Daily News 14 April 2026

April 14, 2026 No. 3022

BBRI

Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.

PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) bakal menebar dividen Rp52,1 triliun. Alokasi dividen jumbo itu setara 92 persen dari torehan laba bersih tahun buku 2025 senilai Rp56,65 triliun. Dengan demikian, para investor akan mengenyam dividen tunai Rp346 per lembar. Guyuran dividen itu, sudah termasuk dividen interim senilai Rp20,63 triliun setara 137 per saham yang telah dicairkan pada 15 Januari 2026.

Dengan begitu, para pemodal akan menerima sisa dividen Rp31,47 triliun alias selevel dengan Rp209 per eksemplar. Selanjutnya, sisa dividen Rp4,55 triliun alias 8 persen ditetapkan sebagai saldo laba ditahan. Rencana pembagian dividen tunai tahun buku 2025 itu, sesuai dengan hasil RUPS Tahunan pada 10 April 2026 sebagai berikut. Cum dividen pasar reguler dan pasar negosiasi pada 20 April 2026. 

https://emitennews.com/news/bbri-tabur-sisa-dividen-rp206-per-lembar-cum-date-20-april

ERAA

Erajaya Swasembada Tbk.

Di tengah tekanan daya beli masyarakat dan dinamika global yang masih berlanjut, kinerja industri ritel tidak sepenuhnya mengalami perlambatan. Sejumlah pelaku usaha masih mampu mencatatkan pertumbuhan, ditopang oleh kekuatan segmen konsumen tertentu yang relatif lebih tahan terhadap tekanan ekonomi. Dalam konteks tersebut, sejumlah pelaku ritel masih mencatatkan pertumbuhan positif. Salah satunya, PT. Erajaya Swasembada Tbk. (ERAA).

Berdasarkan Laporan Keuangan Konsolidasian perusahaan, PT. Erajaya Swasembada Tbk. (ERAA) mencatat pertumbuhan pendapatan sebesar 17,35 persen secara tahunan pada 2025, dengan total pendapatan melampaui Rp76,6 triliun dan kinerja laba yang tetap terjaga. Capaian ini mencerminkan tidak hanya pertumbuhan yang solid, tetapi juga ketahanan dan keberlanjutan model bisnis di tengah kondisi pasar yang menantang.

Reydi Octa, Pengamat Pasar Modal menilai bahwa ketahanan tersebut tidak terlepas dari karakteristik segmen pasar yang disasar. “Kinerja ritel yang tetap tumbuh signifikan menunjukkan bahwa segmen menengah ke atas masih kuat saat daya beli melemah, karena daya tahan mereka lebih stabil dan tidak terlalu sensitif terhadap tekanan inflasi. Namun, ini bukan satu-satunya faktor, eksekusi produk dan distribusi tetap dominan,” ujarnya.

https://emitennews.com/news/market-mid-upper-stabil-belanja-pendapatan-erajaya-naik-1735-persen

TLKM

Telkom Indonesia (Persero) Tbk.

PT. Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) dan PT. Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk. (PGAS) atau PGN menjalin kolaborasi strategis untuk integrasi infrastruktur digital dengan pasokan energi rendah karbon melalui penandatanganan nota kesepahaman pada 10 April 2026 di Jakarta oleh Direktur Utama Telkom Dian Siswarini dan Direktur Utama PGN Arief Kurnia Risdianto.

Kerja sama ini difokuskan pada pemanfaatan biomethane sebagai sumber energi hijau guna mendukung operasional green data center TelkomGroup sekaligus mempercepat pengembangan ekosistem digital berkelanjutan. Dalam kolaborasi tersebut, Telkom berperan sebagai pengembang ekosistem digital dan data center yang membutuhkan pasokan energi rendah emisi, sementara PGN menyediakan energi biomethane yang berasal dari limbah minyak kelapa sawit di wilayah Sumatra.

https://emitennews.com/news/tlkm-pgn-garap-green-data-center-cikarang-hingga-surabaya-masuk-radar

TPIA

Chandra Asri Pacific Tbk.

PT. Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA) mencatatkan kinerja impresif sepanjang kuartal I 2026. Hal itu terlihat dengan capaian EBITDA sebesar USD421 juta, tertinggi sepanjang sejarah perusahaan. Selain itu, TPIA juga berhasil meraup laba bersih mencapai USD205 juta. Corporate Secretary TPIA, Erri Dewi Riani, membeberkan kinerja impresif tersebut selaras dengan keberhasilan integrasi sejumlah aset strategis, termasuk akuisisi kilang Shell di Singapura serta jaringan ritel ExxonMobil.

Lalu, lanjut Erri, TPIA juga berhasil mencatat likuiditas yang solid sebesar USD3,8 miliar. Kondisi tersebut, memungkinkan perseroan tetap mampu menjaga stabilitas operasional sekaligus mendukung ekspansi bisnis di tengah volatilitas pasar energi dan kimia global.

https://emitennews.com/news/tpia-raih-ebitda-usd421-juta-tertinggi-sepanjang-sejarah-perusahaan