Daily News 16 March 2026

March 16, 2026 No. 3007

ASII

Astra International Tbk

PT. Astra International Tbk. (ASII) akan melalukan buyback saham maksimal senilai Rp2 triliun. Buyback dilakukan sejalan upaya pemerintah menjaga kepercayaan terhadap pasar modal domestik. Buyback dilakukan dilakukan dalam tempo tiga bulan. Itu berlaku sejak 16 Maret 2026 hingga 15 Juni 2026.

Jumlah saham akan dibeli kembali tidak akan melebihi 20 persen dari jumlah modal ditempatkan dan disetor perseroan, dengan tetap memperhatikan ketentuan jumlah saham free float setelah buyback tidak akan menjadi kurang dari 7,5 persen. Anggaran buyback itu, di luar biaya transaksi seperti komisi perantara pedagang efek dan biaya lain berhubungan dengan pelaksanaan pembelian kembali saham.

Dana tersebut dari kas internal perusahaan, bukan dari pinjaman maupun dana hasil penawaran umum.

https://emitennews.com/news/astra-asii-buyback-rp2-triliun-berikut-ini-waktunya

BBTN

Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk

PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. (BBTN) terus mengakselerasi transformasi bisnis untuk memperkuat layanan kepada nasabah. Salah satunya dengan melakukan ekspansi secara efisien melalui pembaruan operasional kredit, modernisasi kantor cabang, dan pengembangan layanan digital. Direktur Operations BTN I Nyoman Sugiri Yasa mengatakan, transformasi tersebut merupakan bagian dari implementasi visi baru BTN untuk periode 2025?2029.

Yakni menjadi "Mitra Utama dalam Pemberdayaan Finansial Keluarga Indonesia". Visi tersebut dijalankan melalui sejumlah strategi dalam corporate plan. Di antaranya, memperkuat mesin pendanaan berkelanjutan (sustainable funding), dan meningkatkan proposisi produk dan cross selling. Lalu, menghadirkan layanan perbankan lengkap (full banking services) dengan pengalaman nasabah lebih baik.

"Kami akan mengubah image itu bahwa bank BTN bisa memberikan layanan full banking services. Artinya kalau finansial keluarga itu, ada pembiayaan, investasi, transaksi, dan segala macam kebutuhan perbankan lainnya. Apalagi di era digital sekarang ini," kata Nyoman dalam acara Talk Show & Anugerah Jurnalistik dan Foto BTN 2026 di Ballroom Menara 1 BTN, Jakarta, Jumat (13/3).

https://emitennews.com/news/btn-ubah-wajah-layanan-ekspansi-ditopang-operasional-modern

PANI

Pantai Indah Kapuk Dua Tbk.

PT. Pantai Indah Kapuk Dua Tbk. (PANI), pengelola dan pengembang kawasan kondominium PIK2, menyetorkan tambahan modal senilai Rp701,54 miliar kepada tiga anak usahanya yang bergerak di sektor real estat. Tiga anak usaha tersebut adalah PT. Panorama Eka Tunggal (PET), PT. Cahaya Inti Sentosa (CIS), dan PT. Karunia Utama Selaras (KUS).

Sekretaris Perusahaan PANI, Christy Grassela, dalam keterangan tertulisnya, Jumat (13/3/2026),  menjelaskan suntikan tersebut diberikan untuk memperkuat struktur permodalan sekaligus mendukung pengembangan proyek-proyek real estat yang dikelola ketiga entitas anak tersebut.

"Guna mendukung kegiatan operasional serta pengembangan proyek-proyek real estat berskala besar yang dikelola oleh PET, CIS, dan KUS, sejalan dengan strategi pengembangan dan pemekaran kegiatan usaha Perseroan di kawasan PIK2,” ujar Christy.

https://emitennews.com/news/pantai-indah-kapuk-dua-pani-suntik-rp7015-miliar-ke-tiga-anak-usaha

SRTG

Saratoga Investama Sedaya Tbk.

PT. Saratoga Investama Sedaya Tbk. (SRTG) sepanjang 2025 mengemas laba bersih Rp7,31 triliun. Melonjak 122,18 persen dari periode sama tahun sebelumnya Rp3,29 triliun. Dengan hasil itu, laba per saham dasar dan dilusian merket menjadi Rp540 dari sebelumnya Rp243. Keuntungan bersih atas investasi pada saham dan efek lainnya Rp4,13 triliun, melejit 180,95 persen dari akhir 2024 senilai Rp1,47 triliun.

Penghasilan dividen dan bunga Rp2,86 triliun, susut dari Rp3,84 triliun. Penghasilan lainnya Rp11,17 miliar, turun dari Rp14,99 miliar. Perubahan nilai wajar properti investasi Rp678 juta, naik dari Rp476 juta. Beban usaha Rp232,55 miliar, naik tipis dari Rp232,2 miliar. Beban lainnya Rp10,56 miliar, bengkak dari Rp9,46 miliar.

Kerugian bersih selisih kurs Rp1,04 miliar, susut dari Rp32,14 miliar. Rugi bersih atas instrumen keuangan derivatif lainnya Rp387 juta, bengkak dari Rp318 juta. 

https://emitennews.com/news/melesat-122-persen-2025-srtg-koleksi-laba-rp731-triliun