Daily News 21 November 2025
-
AMMN
Amman Mineral Internasional Tbk.
-
PT. Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT), anak usaha PT. Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN), resmi meraih sertifikasi internasional The Copper Mark untuk operasi Tambang Batu Hijau di Sumbawa Barat, NTB. Sertifikasi ini menegaskan bahwa seluruh rantai operasional Batu Hijau memenuhi tolok ukur global terkait praktik produksi tembaga yang bertanggung jawab, mencakup aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG). The Copper Mark sendiri merupakan kerangka jaminan yang dikembangkan khusus untuk industri tembaga guna memastikan kontribusi pelaku industri terhadap tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs) PBB.
Manajemen menekankan bahwa sertifikasi ini merupakan validasi pihak ketiga atas komitmen keberlanjutan Amman. Presiden Direktur AMNT, Rachmat Makkasau, menegaskan bahwa operasi Batu Hijau telah menerapkan praktik bertanggung jawab mulai dari pengelolaan lingkungan, penghormatan HAM, kepatuhan terhadap hukum, hingga pemberdayaan masyarakat sekitar tambang. Head of ESG AMNT, Richard Fischer, menambahkan bahwa sejak penandatanganan Letter of Commitment (LoC) dengan The Copper Mark dua tahun lalu, perusahaan melakukan continuous improvement untuk memenuhi 32 aspek penilaian yang dipersyaratkan, sehingga sistem keberlanjutan perusahaan semakin kuat dan terstruktur.
Secara strategis, capaian The Copper Mark memperkuat positioning Amman sebagai salah satu produsen tembaga global yang berstandar tinggi dalam ESG, sekaligus menunjukkan bahwa operasi tambang Indonesia mampu memenuhi standar keberlanjutan yang diakui internasional. Bagi pemangku kepentingan, sertifikasi ini menjadi sinyal positif terkait pengelolaan risiko lingkungan dan sosial, serta tata kelola yang lebih kredibel di mata investor, regulator, dan mitra global. Hal ini juga mengukuhkan kontribusi sektor pertambangan Indonesia dalam mendorong praktik bisnis beretika dan berkelanjutan di level global.
https://emitennews.com/news/kantongi-sertifikasi-the-copper-mark-ammn-komitmen-ini
-
SGRO
Sampoerna Agro Tbk
-
Grup Sampoerna Strategic lewat Twinwood Family Holdings resmi menjual seluruh kepemilikan 65,721% saham di PT. Sampoerna Agro Tbk. (SGRO) kepada AGPA Pte. Ltd., anak usaha Posco International asal Korea Selatan. Transaksi ini mengalihkan kendali SGRO ke Posco Group dan akan diikuti mandatory tender offer kepada pemegang saham publik sesuai ketentuan OJK. Manajemen Sampoerna menyebut Posco International dipilih karena dinilai mampu melanjutkan tren positif kinerja SGRO dan menjadi “rumah baru” yang baik bagi perusahaan dan karyawannya.
Bagi Grup Sampoerna, pelepasan saham SGRO adalah langkah merapikan portofolio dan memfokuskan sumber daya ke lini bisnis lain seperti Bank Sahabat Sampoerna, Sampoerna Kayoe, Sampoerna Land, dan Putera Sampoerna Foundation, sekaligus membuka ruang menjajaki sektor-sektor baru yang potensial di Indonesia. Di sisi lain, bagi Posco International, akuisisi mayoritas SGRO semakin memperkuat eksposur mereka di agribisnis sawit Indonesia, melengkapi portofolio yang sudah ada lewat Bio Inti Agrindo dan fasilitas pengolahan CPO dan rafinasi di Papua Selatan dan Balikpapan.
Secara fundamental, momentum SGRO sedang kuat: pada semester I 2025 laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk melonjak lebih dari 200% YoY dengan penjualan tumbuh sekitar 45% YoY, sejalan dengan posisi Indonesia sebagai produsen sekitar 60% minyak sawit dunia dan eksportir sekitar 50% CPO global. Dengan pemegang kendali baru yang punya kapasitas finansial dan jaringan global, pasar akan menilai sejauh mana Posco dapat mengakselerasi ekspansi, memperkuat rantai pasok, dan menambah nilai bagi pemegang saham minoritas melalui strategi hilirisasi dan efisiensi operasional jangka panjang.
https://emitennews.com/news/lepas-sgro-ini-penjelasan-grup-sampoerna -
TBIG
Tower Bersama Infrastructure Tbk.
