliar dari PT Raja Dana Indonesia. Pinjaman tersebut bertenor 1 tahun dengan bunga 20% per tahun, dimana BIPI menjaminkan sebagian saham PT Indotambang Perkasa (IP) serta saham anak perusahaan PT Elnusa (ELSA). Saat ini IP tercatat memiliki 41.28% saham BIPI, sedangkan BIPI tercatat memiliki 29.4% saham ELSA. Sebagian dana akan dialokasikan untuk membayar uang muka transaksi akuisisi PT Astrindo Mahakarya Indonesia (AMI). Realisasi akuisisi AMI ditargetkan sebelum 30 Juni 2012.
CKRA - Akuisisi Redstone
Redstone Resources Pte. Ltd. (Hong Kong) membeli 80% saham (4.05 miliar lembar saham) PT Citra Kebun Raya Agri (CKRA) senilai Rp 1.11 Triliun (Rp 275 per lembar saham) dari Citra Group Pte. Ltd. anak perusahaan CKRA, PT Persada Indo Tambang (PIT), merupakan pemasok bijih besi untuk Redstone. CKRA memiliki 88% saham PIT, yang diperkirakan memiliki cadangan bijih besi sebanyak 5,463 juta metric ton dan baru beroperasi pada 2011 lalu. Redstone akan melakukan tender offer pada 3 Mei hingga 1 Juni 2012.
MYOR - Rencana ekspansi
PT Mayora Indah (MYOR) menyiapkan dana investasi Rp 750 Miliar untuk kebutuhan ekspansi selama 18 bulan ke depan. Investasi senilai Rp 500 Miliar bersumber dari penerbitan Obligasi IV Mayora Indah Tahun 2012, dan akan digunakan untuk pengembangan pabrik biskuit dan pabrik pengolahan biji coklat di Tangerang, Banten. Sedangkan sisanya Rp 250 Miliar bersumber dari hasil penerbitan Sukuk Mudharabah II Mayora Indah Tahun 2012, dan akan digunakan sebagai modal kerja tahun ini.
PNBN - Rencana emisi obligasi
PT Bank Pan Indonesia (PNBN) berencana menerbitkan surat utang pada tahun ini. Dana hasil penerbitan obligasi itu akan digunakan untuk memperkuat rasio kecukupan modal (CAR). PNBN berencana menerbitkan surat utang senilai Rp 1-2.5 Triliun dengan tenor 5 tahun. Berdasarkan lapporan keuangan PNBN per akhir Desember 2011, posisi CAR PNBN berada pada level 17.45% dengan nilai mencapai Rp 19.78 Triliun.
SULI - Masuk tambang batubara
PT Sumalindo Lestari Jaya (SULI) siap memasuki bisnis tambang batubara setelah mendirikan anak usaha di Kalimantan Timur, PT Suli Inti Resource (SIR), untuk menjamin kelangsungan pasokan batubara bagi anak perusahaan, PT Kalimantan Powerindo, yang bekerjasama dengan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) untuk memenuhi kebutuhan tenaga listrik di Kalimantan Timur. SIR difokuskan untuk mencari dan mengembangkan peluang usaha di bidang pertambangan. SULI menguasai sekitar 99.2% saham SIR dan sisanya dimiliki Koperasi Karyawan Lestari.