Daily News 20 February 2026

February 20, 2026 No. 2991

ADMF

Adira Dinamika Multi Finance Tbk.

PT. Adira Dinamika Multi Finance Tbk. (ADMF) sepanjang 2025 mengemas laba Rp1,54 triliun. Mengalami koreksi tipis 14,91 persen dari episode akhir 2024 senilai Rp1,81 triliun. Dengan hasil itu, laba per saham dasar turun ke level Rp1.253 dari sebelumnya Rp1.538. Total pendapatan Rp12,12 triliun, surplus 2,88 persen dari posisi sama tahun sebelumnya Rp11,78 triliun. Itu meliputi pembiayaan konsumen Rp7,55 triliun, naik dari Rp7,15 triliun.

Marjin murabahah Rp1,71 triliun, susut dari Rp1,93 triliun. Bagi hasil musyarakah mutanaqisah Rp394,32 miliar, menelejit dari Rp350,11 miliar. Sewa pembiayaan Rp421 miliar, naik dari Rp266 miliar. Total beban Rp10,14 triliun, bengkak dari Rp9,5 triliun. Itu terdiri dari gaji dan tunjangan Rp3,33 triliun, naik dari Rp2,9 triliun. Beban bunga dan keuangan Rp1,37 triliun, turun dari Rp1,42 triliun.

Pembiayaan konsumen Rp1,89 triliun, susut dari Rp1,94 triliun. Pembiayaan murabahah Rp500,47 miliar, susut dari Rp561,4 miliar.

https://emitennews.com/news/susut-15-persen-laba-admf-2025-tersisa-rp154-triliun

ELSA

Elnusa Tbk

PT. Elnusa Tbk. (ELSA) mencatatkan kinerja operasional solid di sepanjang 2025. Pada segmen geosains, perseroan menyelesaikan survei seismik onshore seluas 596,6 km². Di lini drilling services, Modular Rig Elnusa menuntaskan pengeboran sembilan sumur, sementara pada well services dilakukan pengujian produksi di 16.130 sumur serta pengoperasian HWU pada 160 sumur.

Kinerja intervensi dan logging juga konsisten, dengan realisasi cementing di 453 sumur, coiled tubing di 875 sumur, serta 1.298 pekerjaan wireline logging. Dari sisi proyek, Elnusa berhasil menyelesaikan sejumlah proyek strategis lebih cepat dari jadwal, mencerminkan efisiensi dan disiplin eksekusi.

Pemanfaatan teknologi seperti Casing While Drilling, Chronoflux Technology, dan Dual Velocity String semakin memperkuat kontribusi Elnusa dalam mendukung target produksi migas nasional 1 juta barel per hari, sekaligus menegaskan komitmen perseroan terhadap ketahanan energi nasional.

https://emitennews.com/news/andalkan-inovasi-elnusa-perkuat-dukungan-produksi-migas-pertamina

GTSI

GTS Internasional Tbk.

PT. GTS Internasional Tbk. (GTSI), emiten yang terafiliasi dengan Humpuss Group milik Hutomo Mandala Putra mengumumkan pengunduran diri pucuk pimpinan mereka, Presiden Direktur I Gusti Ngurah Askara Danadiputra. Pengunduran diri I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra (Ari Askhara) dari GTSI ini diambil usai dirinya ditetapkan sebagai Direktur Utama HUMI melalui RUPSLB HUMI pada 14 Januari 2026, menggantikan Tirta Hidayat. Selain Presiden Direktur, Direktur Dira K. Mochtar juga turut mengajukan pengunduran diri.

Perseroan menyampaikan bahwa surat pengunduran diri keduanya telah diterima pada 12 Februari 2026 dengan alasan pertimbangan profesional. Corporate Secretary GTSI, Tuti Yuliyani dalam keterangan tertulisnya dikutip Kamis (19/2/2026), menyatakan, “Pengunduran diri tersebut efektif setelah mendapat persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) Perseroan yang akan diselenggarakan pada 26 Februari 2026”.

https://emitennews.com/news/humpuss-group-gtsi-umumkan-mundurnya-presdir-ari-askhara

INET

Sinergi Inti Andalan Prima Tbk.

PT. Abadi Kreasi Unggul terus menimbun saham PT. Sinergi Inti Andalan Prima Tbk. (INET). Itu ditunjukkan dengan menjala 125.925.399 helai alias 125,92 juta eksemplar. Transaksi akumulasi tersebut telah dipatenkan pada 13 Februari 2026. Transaksi pembelian dilakukan dengan harga pelaksanaan Rp377 per lembar. Dengan skema harga itu, Abadi Kreasi cukup meneluarkan dana sekitar Rp47,47 miliar.

Sebagai konsekuensi dari transaksi itu, timbunan saham INET dalam pangkuan Abadi Kreasi makin tebal. Tepatnya, menjadi 13,1 miliar lembar alias setara dengan 58,55 persen. Bertambah 0,56 persen episode sebelum transaksi dengan koleksi sebanyak 12,97 miliar eksemplar. Nah, timbunan saham INET dalam genggaman Abadi Kreasi sebelum transaksi setara dengan 57,99 persen. 

https://emitennews.com/news/pengendali-beraksi-saham-inet-terus-melaju