Daily News 28 January 2026

January 28, 2026 No. 2976

INCO

Vale Indonesia Tbk.

PT. Vale Indonesia Tbk. (INCO) menegaskan komitmennya menjalankan praktik pertambangan berkelanjutan dalam pengembangan proyek Indonesia Growth Project (IGP) Pomalaa di Kolaka, Sulawesi Tenggara. Hingga akhir 2025, kegiatan perseroan masih berada pada tahap konstruksi, dengan rencana penambangan dimulai pada 2026.

Direktur dan Chief of Sustainability and Corporate Affairs Officer INCO, Budiawansyah, menyatakan penerapan good mining practice menjadi prinsip utama perseroan, termasuk dalam aspek perlindungan lingkungan serta kesehatan dan keselamatan masyarakat. “Kami berkomitmen terhadap pengelolaan pertambangan yang baik untuk mendukung pembangunan berkelanjutan dan terbuka terhadap masukan konstruktif,” ujarnya, Senin (26/1/2026).

https://emitennews.com/news/proyek-pomalaa-jalan-terus-inco-klaim-praktik-tambang-berkelanjutan

MLBI

Multi Bintang Indonesia Tbk

PT. Multi Bintang Indonesia Tbk. (MLBI) memperluas portofolio bisnisnya dengan mengakuisisi hampir seluruh saham PT. Karya Distilindo Sejahtera (KDS). Aksi korporasi ini dilakukan pada 26 Januari 2026 melalui pembelian 99,9 persen saham KDS. Presiden Direktur MLBI Roland Bala mengungkapkan, keputusan akuisisi diambil setelah melalui proses negosiasi awal dengan para pemegang saham KDS.

“Berdasarkan hasil negosiasi awal dengan pihak KDS, MLBI memutuskan untuk membeli 99,9 persen saham dalam KDS dengan harga pembelian saham yang tidak akan melebihi Rp15 miliar,” ujarnya dalam penjelasannya melalui keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia, Selasa, 27 Januari 2026. Saham KDS tersebut dibeli dari empat pemegang saham, yakni Tri Susila, Jessica Laetitia, King Purbaya Suwangsa, serta I Made Tjandi Sugiharto. Roland menegaskan, transaksi ini bukan merupakan transaksi afiliasi.

https://emitennews.com/news/mlbi-akuisisi-999-persen-saham-kds-segini-nilai-transaksinya

RMKO

Royaltama Mulia Kontraktorindo Tbk.

PT. Royaltama Mulia Kontraktorindo Tbk. (RMKO), emiten yang berfokus pada penyediaan jasa penambangan serta kontraktor konstruksi infrastruktur logistik batubara, saat ini menyajikan sebuah anomali finansial yang signifikan di pasar modal Indonesia. Di tengah tren kenaikan harga saham yang agresif, laporan keuangan perusahaan justru menunjukkan kondisi "distress" jika dianalisis sebagai entitas mandiri.

Fenomena ini dipicu oleh pemisahan total (decoupling) antara nilai pasar dengan efisiensi operasional, di mana defisit arus kas ditutup melalui dukungan likuiditas internal grup yang kini mulai mendekati batas atas (ceiling) yang ditetapkan oleh kreditur eksternal. Berdasarkan data laporan keuangan per 30 September 2025, RMKO mengalami gangguan serius pada efisiensi biaya.

Perusahaan mencatatkan pendapatan sebesar Rp219,38 miliar, namun beban pokok pendapatan membengkak secara tidak proporsional menjadi Rp260,71 miliar. Secara fundamental, ini menghasilkan rasio biaya terhadap pendapatan sebesar 118,8 persen.

https://emitennews.com/news/paradoks-valuasi-rmko-yang-melambung-di-tengah-tekanan-likuiditas

WIFI

Solusi Sinergi Digital Tbk.

PT. Telemedia Komunikasi Pratama, entitas usaha PT. Solusi Sinergi Digital Tbk. (WIFI), secara resmi mengumumkan keberhasilan pelaksanaan Uji Laik Operasi (ULO) sekaligus perolehan lisensi operasional untuk layanan Fixed Wireless Access (FWA) “IRA ? Internet Rakyat” berbasis pita frekuensi 1,4 GHz. Dengan capaian ini, layanan IRA dinyatakan siap untuk segera diluncurkan dan dioperasikan secara komersial.

Keberhasilan ULO dan perolehan perijinan menjadi key milestone strategis PT. Telemedia Komunikasi Pratama yang menandai kesiapan penuh Perusahaan untuk segera menghadirkan layanan FWA berbasis pita frekuensi 1,4 GHz pertama di dunia secara komersial karena telah memenuhi seluruh persyaratan teknis, operasional, dan regulasi. Capaian ini menjadi tonggak penting dalam pengembangan layanan akses internet nirkabel tetap yang inovatif, inklusif, dan berkelanjutan di Indonesia.

Pelaksanaan ULO yang telah diselesaikan dengan hasil memuaskan ini merupakan kelanjutan dari keberhasilan PT. Telemedia Komunikasi Pratama dalam memenangkan lelang pita frekuensi 1,4 GHz pada Oktober 2025. Dalam proses ULO, dilakukan pengujian menyeluruh yang mencakup performa jaringan, stabilitas dan kualitas koneksi, keandalan sistem, serta kesiapan infrastruktur pendukung layanan.

Hasil uji kecepatan yang dilakukan menggunakan perangkat laptop maupun ponsel menunjukkan bahwa produk layanan “IRA ? Internet Rakyat” mampu melampaui standar kecepatan unduh minimum yang ditetapkan oleh KOMDIGI, yaitu up-to 100 Mbps. Seluruh rangkaian pengujian telah membuktikan bahwa produk layanan yang diberikan memenuhi standar kualitas layanan, keandalan jaringan, serta ketentuan regulator yang berlaku, sehingga secara resmi memperoleh lisensi operasional.

https://emitennews.com/news/sukses-uji-laik-dan-raih-lisensi-entitas-wifi-siap-luncurkan-ira