Daily News 23/08

August 23, 2023 No. 2398
BPTR

Saham Bergerak Liar, Ini Penjelasan Manajemen Batavia Prosperindo (BPTR)


Saham PT Batavia Prosperindo Trans Tbk (BPTR) dalam sepekan terakhir perdagangan di Bursa Efek Indonesia mengalami pergerakan cukup atraktif atau volatilitas tinggi. Berdasarkan data perdagangan, saham BPTR tercatat merangsek naik 15,97% atau 19 poin ke harga Rp138 per saham dengan valuasi Rp6,86 miliar pada 18 Agustus 2023.

Sehari setelahnya atau pada 19 Agustus 2023, saham Batavia Prosperindo tersebut justru jatuh 9,42% atau 13 poin ke harga Rp125 per saham dengan nilai Rp5,42 miliar. Sementara kemarin, Senin 22 Agustus 2023, saham BPTR masih melemah 2,40% ke harga Rp122 per saham dengan valuasi Rp4,26 miliar. Dalam sepekan, saham BPTR melonjak 6,09% di rentang harga Rp109-Rp145 per saham.

Sumber: https://www.emitennews.com/news/saham-bergerak-liar-ini-penjelasan-manajemen-batavia-prosperindo-bptr 

=============================================================================

SBMA

Market Share Stabil dan Peluang Bisnis Luas, Ini Prospek Surya Biru Murni (SBMA)
23/08/2023, 07:08 WIB

Setelah merambah ke Bisnis pasar Shipyard dan Petrokimia, emiten yang bergerak di industri kimia anorganik gas, PT Surya Biru Murni Acetylene Tbk (SBMA) optimis dengan target kinerja di masa depan.

Rini Dwiyanti Direktur Utama SBMA mengatakan, “Saat ini Kami telah mengambil 5% dari pasar liquid yang ada di Kalimantan timur dan diestimasikan akan terus meningkat setiap bulannya.” Saat ini SBMA telah mengambil lebih dari 50% pasar untuk penjualan tabung di Minerba, lebih dari 40% di sektor migas dan lebih dari 60% di bidang Petrokimia. Sedangkan dari penjualan tipe bulk mencapai 20% untuk Shipyard dan masing-masing 5% untuk migas dan Petrokimia. Dari sini, SBMA menargetkan peningkatan untuk penjualan bulk dengan investasi barunya.

Untuk tahun 2023, SBMA mengalokasikan capex hingga Rp 6,2 Miliar. Selama 2 tahun terakhir SBMA telah melakukan pembelian aset mencapai Rp38 Miliar untuk proyek pengembangan pabrik, dimana Rp35 Miliar dialokasikan untuk pengembangan air separation plant yang sudah beroperasi secara komersial pada tanggal 27 Juni 2023.

Dari sisi bisnis, sebelumnya SBMA telah melakukan commercial start up air separation plant pada tanggal 27 Juni 2023 dan saat ini produksi liquid Perseroan mencapai kapasitas 50 ton sehari. Namun produksi dan penjualan mulai terasa di Bulan Juli dan akan nampak di Periode Q3. Proyek ini merupakan realisasi atas penggunaan dana IPO. Rini menambahkan, bahwa perseroan memiliki market share yang stabil dan peluang Bisnis yang Luas. Dimana Perseroan menerima banyak permintaan liquid diantaranya proyek Kawasan Industri Kalimantan yang merupakan proyek pemerintah. Perseroan mengalami peningkatan pada sektor Manufaktur Liquid sebesar 5% dan akan terus meningkat setiap bulan.

Sumber: https://www.emitennews.com/news/market-share-stabil-dan-peluang-bisnis-luas-ini-prospek-surya-biru-murni-sbma

=============================================================================

BSDE

Sinar Mas Tambah Kepemilikan Saham di Bumi Serpong Damai

Grup Sinar Mas melalui PT Paraga Artamida?menambah tebal kepemilikannya??PT Bumi Serpong?Damai Tbk. (BSDE). Adapun Paraga?merupakan pemegang saham pengendali BSDE. rup Sinar Mas melalui PT Paraga Artamida?menambah tebal kepemilikannya??PT Bumi Serpong?Damai Tbk. (BSDE). Adapun Paraga?merupakan pemegang saham pengendali BSDE.

Transaksi pemberian tersebut dilakukan saat harga rata-rata saham BSDE Rp 1.400 per saham. Tujuan pembelian saham tersebut untuk keperluan investasi dengan status kepemilikan saham secara langsung. Mengutip RTI, komposisi pemegang saham BSDE per 31 Juli 2023 di antaranya, PT Paraga Artamida sebanyak 7.719.289.364 atau 36,46%, PT Ekacentra Usahamaju sebanyak 5.425.964.486 atau 25,63%, Muktar Widjaja sebanyak 106.210.500 atau 0,5%.

