Daily News 11 March 2026
-
BBNI
Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk.
-
PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) bakal menebar dividen Rp13,03 triliun. Alokasi dividen itu diambil sekitar 65 persen alias dividen payout ratio (DPR) dari koleksi laba bersih tahun buku 2025 senilai Rp20,04 triliun. So, para pemodal akan mendapat santunan dividen Rp349,41 per lembar. Dengan demikian, kalau mengacu penutupan perdagangan saham perseroan edisi Selasa, 10 Maret 2026 di level Rp4.260 per helai, maka divden yield perseroan sekitar 8,2 persen.
Selanjutnya, 35 persen setara Rp7,01 triliun dari laba bersih dicatat sebagai saldo laba ditahan dengan alokasi penggunaan belum ditentukan. Rencana pembagian dividen tunai untuk periode tahun buku 2025 sesuai dengan hasil RUPS Tahunan pada 9 Maret 2026. Dan, rincian pembagian dividen tahun buku 2025 menjadi sebagai berikut. Cum dividen pasar reguler dan pasar negosiasi pada 17 Maret 2026. Ex dividen pasar reguler dan pasar negosiasi pada 25 Maret 2026.
https://emitennews.com/news/bbni-tabur-dividen-rp1302-triliun-cum-date-17-maret-2026
-
BMRI
Bank Mandiri (Persero) Tbk
-
PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) terus menjaga kinerja bisnis solid awal 2026. Itu seiring peningkatan aktivitas transaksi masyarakat, dan penguatan layanan digital perseroan. Hingga Februari 2026, bank berlogo pita emas itu, mencatat pertumbuhan bisnis tetap sehat, ditopang penguatan fungsi intermediasi, peningkatan aktivitas transaksi nasabah, dan akselerasi digitalisasi layanan keuangan.
Kinerja tersebut tercermin dari penyaluran kredit mencapai Rp1.513,1 triliun atau tumbuh 15,7 persen secara tahunan alias year-on-year (YoY). Pertumbuhan itu, turut diikuti penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) mencapai Rp1.644,8 triliun, meningkat 16,3 persen YoY, mencerminkan kepercayaan nasabah terus terjaga terhadap layanan Bank Mandiri.
Direktur Finance & Strategy Bank Mandiri Novita Widya Anggraini mengatakan bahwa peningkatan kinerja tersebut sejalan dengan semakin aktifnya transaksi nasabah di berbagai kanal layanan Bank Mandiri, khususnya melalui platform digital.
https://emitennews.com/news/melejit-167-persen-februari-2026-bmri-raup-laba-rp89-triliun
-
SMGR
Semen Indonesia (Persero) Tbk.
-
PT. Semen Indonesia (Persero) Tbk. (SMGR) membuka peluang bisnis baru yang mendukung pertumbuhan perusahaan dengan terjun ke bisnis soil stabilization. Perseroan menggandeng perusahaan asal Jepang, Taiheiyo Cement Corporation. Kolaborasi dua perusahaan bahan bangunan terkemuka di Asia tersebut diharapkan menjadi solusi bagi penanganan masalah kontur tanah yang berbeda-beda.
Perbedaan kontur tanah tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi pembangunan konstruksi yang kokoh dan mampu beradaptasi dengan kondisi alam di Indonesia. Soil stabilization adalah material yang dirancang untuk memadatkan tanah lunak, seperti tanah ekspansif, tanah gambut, tanah berorganisme tinggi, tanah liat laut, dan tanah liat serpihan.
https://emitennews.com/news/gandeng-taiheiyo-cement-smgr-terjun-ke-bisnis-soil-stabilization
-
TOBA
TBS Energi Utama Tbk.
-
Emiten energi yang tengah bertransformasi menuju bisnis berkelanjutan, PT. TBS Energi Utama Tbk. (TOBA), mengumumkan rencana besar untuk memperkuat struktur permodalan sekaligus menjaga stabilitas nilai saham di pasar. Perseroan menjadwalkan pelaksanaan Penambahan Modal dengan memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) atau right issue serta pembelian kembali saham (buyback) dalam waktu dekat.
Dua aksi korporasi ini menjadi sinyal kuat dedikasi manajemen dalam mendanai pilar bisnis baru, yakni kendaraan listrik (EV), energi terbarukan (EBT), dan pengelolaan limbah (waste management). Berdasarkan keterbukaan informasi yang diterbitkan pada 10 Maret 2026, TOBA berencana menerbitkan sebanyak-banyaknya 1.390.000.000 (1,39 miliar) saham baru dengan nilai nominal Rp50 per saham.
Dana yang dihimpun dari aksi ini akan dialokasikan sepenuhnya untuk mendukung ekspansi usaha di sektor strategis rendah karbon.
https://emitennews.com/news/tbs-energi-toba-siapkan-right-issue-dan-buyback-jumbo