Daily News 04/12
December 04, 2023 No. 2461
BUMI PT Bumi Resources Tbk (BUMI) menggenjot kinerja operasional sepanjang periode sembilan bulan pertama 2023. Alhasil, volume penjualan batubara BUMI naik 5% secara year-on-year (yoy) menjadi 54,3 juta ton dari 51,9 juta ton di periode sama tahun lalu. Volume batubara yang ditambang juga naik 5% menjadi 56,2 juta ton dari sebelumnya 53,7 juta ton. Demikian pula volume pengupasan lapisan penutup alias overburden (OB) removal meningkat 20% menjadi 571,2 juta bank cubic meter (bcm) dari sebelumnya 475,5 juta bcm. Hanya saja, harga jual rata-rata alias average selling price (ASP) BUMI per kuartal III-2023 menurun 28% secara year-on-year menjadi US$ 85,2 per ton. Per September 2022, ASP BUMI kala itu mencapai US$ 118,7 per ton. https://industri.kontan.co.id/news/kuartal-iii-kinerja-operasional-naik-kinerja-keuangan-bumi-resources-bumi-turun ============================================================================= SRTG PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG) sudah mulai mengintip peluang investasi di tahun 2024. SRTG bahkan sudah menargetkan dana untuk investasi sebesar US$ 100 juta - US$ 150 juta di tahun 2024. Investor Relations SRTG Ryan Sual mengatakan, target dana investasi SRTG setiap tahunnya sebenarnya sama. Namun, hal itu juga bergantung pada kondisi pasar domestik. “Angka tersebut tak hanya dialokasikan untuk perusahaan baru, tapi juga mengikutsertakan investasi pada portofolio yang sudah ada,” ujarnya saat ditemui Kontan.co.id, Selasa (28/11). https://investasi.kontan.co.id/news/intip-peluang-investasi-di-2024-saratoga-investama-srtg-siapkan-dana-us-150-juta ============================================================================= LINK Link Net (LINK) per 30 September 2023 berbalik rugi Rp274,01 miliar. Nyungsep 211 persen dari episode sama tahun sebelumnya dengan tabulasi laba sebesar Rp246,39 miliar. Alhasil, rugi per saham emiten Axiata Group itu, bengkak menjadi Rp100 dari posisi sama tahun sebelumnya surplus Rp90. Pendapatan terkumpul Rp2,93 triliun, melorot 8,15 persen dari periode sama tahun lalu Rp3,19 triliun. Beban penyusutan Rp1,2 triliun, bengkak tipis dari Rp1,05 triliun. Beban jaringan dan beban langsung lainnya Rp593,08 miliar, bengkak dari Rp584,55 miliar. Beban umum dan administrasi Rp263,49 miliar, naik dari Rp201,25 miliar. Beban gaji dan kesejahteraan karyawan Rp332,45 miliar, bengkak dari Rp317,16 miliar. Beban penjualan dan pemasaran Rp248,16 miliar, bengkak dari Rp231,93 miliar. Penurunan nilai piutang usaha Rp186,45 miliar, susut dari Rp210,88 miliar. Beban amortisasi Rp51,28 miliar, naik dari Rp45,61 miliar. Beban keuangan Rp366,09 miliar, bengkak dari Rp206,9 miliar. https://www.emitennews.com/news/melorot-211-persen-link-net-link-akhir-september-2023-berbalut-rugi-rp274-miliar ============================================================================= SHID Emiten hotel, PT Hotel Sahid Jaya International Tbk (SHID) menyiapkan alokasi belanja modal atau capital expenditure (Capex) Rp 35 miliar untuk tahun 2024. Dana capex tersebut digunakan untuk pengembangan hotel serta fasilitas pendukung lainnya. Direktur Utama Hotel Sahid Jaya International Hariyadi Sukamdini mengungkapkan, dana capex yang disiapkan tahun depan salah satunya digunakan untuk penambahan inventori kamar di portofolio hotel SHID yang berlokasi di Jakarta. “Kami renovasi terus-terusan karena kami gak boleh menghentikan operasi hotel. Untuk merenovasi 80 kamar berikut koridornya dan lain-lain, dalam perjalanannya bisa nambah, ada juga renovasi restoran,” ungkap Hariyadi, kepada Kontan.co.id, Minggu (3/12). https://industri.kontan.co.id/news/tambah-inventori-kamar-hotel-sahid-jaya-shid-siapkan-capex-rp-35-miliar-tahun-2024 ============================================================================= DMAS Memasuki akhir tahun 2023, pengembang Kota Deltamas yakni PT Puradelta Lestari Tbk. (DMAS) berencana menebar dividen interim senilai Rp578,37 miliar. Saat bersamaan, DMAS juga membidik kinerja prapenjualan tembus Rp1,8 triliun tahun ini. Seiring dengan rencana itu, DMAS juga membidik target marketing sales atau prapenjualan sebesar Rp1,8 triliun sepanjang tahun ini. Hingga kuartal III/2023, perseroan telah mengantongi nilai prapenjualan sebesar Rp1,37 triliun atau 76,16% dari target. Direktur dan Sekretaris Perusahaan DMAS Tondy Suwanto mengatakan bahwa capaian prapenjualan sepanjang Januari-September 2023 dikontribusikan oleh penjualan lahan sektor industri, serta sektor hunian dan komersial. https://market.bisnis.com/read/20231203/192/1720325/menakar-saham-dmas-di-tengah-geliat-bisnis-dan-dividen-interim-2023 ============================================================================= CHEM Perusahaan di bidang industri dan perdagangan kimia untuk tekstil, PT Chemstar Indonesia Tbk (CHEM) optimistis mampu meraup penjualan mencapai Rp 208 miliar pada 2024. Lantaran ekspansi perseroan ke sektor energi dilakukan pada tahun ini sudah mampu memberikan kontribusi terhadap total penjualan perseroan. Direktur Chemstar Indonesia (CHEM) Wenty Akbar Rasjid menyebut, angka tersebut meningkat 60% dibanding proyeksi omzet 2023, dengan kontributor utama masih pada lini bisnis bahan kimia tekstil sebesar Rp 128 miliar. “Sementara itu, penjualan pada lini bisnis energi di 2024 diperkirakan Rp 60 miliar dan agro chemical akan menyumbang Rp 20 miliar terhadap total penjualan 2024,” ungkap Wenty dalam keterangan pers, Minggu (3/12/2023). Wenty memproyeksikan, pada Kuartal IV-2023 Perseroan akan memperoleh tambahan nilai penjualan sebesar Rp15 miliar dari lini bisnis energi atau di luar core bisnis CHEM pada bidang perdagangan bahan kimia untuk tekstil. “Kami menargetkan omzet di sepanjang 2023 mencapai Rp130 miliar,” ucap Wenty. https://investor.id/market/347727/sukses-ekspansi-ke-sektor-energi-chemstar-chem-optimistis-raup-penjualan-rp-208-miliar