Lalu, Michael J.P Widjaja sebanyak 9.830.700 atau 0,0046%, Syukur Lawigena sebanyak 1.400.000 atau 0,0060%. Liauw, Herry Hendarta sebanyak 700.000 atau 0,0030%
Masyarakat - Non Warkat - Scripless sebanyak 6.633.968.612 atau 31,33%, Masyarakat - Warkat - Scrip sebanyak 1.016.031.450 atau 4,8%, dan Saham Treasury sebanyak 257.970.700 atau 1,22%.

https://www.cnbcindonesia.com/market/20230823083620-17-465300/sinar-mas-tambah-kepemilikan-saham-di-bumi-serpong-damai#:~:text=Jakarta%2C%20CNBC%20Indonesia%20%2D%20Grup%20Sinar,sahamBSDE%20pada%2018%20Agustus%202023 

=============================================================================

ADRO 

Drop 28 Persen, Laba Adaro Energy (ADRO) Semester I-2023 Tersisa USD873,83 Juta

Adaro Energy Indonesia (ADRO) paruh pertama 2023 membungkus laba bersih USD873,83 juta. Anjlok 28 persen dari periode sama tahun sebelumnya sejumlah USD1,21 miliar. Alhasil, laba per saham dasar menukik ke posisi USD0,02823 dari posisi sama tahun sebelumnya USD0,03900. Pendapatan usaha USD3,47 miliar, turun tipis 1,97 persen dari edisi sama tahun lalu USD3,54 miliar. Beban pokok pendapatan bengkak 34 persen menjadi USD2,03 miliar dari posisi sama tahun sebelumnya USD1,51 miliar. Laba kotor tercatat USD1,44 miliar, susut 28 persen dari episode sama tahun sebelumnya USD2,02 miliar.?

Beban usaha USD240,63 juta, bengkak dari USD143,09 juta. Beban lain-lain bersih USD27,1 juta, merosot tajam 394 persen dari surplus USD9,19 juta. Laba usaha USD1,17 miliar, turun tipis dari posisi sama tahun lalu USD1,89 miliar. Biaya keuangan USD53,95 juta, bengkak dari periode sama tahun sebelumnya senilai USD38,72 juta. 

Penghasilan keuangan USD63,55 juta, melambung signifikan dari edisi sama tahun lalu senilai USD11,55 juta. Bagian atas keuntungan neto ventura bersama USD52,27 juta, menukik dari posisi sama tahun sebelumnya USD177,25 juta. Laba sebelum pajak penghasilan USD1,24 miliar, menukik daari periode sama tahun sebelumnya sebesar USD2,04 miliar.?

Laba periode berjalan USD995,96 juta, menyusut dari edisi sama tahun lalu USD1,34 miliar. Total ekuitas USD7,01 miliar, melesat dari akhir tahun lalu USD6,52 miliar. Total liabilitas USD2,71 miliar, mengalami penyusutan secara signifikan dari akhir 2022 sebesar USD4,25 miliar. Total aset turun ke posisi USD9,73 miliar dari akhir tahun lalu USD10,78 juta.

Sumber: https://www.emitennews.com/news/drop-28-persen-laba-adaro-energy-adro-semester-i-2023-tersisa-usd87383-juta 

=============================================================================

GIAA

Merger Garuda-Citilink-Pelita, Saham GIAA Naik 4%


Saham PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. atau GIAA?naik 4,11% ke level Rp 76 pada pembukaan perdagangan hari ini, Rabu (23/8/2023).?Hal ini seiring dengan pernyataan Menteri BUMN Erick Thohir?mengenai rencana melebur maskapai penerbangan milik BUMN, yakni Garuda Indonesia, Citilink, dan Pelita Air.?

Hingga pukul 9.04 WIB antrean beli pada saham Garuda Indonesia mencapai 1,28 juta dengan harga tertinggi pada Rp 75. Sementara itu antrean jual sebanyak 749.628 dengan harga tertinggi Rp 80.?
Berdasarkan data RTI Business kemarin, Selasa (23/8/2023), saham?GIAA?ditutup menguat 8,96% ke level Rp 73 per sahamnya. Akan tetapi kenaikan tersebut masih?belum cukup untuk mengompensasi penurunan saham GIAA?dalam 5 tahun terakhir yang?terperosok?sangat dalam. Sebagai informasi dalam 4 bulan terakhir saham Garuda Indonesia diperdagangkan pada rentang harga?Rp 51 hingga Rp 67.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir berencana melebur maskapai pelat merah Garuda grup, Citilink, dan Pelita Air. Nantinya, program efisiensi klaster maskapai tersebut akan seperti Pelindo.

Sumber: https://www.cnbcindonesia.com/market/20230823085933-17-465309/merger-garuda-citilink-pelita-saham-giaa-naik-4