Daily News 27/11

November 27, 2023 No. 2456
FREN

Emiten telekomunikasi, PT Smartfren Telecom Tbk (FREN) terus mendorong penambahan jaringan di tahun 2024.  Pihaknya menyiapkan alokasi belanja modal atau capital expenditure (Capex) berkisar Rp 1,5 triliun-Rp 2 triliun untuk menjalankan agenda ekspansi tersebut. 

Presiden Direktur Smartfren Telecom Merza Fachys mengungkapkan, di tahun depan FREN berencana menganggarkan capex berkisar Rp 1,5 triliun hingga Rp 2 triliun. Capex tersebut utamanya digunakan sebagai modal untuk membangun jaringan baru ke berbagai wilayah di Indonesia. 

Manajemen FREN berencana membangun setidaknya 2.000 BTS (base transceiver station) tahun depan. Namun tak menutup kemungkinan penambahan BTS tersebut bisa mencapai 3.000 BTS , seiring dengan kebutuhan pasar. 

https://industri.kontan.co.id/news/tambah-jaringan-smartfren-fren-siapkan-capex-hingga-rp-2-triliun-pada-tahun-depan

=============================================================================
SRAJ

Sejahteraraya (SRAJ) membentuk anak usaha baru bidang medis. Entitas anak usaha anyar itu diberi label Sejahtera Karunia Semesta (SKS). Bidang garapan SKS yaitu aktivitas rumah sakit swasta. 

Pembentukan anak usaha itu dibekali dengan modal dasar Rp4 miliar dengan modal disetor Rp1 miliar. Berkedudukan di Jakarta Selatan, saham SKS dipegang sejumlah pihak. Yaitu, Sejahteraraya dengan porsi kepemilikan sebanyak 99 persen setara dengan Rp990 juta. 

Selanjutnya, putra mahkota Dato Sri Tahir, yaitu Jonathan Tahir mengempit 1 persen alias selevel dengan Rp10 juta. ”Pembentukan anak usaha baru itu, untuk menunjang kegiatan utama usaha perseroan dalam pengembangan rumah sakit anyar di Jakarta,” tegas Arie Farisandi, Corporate Secretary Sejahteraraya. 

https://www.emitennews.com/news/emiten-sri-tahir-sraj-bentuk-anak-usaha-baru-ini-bidang-garapannya

=============================================================================
ARKO

Emiten pembangkit listrik Grup Astra, PT Arkora Hydro Tbk. (ARKO), memiliki rencana untuk berpartisipasi dalam perdagangan karbon di Bursa Karbon Indonesia.  Presiden Direktur Arkora Hydro, Aldo Artoko, mengungkapkan bahwa ARKO melihat potensi besar yang dapat diakses melalui perdagangan karbon. Menurutnya, potensi ini akan menjadi pendorong positif bagi ARKO sebagai emiten penghasil karbon kredit.

Menurut Aldo, potensi bisnis Energi Baru Terbarukan (EBT) di Indonesia masih sangat besar. Data dari PLN menunjukkan bahwa skenario Accelerated EBT sepanjang tahun 2023-2032 meningkat menjadi 22,8 GW, sementara rencana pengembangan pembangkit EBT hidro berdasarkan Rencana Umum Pembangunan Tenaga Listrik (RUPTL) 2021-2030 mencapai 10,3 GW.

https://market.bisnis.com/read/20231126/192/1718045/grup-astra-arkora-hydro-arko-siap-berpartisipasi-di-bursa-karbon

=============================================================================
ELPI

Bertepatan pada acara Forum Kapasitas Nasional III tahun 2023 (FORKAPNAS), di Jakarta Convention Center 24 November 2023, emiten angkutan laut atau pelayaran PT PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk (ELPI) berhasil mendapatkan kontrak baru yang akan beroperasional di Sarawak Malaysia untuk kapal Platform Support Vessel.

Eka Taniputra Direktur Utama ELPI menyampaikan “Perseroan cukup optimis atas kontrak ini akan memberikan kinerja positif secara tidak langsung yang mana saat ini kami sedang mempelajari potensi dan terkait model bisnis kedepannya dengan NKA dan /ataupun dengan company lokal Malaysia lainnya untuk memenuhi kebutuhan supply kapal offshore di Malaysia yang mana saat ini masih kekurangan terhadap armada kapal offshore penunjang kegiatan explorasi minyak dan gas. 

Bahkan ELPI siap akan membangun kapal baru jika terdapat kontrak jangka panjang dan skema bisnis memberikan benefit bagi ELPI,” kata Eka Taniputra dalam keterangannya kepada media

https://www.emitennews.com/news/ekspansi-ke-malaysia-elpi-teken-kontrak-dengan-nka-energy-dan-perpetro-rp200-miliar

=============================================================================
WOWS

Ginting Jaya Energi (WOWS) per 30 September 2023 memangkas rugi jadi Rp1,69 miliar. Menyusut 92 persen dari episode sama tahun sebelumnya tekor Rp23,27 miliar. Laba per saham menipis menjadi Rp0,69 dari periode sama tahun sebelumnya dikurangi Rp9,40.

Pendapatan usaha Rp93,27 miliar, menanjak 28 persen dari posisi sama tahun sebelumnya Rp72,49 miliar. Beban pokok pendapatan Rp68,05 miliar, mengalami koreksi 9,6 persen dari edisi sama tahun lalu Rp75,31 miliar. Laba kotor terakumulasi sebesar Rp25,21 miliar, melambung 993 persen dari periode sama tahun lalu dikurangi Rp2,82 miliar. 

Pendapatan lain-lain Rp6,76 juta, menukik tajam dari edisi sama tahun lalu Rp300,29 juta. Beban umum dan administrasi Rp12,76 miliar, bengkak 83 persen dari episode sama tahun lalu Rp6,95 miliar. Beban keuangan Rp6,34 miliar, mengalami penyusutan dari fase sama tahun lalu sekitar Rp8,07 miliar. Beban lain-lain Rp7,8 miliar, bengkak dari Rp5,71 miliar. 

https://www.emitennews.com/news/pendapatan-melejit-28-persen-rugi-ginting-jaya-wows-kuartal-iii-2023-sisa-rp169-miliar

=============================================================================
ADMF

PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk. (ADMF), untuk pertama kalinya berpartisipasi di event Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) yang berlangsung pada 22-26 November 2023 di Sudirman Grand Ballroom, Bandung. Dalam event ini, Adira Finance hadir sebagai Official Multifinance Partner dalam penyelenggaraan GIIAS 2023 Bandung. 

Hingga Oktober 2023, industri otomotif mencatatkan pertumbuhan yang positif. Penjualan retail sepeda motor baru tumbuh sebesar 16% menjadi 5 juta unit dan penjualan retail mobil baru tumbuh sebesar 0,4% menjadi 826 ribu unit. 

Kinerja Adira Finance hingga Oktober 2023, berhasil mencatatkan pertumbuhan pembiayaan baru sebesar 37,5% y/y menjadi Rp33,8 Triliun. Seluruh segmen pembiayaan mengalami kenaikan terutama segmen sepeda motor yang tumbuh sebesar 44% y/y, diikuti segmen non otomotif 35% y/y, dan segmen mobil 33% y/y. 

https://www.emitennews.com/news/adira-finance-admf-bukukan-pembiayaan-baru-naik-375-jadi-rp338-m-per-oktober