Daily News 30 April 2026
-
AKRA
AKR Corporindo Tbk
-
PT. AKR Corporindo Tbk. (AKRA) memutuskan pembagian dividen tunai Rp1,98 triliun. Alokasi dividen itu, diambil sekitar 80,08 persen dari laba bersih tahun buku 2025 senilai Rp2,47 triliun. So, para investor akan mendapat suntikan dividen sesear Rp100 per lembar. Perlu diingat, tahun lalu perseroan telah mencairkan Rp989,98 miliar setara Rp50 per helai sebagai dividen interim. Dengan demikian, perseroan tinggal menyalurkan sisa dividen final Rp50 per saham senilai Rp989,98 miliar.
Kemudian, Rp200 juta dari laba bersih ditetapkan sebagai dana cadangan. Lalu, sisa 19,92 persen alias Rp492,44 miliar dibukukan sebagai laba ditahan. Kebijakan pembagian dividen itu, telah diputuskan dalam rapat umum pemegang saham tahunan tahun buku 2025 pada 27 April 2026 dengan rincian jadwal sebagai berikut.
https://emitennews.com/news/akra-bagi-dividen-rp198-triliun-cum-date-6-mei
-
ASII
Astra International Tbk
-
PT. Astra International Tbk. (ASII) per 31 Maret 2026 mengemas laba bersih Rp5,85 triliun. Menyusut 15,58 persen dari episode sama tahun lalu dengan tabulasi laba bersih Rp6,93 triliun. Menyusul hasil itu, laba per saham dasar dan dilusian ikut terkoreksi menjadi Rp146 dari sebelumnya Rp171. Pendapatan bersih Rp78,67 triliun, tergerus 5,62 persen dari posisi sama tahun lalu Rp83,36 triliun.
Beban pokok pendapatan Rp63,17 triliun, mengalami penyusutan dari periode sama tahun 2025 sejumlah Rp66,3 triliun. Laba kotor terkumpul Rp15,49 triliun, menukik dari fase sama tahun lalu Rp17,06 triliun. Beban penjualan Rp3,16 triliun, bengkak dari Rp2,96 triliun. Beban umum dan administrasi Rp6,12 triliun, bertambah dari Rp4,87 triliun.
Penghasilan bunga Rp828 miliar, susut dari Rp856 miliar. Biaya keuangan Rp923 miliar, bengkak dari Rp921 miliar. Rugi selisih kurs Rp29 miliar, menyusut dari Rp271 miliar.
https://emitennews.com/news/asii-kemas-laba-rp585-triliun-susut-1558-persen-kuartal-i-2026
-
BBCA
Bank Central Asia Tbk
-
PT. Bank Central Asia Tbk. (BBCA) mulai mengeksekusi buyback saham sejak 28 April 2026. Aksi korporasi ini telah disetujui lewat Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 yang diselenggarakan pada tanggal 12 Maret 2026, Presiden Direktur BCA, Hendra Lembong, mengatakan, “Pelaksanaan Buyback merupakan sinyal optimisme kami di pasar modal Indonesia.
Aksi korporasi ini merupakan wujud keyakinan kami atas fundamental bisnis Perseroan," ujar Hendra dalam keterangan tertulis, Rabu (29/04/2026)
https://emitennews.com/news/bbca-mulai-eksekusi-buyback-saham-segini-nilai-maksimumnya
-
BMRI
Bank Mandiri (Persero) Tbk
-
Pemegang saham PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) menyetujui pembagian dividen tunai untuk tahun buku 2025 sebesar Rp44 triliun dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang digelar Rabu (29/04/2026). Dalam paparannya, Zulkifli Zaini, Komisaris Utama BMRI dalam agenda kedua RUPS BMRI menyampaikan bahwa jumlah dividen tersebut setara dengan Dividend Payout Ratio (DPR) 79 persen dari laba bersih 2025.
Angka ini naik tipis dibanding payout ratio tahun buku 2024 yang sebesar 78 persen. Dari total dividen Rp44 triliun, dividen final yang akan dibagikan ke pemegang saham mencapai sekitar Rp377 per saham. Berdasarkan harga saham BMRI intraday hari ini Rabu (29/04) di level Rp4.460 per saham, dividen final tersebut mengindikasikan dividend yield atau imbal hasil sekitar 8,4 persen.
https://emitennews.com/news/dividen-final-bank-mandiri-bmri-rp377-per-saham-yield-84-persen