Daily News 29 May 2026

May 29, 2026 No. 3050

BMRI

Bank Mandiri (Persero) Tbk

PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) per 30 April 2026, bank berlogo pita emas tersebut membukukan laba bersih Rp18,1 triliun, tumbuh 18,9 persen secara year on year (YoY). Catatan kinerja itu, tidak lepas dari fokus bisnis dengan memperkuat peran sebagai penggerak ekonomi negeri melalui penguatan ekosistem bisnis, pemberdayaan UMKM, dan dukungan terhadap sektor ekonomi kreatif.

Selaras dengan pertumbuhan itu, total aset bank berkode emiten BMRI tersebut menyentuh Rp2.245 triliun secara bank only, tumbuh 16,2 persen secara YoY dari posisi April 2025 sebesar Rp1.933 triliun. Kinerja intermediasi Bank Mandiri hingga April 2026 juga tercatat berjalan optimal. Penyaluran kredit Bank Mandiri tumbuh 18,5 persen YoY menjadi Rp1.550 triliun, melampaui rata-rata pertumbuhan industri perbankan nasional. 

Nah, dari jumlah tersebut, ekspansi pembiayaan utamanya tersalurkan ke sektor produktif. Mulai dari pelaku usaha skala besar hingga pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), yang menjadi penggerak ekonomi nasional. Capaian tersebut mencerminkan efektivitas strategi penguatan ekosistem secara terintegrasi seluruh segmen bisnis.

"Bank Mandiri terus memperluas akses layanan finansial nyaman, dan menyeluruh bagi masyarakat, sekaligus menjaga keunggulan berkelanjutan sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional," tegas Novita Widya Anggraini, Direktur Finance & Strategy Bank Mandiri.

https://emitennews.com/news/aset-makin-gendut-april-laba-bmri-melambung-189-persen

CPIN

Charoen Pokphand Indonesia Tbk

Memasuki momen iduladha, sejumlah saham perunggasan (poultry) dan pakan ternak terpantau ditutup beragam pada perdagangan Selasa (26/05/2026). PT. Sreeya Sewu Indonesia (SIPD) memimpin lonjakan persentase sebesar 7,50 persen atau naik 60 poin ke level Rp860. Sepanjang perdagangan SIPD bergerak dinamis dengan rentang harga antara Rp745 hingga level tertinggi mencapai Rp900.

Menyusul di posisi kedua, PT. Charoen Pokphand Indonesia Tbk. (CPIN) sukses parkir di zona hijau dengan penguatan 1,82 persen ke level Rp4.480. Lalu ada PT. Malindo Feedmill Tbk. (MAIN) yang turut naik 0,60 persen ke level Rp835.

https://emitennews.com/news/charoen-pokhpand-cpin-parkir-di-zona-hijau-jpfa-malah-rontok

DSSA

Dian Swastatika Sentosa Tbk

Saham emiten-emiten yang terafiliasi dengan Grup Sinar Mas ditutup beragam pada perdagangan Selasa lalu (26/05/2026). Berdasarkan pantauan melalui RTI Business, sejumlah saham berhasil parkir di zona hijau, sementara lainnya mengalami tekanan cukup dalam, terutama DSSA.

PT. Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA) menjadi pemberat utama usai ambles 10% atau turun 48 poin ke level Rp432. Kondisi tersebut diduga imbas efek review indeks MSCI dan FTSE Russel yang mendepak DSSA keluar dari indeks global tersebut.

https://emitennews.com/news/dssa-ambles-10-persen-begini-kondisi-saham-grup-sinar-mas

GOTO

GoTo Gojek Tokopedia Tbk.

PT. GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO) mendapat perlakuan khusus dari MSCI dalam review Mei 2026 akibat likuiditas yang sangat rendah. Pada perdagangan terakhir Selasa (26/05/2026) terpantau sahamnya dormant dan stagnan di Rp50 sejak (05/05/2026). Meski begitu, GOTO tetap dipertahankan dalam MSCI Global Standard Indexes untuk segmen Mid Cap. Hal ini tertuang dalam pengumuman MSCI yang dirilis pada 26 Mei 2026 pukul 08.19 PM GMT.

Tanggal efektif perubahan indeks ini adalah 01 Juni 2026. Dalam pengumuman resminya, MSCI menyatakan, "Potensi masalah replikabilitas muncul terkait likuiditas PT. GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO) yang sangat rendah. MSCI akan meninjau kembali likuiditas GOTO apabila tidak ada implementasi perubahan constraint factor".

https://emitennews.com/news/saham-goto-masih-mentok-di-rp50-waspada-potensi-dihapus-msci