-
PT. Tower Bersama Infrastructure Tbk. (TBIG) berencana menerbitkan surat utang total Rp2,2 triliun yang terdiri dari Obligasi Berkelanjutan VII Tahap II senilai Rp1,6 triliun dan Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Tahap II senilai Rp600 miliar. Obligasi dibagi dua seri: Seri A Rp347,98 miliar dengan kupon tetap 5,50% tenor 3 tahun dan Seri B Rp1,25 triliun dengan kupon 5,85% tenor 5 tahun, dengan pembayaran bunga tiap tiga bulan dan jatuh tempo masing-masing pada 4 Desember 2028 (Seri A) dan 4 Desember 2030 (Seri B). Sukuk Ijarah juga terdiri dari dua seri: Seri A Rp200 miliar dengan cicilan imbalan Rp11 miliar per tahun (setara Rp55 juta per Rp1 miliar) tenor 3 tahun dan Seri B Rp400 miliar dengan cicilan imbalan Rp23,40 miliar per tahun (Rp58,50 juta per Rp1 miliar) tenor 5 tahun, dibayar per kuartal.
Secara strategis, aksi ini berorientasi pada refinancing dan pengelolaan profil utang. Sekitar Rp1,24 triliun atau 78,1% dari hasil bersih obligasi akan digunakan untuk melunasi Obligasi Berkelanjutan VI Tahap IV Seri A yang jatuh tempo 13 Desember 2025, sementara sisanya dialokasikan untuk pembayaran sebagian pokok pinjaman ke PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI). Dana hasil sukuk ijarah juga difokuskan untuk pelunasan sebagian fasilitas pinjaman BNI pada saat jatuh tempo. Dengan skema ini, TBIG pada dasarnya menggulirkan utang jangka pendek/menengah menjadi instrumen pasar modal dengan tenor 3?5 tahun, sekaligus menjaga akses pendanaan syariah melalui sukuk.
Dari sudut pandang struktur permodalan, penerbitan ini tidak menambah leverage secara agresif, melainkan lebih pada reprofiling kewajiban keuangan dan diversifikasi sumber dana (obligasi, sukuk, dan pinjaman bank). Kupon di kisaran 5,50?5,85% relatif moderat untuk instrumen IDR tenor menengah, yang berpotensi menstabilkan biaya bunga jangka menengah di tengah kemungkinan volatilitas suku bunga ke depan. Jadwal penawaran umum berlangsung 28 November?1 Desember 2025, dengan pencatatan di BEI pada 5 Desember 2025, sehingga instrumen ini bisa menjadi alternatif bagi investor pendapatan tetap yang mencari eksposur ke sektor menara telekomunikasi dengan profil kas yang relatif defensif.
https://emitennews.com/news/tbig-jajakan-surat-utang-rp22-triliun-bunga-585-persen
-
UNTR
United Tractors Tbk
-
PT. United Tractors Tbk. (UNTR), melalui anak usaha PT. Energia Prima Nusantara (EPN) dan entitas PT. Uway Energi Perdana (UEP), memacu produksi energi hijau lewat PLTM Besai Kemu di Way Kanan, Lampung, dengan kapasitas 2 × 3,5 MW. Pembangkit ini secara konsisten memasok sekitar 33,4 GWh per tahun ke PLN dan berpotensi melampaui 40 GWh pada 2025, dengan proyeksi akhir tahun di kisaran 44,5?45 GWh, jauh di atas komitmen awal sekitar 39 GWh. Kinerja tersebut didukung kombinasi faktor alam (curah hujan tinggi) dan peningkatan operasional di level pembangkit.
Secara teknis dan finansial, PLTM Besai Kemu dibangun dengan skema Build, Own, and Operate (BOO) sejak Februari 2021 dengan nilai investasi sekitar Rp250?300 miliar, dan telah beroperasi komersial (COD) sejak 8 Januari 2024 berdasarkan perjanjian pasokan listrik 20 tahun dengan PLN. Tipe pembangkit run-of-river membuat pembangkit hanya “meminjam” air sungai dan mengembalikannya lagi, sehingga dampak terhadap ekosistem relatif minimal. Optimalisasi produksi juga diperkuat dengan mekanisasi pembersihan sampah di aliran sungai, yang meningkatkan efisiensi aliran air dan output listrik. PLTM ini mampu memasok kebutuhan listrik setara 16.000?22.000 rumah tangga per tahun, memperkuat ketahanan energi regional.
Dari perspektif transisi energi dan ESG, PLTM Besai Kemu menjadi bagian penting strategi transformasi United Tractors Group menuju portofolio yang lebih rendah karbon. Kontribusi pengurangan emisi diestimasikan mencapai sekitar 41.023 ton CO₂ per tahun, setara penanaman ±1,86 juta pohon, dan diperkuat dengan program tanggung jawab sosial seperti penanaman pohon dan distribusi bibit buah bernilai ekonomis kepada masyarakat sekitar. Kolaborasi dengan BUMDes dan pengembangan ekonomi sirkular menunjukkan bahwa proyek ini bukan hanya soal suplai listrik hijau, tetapi juga penguatan ekonomi lokal dan hubungan jangka panjang dengan komunitas di sekitar wilayah operasi.
https://industri.kontan.co.id/news/united-tractors-untr-memacu-produksi-energi-hijau-pltm-besai-kemu-di-lampung