Daily News 04/08
August 04, 2023 No. 2390
LPPF Matahari Department Store (LPPF) Bagi Dividen saat Ekuitas Negatif, Ini Alasannya Emiten Grup Lippo PT Matahari Department Store Tbk. (LPPF) menegaskan pembayaran dividen dan pembelian kembali (buyback) saham telah mengikuti proses yang wajar, sekalipun perseroan mengalami defisiensi modal atau ekuitas negatif pada semester I/2023. Manajemen LPPF mengatakan selama setahun penuh 2023, dewan komisaris, direksi, dan manajemen berkomitmen untuk membayar dividen minimal 50 persen dari laba bersih sejalan dengan kebijakan dividen yang dipublikasikan. “Pembayaran dividen ini didasarkan pada posisi laba ditahan yang positif dan kepercayaan yang kuat pada profitabilitas masa depan dan pertumbuhan bisnis,” tulis manajemen dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), dikutip Jumat (4/8/2023). LPPF ingin menggarisbawahi sesuai dengan peraturan bahwa diperbolehkan untuk membagikan dividen final bahkan jika ekuitasnya negatif. Ke depan, manajemen berharap ekuitas yang positif untuk tahun 2024, bahkan setelah memperhitungkan pembayaran dividen. Sumber: https://market.bisnis.com/read/20230804/192/1681548/matahari-department-store-lppf-bagi-dividen-saat-ekuitas-negatif-ini-alasannya. ============================================================================= ICBP Jangan Dilewatkan, Potensi Cuan Saham Indofood CBP (ICBP) masih Besar Saham PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) dipertahankan dengan rekomendasi beli, seiring dengan keberhasilannya mempertahankan pertUmbuhan kinerja keuangan. Rekomendasi tersebut juga mempertimbangkan peluang pertumbuhan lebih pesat pada paruh kedua tahun ini. Indofood CBP mencatatkan lonjakan laba bersih sebesar 196,6% menjadi Rp 5,72 triliun pada semester I-2023 dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 1,93 triliun. Lonjakan tersebut sejalan dengan keberhasilan perseroan membukukan keuntungan kurs Rp 1,94 triliun dibandingkan periode sama tahun lalu dengan rugi kurs Rp 1,60 triliun. Lompatan laba bersih juga didorong pendapatan lain-lain mencapai Rp 824 miliar dibandingkan rugi lain-lain senilai Rp 2,17 triliun pada tahun lalu. Begitu juga dengan penjualan tumbuh solid dari Rp 32,59 triliun menjadi Rp 34,47 triliun. Sumber: https://investor.id/market/337149/jangan-dilewatkan-potensi-cuan-saham-indofood-cbp-icbp-masih-besar ============================================================================= LMAX Laba Ngegas Ratusan Persen, Perusahaan Ini Akhirnya IPO PT Lupromax Pelumas Indonesia Tbk (LMAX) menggelar penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) sebanyak 195 juta saham atau 26,09%. Harganya dipatok Rp 200/saham sehingga nilai IPO saham secara keseluruhan Rp 39 miliar. Masa penawaran umum berlangsung pada 2-7 Agustus 2023 dan pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 9 Agustus. Bersamaan dengan IPO, Lupromax Pelumas (LMAX) menerbitkan maksimal 97,5 juta waran seri I secara gratis bagi para pemegang saham baru. Setiap pemegang 2 saham baru berhak memperoleh 1 waran seri I. Di mana setiap waran memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli 1 saham baru dengan harga pelaksanaan Rp 180. Total dana dari pelaksanaan waran seri I Rp 17,55 miliar. Sumber: https://investor.id/market/337152/laba-ngegas-ratusan-persen-perusahaan-ini-akhirnya-ipo ============================================================================= TSPC Jual Beiersdorf Bikin Laba Tempo Scan (TSPC) Melesat 83% Jadi Rp692 M di Semester I PT Tempo Scan Pacific Tbk (TSPC) membukukan laba bersih sebesar Rp692,84 miliar pada semester I 2023, atau naik 83,06 persen dibanding periode sama tahun lalu yang tercatat sebesar Rp378,86 miliar. Hasil itu mendongkrak laba per saham yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk ke level Rp154 per lembar, sedangkan di akhir Juni 2022 berada di level Rp84 per helai. Jika dirunut, penjualan bersih meningkat 9,1 persen secara tahunan menjadi Rp6,486 triliun pada akhir Juni 2023. Penopangnya, pendapatan jasa distribusi tumbuh 7,6 persen menjadi Rp2,631 triliun. Senada, penjualan produk kosmestik naik 8,7 persen menjadi Rp1,956 triliun. Demikian juga dengan penjualan produk farmasi yang melambung 11,9 persen menjadi Rp1,898 triliun. Walau beban pokok penjualan membengkak 9,4 persen secara tahun menjadi Rp4,301 triliun pada akhir Juni 2023. Tapi laba kotor tetap terangkat 8,7 persen menjadi Rp2,185 triliun. Menariknya, emiten farmasi dan kosmetik itu meraih penjualan investasi senilai Rp524,34 milar yang berasal dari pelepasan 9 persen saham PT Beiersdorf Indonesia pada Januari 2023 lalu. Alhasil, laba sebelum beban pajak penghasilan terangkat 80,8 persen menjadi Rp886,98 miliar. Sumber: https://www.emitennews.com/news/jual-beiersdorf-bikin-laba-tempo-scan-tspc-melesat-83-jadi-rp692-m-di-semester-i ============================================================================= ASRI Terpangkas 22 Persen, Laba Alam Sutera (ASRI) Semester I-2023 Tersisa Rp167 Miliar Alam Sutera Realty (ASRI) semester I-2023 membukukan laba bersih Rp167,3 miliar. Terkapar 22 persen dari episode sama tahun sebelumnya Rp216,84 miliar. Dengan begitu, laba per saham dasar mengalami penyusutan ke level Rp8,51 dari edisi sama tahun sebelumnya Rp11,04. Penjualan, pendapatan jasa, dan usaha laina Rp1,59 triliun, susut 18 persen dari edisi sama tahun lalu Rp1,95 triliun. Beban pokok penjualan, pendapatan jasa, dan usaha lainnya Rp774,82 miliar, susut dari posisi sama tahun sebelumnya Rp855,47 miliar. Laba kotor terakumulasi Rp822,68 miliar, anjlok 24 persen dari periode sama tahun lalu Rp1,09 triliun. Total beban Rp652,74 miliar, susut dari posisi sama tahun lalu Rp889,95 miliar. Laba sebelum beban pajak Rp169,93 miliar, menyusut dari episode sama tahun lalu senilai Rp208,47 miliar. Manfaat pajak Rp1,09 miliar, melesat dari edisi sama tahun lalu dengan beban Rp10,03 miliar. Laba periode berjalan Rp168,83 miliar, turun dari Rp218,5 miliar. Sumber: https://www.emitennews.com/news/terpangkas-22-persen-laba-alam-sutera-asri-semester-i-2023-tersisa-rp167-miliar