Daily News 16 April 2026
-
ANTM
Aneka Tambang Tbk.
-
Lembaga pemeringkat efek Pefindo menegaskan peringkat idAA dengan prospek stabil untuk PT. Aneka Tambang (Persero) Tbk. (ANTM). Peringkat tersebut terutama mencerminkan tingkat dukungan yang sangat kuat dari induk usahanya, PT. Mineral Industri Indonesia (Persero) (MIND ID).
Profil kredit berdiri sendiri ANTM mencerminkan cadangan dan sumber daya yang cukup besar, profil keuangan yang sangat kuat, dan produk yang terdiversifikasi, meskipun dibatasi oleh risiko terkait ekspansi, paparan terhadap fluktuasi harga komoditas dan cuaca buruk, serta paparan terhadap perubahan peraturan dan kondisi ekonomi makro.
"Kami dapat menaikkan peringkat jika peran ANTM terhadap MIND ID menguat secara substansial, tercermin dari kontribusinya yang jauh lebih tinggi terhadap Grup dalam hal indikator pendapatan dan profitabilitas," demikian keterangan resmi dari Pefindo.
https://emitennews.com/news/pefindo-beri-antam-antm-peringkat-idaa-prospek-stabil-2
-
BBNI
Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk.
-
PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) mengumumkan rencana penerbitan instrumen Additional Tier 1 (AT1) baru sekaligus melakukan pembelian kembali (buyback) AT1 lama sebagai bagian optimalisasi struktur permodalan. AT1 merupakan instrumen utang yang memiliki karakteristik modal, bersifat subordinasi, tidak memiliki jangka waktu, dan pembayaran imbal hasil tidak dapat diakumulasikan (perpetual non-cumulative subordinated debt).
Rencananya, BNI akan menerbitkan AT1 baru di luar wilayah Indonesia, mengacu pada ketentuan Regulation S dari US Securities Act of 1933. Hal itu juga mengacu pada POJK 30/2019 yang disebutkan bahwa AT1 Baru akan dicatatkan pada Singapore Exchange dan tidak dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia.
https://emitennews.com/news/perkuat-struktur-modal-bbni-genjot-penerbitan-instrumen-utang-at1
-
BBTN
Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
-
PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. (BBTN) sukses mencatat pertumbuhan laba bersih mencapai 22,6 persen secara tahunan alias year-on-year (yoy) per kuartal I-2026 ditopang berbagai langkah transformasi, inovasi, dan dukungan solid Pemerintah untuk industri pembiayaan perumahan nasional.
Sejalan dengan capaian itu, BTN juga terus menjalankan noble purpose dalam mendukung masyarakat memiliki rumah dengan menyalurkan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) mencapai 6 juta unit sejak 1976 hingga awal April 2026 atau senilai Rp530 triliun. Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu mengatakan capaian tersebut tidak terlepas dari keberpihakan Pemerintah kepada rakyat khususnya masyarakat menengah ke bawah.
“Dari 6 juta rumah tersebut, jika satu rumah 4 orang maka total ada 24 juta orang yang akhirnya bisa memiliki rumah layak huni. Kami berterimakasih karena keberpihakan Pemerintah menempatkan sektor perumahan sebagai program prioritas nasional pro-rakyat menjadi fondasi penting dalam mendorong peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Bagi BTN, itu bukan hanya memperkuat kinerja bisnis secara berkelanjutan dan sesuai prinsip GCG (good corporate governance), tetapi juga menjadi pendorong kami untuk terus memperkuat peran sebagai mitra strategis Pemerintah terutama dalam memenuhi kebutuhan hunian layak bagi masyarakat,” ujar Nixon dalam Konferensi Pers Paparan Kinerja Kuartal I/2026 di Menara BTN, Jakarta, Rabu (15/4).
Nixon melanjutkan, keberpihakan pada perumahan memiliki multiplier effect besar, tidak hanya bagi penghuni rumah tapi juga bagi perekonomian nasional. Dia merinci, sektor perumahan merupakan sektor padat modal yang membutuhkan tenaga kerja lokal baik dari pengembang hingga tukang. Kemudian, untuk membangun rumah, 90 persen bahan bakunya dari produk lokal. Selain itu, dari setiap rumah terjual, ada pendapatan negara berupa pajak.
https://emitennews.com/news/kuartal-i-2026-bbtn-catat-laba-bersih-rp11-triliun
-
RATU
Raharja Energi Cepu Tbk.
-
PT. Raharja Energi Cepu Tbk. (RATU) menyatakan akan meningkatkan upaya akuisisi aset hulu migas baru, baik di dalam maupun luar negeri, dengan memanfaatkan momentum kuatnya dukungan investor serta komitmen perseroan dalam memperkuat ketahanan energi nasional. “Kami akan meningkatkan upaya akuisisi mengingat dukungan yang sangat baik dari investor selama penerbitan obligasi dan sukuk baru-baru ini.
Di sisi lain, kami juga memiliki fleksibilitas pendanaan melalui fasilitas perbankan maupun opsi penerbitan saham baru,” ujar Sumantri Suwarno, Presiden Direktur RATU, di Jakarta, Rabu (15/04/2026). Emiten milik pengusaha Hapsoro ini menyatakan sedang mengevaluasi beberapa aset migas baik di dalam maupun luar negeri dan diharapkan bisa dilakukan satu atau dua perjanjian pembelian bersyarat, jika memenuhi parameter investasi yang telah ditetapkan.
https://emitennews.com/news/ratu-kebut-akuisisi-1-2-aset-hulu-migas-baru-amankan-sumberpendanaan