Daily News 28 April 2026

April 28, 2026 No. 3032

BUMI

Bumi Resources Tbk

PT. Bumi Resources Tbk. (BUMI) bergerak agresif survey dan ekspansi tambang di luar negeri yakni, Australia. Emiten tambang grup Bakrie ini berencana mengakuisisi 100 persen saham Loyal Metals Ltd. dengan nilai transaksi mencapai AUD79,1 juta atau sekitar Rp977 miliar. Begitupun hal ini, pada perdagangan intraday Senin (27/04/2026) saham BUMI ikut terkerek naik, mencuat hingga setinggi 5,56 persen di Rp228.

Berdasarkan keterbukaan informasi Loyal Metals di bursa Australia, para pemegang saham akan menerima AUD0,45 per saham melalui skema Scheme Implementation Deed (SID). Transaksi ini masih menunggu persetujuan pemegang saham dan ditargetkan rampung pada Agustus 2026.

https://emitennews.com/news/bumi-ungkap-rencana-caplok-100-persen-emiten-tambang-australia-rp977m

DSNG

Dharma Satya Nusantara Tbk.

PT. Dharma Satya Nusantara Tbk. (DSNG), perusahaan industri sawit, perkayuan, dan EBT tercatat di Bursa Efek Indonesia mencatatkan pertumbuhan pendapatan 7,7% mencapai Rp2,9 triliun secara tahunan (year-on-year/YoY) dan laba dibukukan sebesar Rp421 miliar, meningkat 14,8% YoY. Direktur Utama DSNG, Andrianto Oetomo, menyampaikan bahwa segmen kelapa sawit masih menjadi kontributor utama terhadap pendapatan Perseroan.

Perseroan mencatat penjualan CPO meningkat 18% namun harga jual rata-rata (average selling price/ASP) turun sekitar 3% pada kuartal pertama tahun 2026. Meskipun demikian, segmen kelapa sawit tetap memberikan kontribusi positif terhadap kinerja pada periode ini.

https://emitennews.com/news/pendapatan-dsng-kuartal-i-melesat-meski-harga-jual-cpo-turun-3-persen

KRAS

Krakatau Steel (Persero) Tbk.

PT. Krakatau Steel (Persero) Tbk. (KRAS) kuartal I 2026 akhirnya mencatat laba bersih USD2,58 juta. Melangit 105,5 persen dari episode sama tahun lalu dengan tabulasi rugi USD46,9 juta. Hasil itu, sekaligus menyudahi rentetan episode negatif periode tahun-tahun sebbelumnya. Menyusul hasil itu, laba per saham dasar emiten baja milik negara tersebut menjadi USD0,0001 dari sebelumnya minus USD0,0024. 

Hasil itu menunjukkan kinerja perusahaan mulai meningkat. Program efisiensi masih menjadi kunci penting dalam mengejar keberlanjutan. Hasil tersebut dipandang sebagai sinyal positif kalau program efisiensi yang dijalankan mulai memberikan dampak terhadap stabilitas keuangan, dan operasional perusahaan.

Pendapatan usaha USD262,36 juta, melesat 11,75 persen dari posisi sama tahun lalu USD234,76 juta. Beban pokok pendapatan USD224,18 juta, bengkak dari episode sama tahun sebelumnya USD221,8 juta. Laba kotor terkumpul USD38,18 juta, mengalami peningkatan dari USD12,95 juta. 

https://emitennews.com/news/akhiri-episode-negatif-laba-kras-melangit-1055-persen-kuartal-i-2026

TINS

Timah Tbk.

PT. Timah (Persero) Tbk. (TINS) mengantongi pendapatan Rp11,55 triliun hingga 31 Desember 2025. Angka ini naik dari Rp10,85 triliun di periode yang sama tahun sebelumnya. Laporan keuangan perseroan menyebutkan, laba bruto naik menjadi Rp2,76 triliun dari laba bruto Rp2,74 triliun tahun sebelumnya.

Laba usaha tercatat Rp1,82 triliun naik dari laba usaha RP1,81 triliun. Laba sebelum pajak mencapai Rp1,75 triliun naik dari laba sebelum pajak Rp1,65 triliun.

https://emitennews.com/news/pt-timah-tins-kantongi-pendapatan-rp115-triliun-pada-2025