Daily News 09 February 2026

February 09, 2026 No. 2984

BRIS

Bank Syariah Indonesia Tbk.

PT. Bank Syariah Indonesia Tbk. (BRIS) sepanjang 2025 mengemas laba bersih Rp7,56 triliun. Melesat 8 persen dari periode sama tahun lalu Rp7 triliun. Denna hasil itu, laba per saham dasar dan dilusian ikut melesat menjadi Rp164,05 dari sebelumnya Rp151,88. Pendapatan dari jual beli Rp14,51 triliun, naik tipis dari Rp13,4 triliun. Pendapatan dari bagi hasil Rp10,12 triliun, melejit dari Rp8 triliun. Pendapatan dari ijarah Rp128,53 miliar, susut dari Rp192,12 miliar.

Pendapatan usaha utama lainnya Rp3,5 triliun, turun dari Rp3,7 triliun. Hak pihak ketiga atas bagi hasil Rp9,13 triliun, bengkak dari Rp7,88 triliun. Hak bagi hasil milik bank Rp19,12 triliun, menanjak dari Rp17,4 triliun. Total pendapatan usaha lainnya Rp6,93 triliun, surplus dari Rp5,55 triliu. Itu meliputi pendapatan imbalan jasa perbankan Rp4,63 triliun, naik dari Rp3,67 triliun.

Keuntungan investasi surat berharga Rp1 triliun, melejit dari Rp587,19 miliar. Pendapatan lainnya Rp1,3 triliun, naik tipis dari akhir 2024 senilai Rp1,29 triliun. 

https://emitennews.com/news/tumbuh-minimalis-bris-2025-tabulasi-laba-rp756-triliun

IMAS

Indomobil Sukses Internasional Tbk.

PT. Indomobil Sukses Internasional Tbk. (IMAS), emiten otomotif di bawah Grup Salim, mengungkapkan adanya aksi korporasi baru melalui penandatanganan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dengan mitra internasional di sektor kendaraan bermotor roda empat. Direktur Utama IMAS, Jusak Kertowidjojo, menyatakan positifnya dampak kejadian, informasi, atau fakta material tersebut terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha emiten. 

“Perluasan portofolio dan kolaborasi strategis untuk menjawab kebutuhan masa depan yang akhirnya akan meningkatkan kinerja usaha Indomobil Group,” ujar Jusak Kertowidjojo dikutip Minggu (8/2/2026). Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam laporan informasi atau fakta material tertanggal 5 Februari 2026. 

https://emitennews.com/news/emiten-grup-salim-imas-buka-kerja-sama-baru-dengan-entitas-tiongkok

PANI

Pantai Indah Kapuk Dua Tbk.

PT. Pantai Indah Kapuk Dua Tbk. (PANI) sepanjan 2025 mencatat pra penjualan Rp4,3 triliun setara capaian 100 persen. Capaian itu, mencerminkan ketahanan fundamental bisnis, efektivitas strategi pengembangan kawasan di tengah dinamika makroekonomi, dan penyesuaian siklus industri properti nasional. Segmen residensial menjadi kontributor terbesar Rp2,0 triliun atau 47 persen, diikuti kaveling tanah komersial Rp1,2 triliun atau 28 persen, dan produk komersial Rp1,07 triliun alias 25 persen.

Kinerja itu, menunjukkan permintaan terhadap hunian terintegrasi, dan kawasan komersial strategis PIK2 tetap terjaga, seiring preferensi konsumen makin selektif, dan berorientasi pada kualitas. Sepanjang 2025, PANI memasarkan berbagai proyek unggulan. Pada segmen residensial, proyek-proyek utama meliputi Bukit Nirmala, Pantai Bukit Villa, Padma, Pasadena Spring, Ilona@Pasadena Hills, Sapporo Residences, Pasir Putih Residences, Rumah Milenial, dan Permata Hijau Residences. 

https://emitennews.com/news/sesuai-target-pani-sepanjang-2025-catat-marketing-sales-rp43-triliun

SDRA

Bank Woori Saudara Indonesia 1906 Tbk.

PT. Bank Woori Saudara Indonesia Tbk. (SDRA) melakukan perombakan besar di jajaran manajemen. Melalui Rapat Umum Pemegang Saham, perseroan resmi mengganti Presiden Direktur sekaligus merombak formasi direksi dan dewan komisaris. Rapat menyetujui pengunduran diri Kim Eungchul, warga Korea itu dari jabatan Presiden Direktur terhitung sejak penutupan rapat.

Bersamaan dengan itu, pemegang saham menetapkan Han Chang Sik sebagai Presiden Direktur baru, menggantikan posisi pucuk pimpinan perseroan. Pergantian tidak berhenti di satu kursi. SDRA juga mengangkat Moon Sungwon sebagai direktur baru. Moon akan mulai efektif menjalankan tugas setelah dinyatakan lulus uji kemampuan dan kepatutan (fit and proper test) Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Kemudian, rapat turut memberhentikan Benny Sudarsono Tan dan Edwin Suleman dari jabatan direktur. Kendati demikian, keduanya tetap menjabat hingga RUPS Tahunan 2025, dengan masa kerja efektif berakhir pada RUPS Tahunan 2026.

https://emitennews.com/news/ganti-presiden-direktur-sdra-kocok-ulang-direksi-dan-komisaris