Daily News 09 June 2026

June 09, 2026 No. 3056

PGEO

Pertamina Geothermal Energy Tbk.

Proyek strategis panas bumi PT. Pertamina Geothermal Energy Tbk. (PGEO) mendapat dukungan pendanaan internasional. Dukungan itu, diperoleh setelah tiga proyek masuk Green Book 2026 Kementerian Perencanaan Pembangunan/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Kementerian PPN/Bappenas). Capaian itu, mencerminkan kesiapan proyek untuk memasuki tahap pengembangan berikutnya, seiring kinerja bisnis, dan operasional terus menunjukkan pertumbuhan positif.

Berdasar laporan keuangan per 31 Maret 2026, PGEO mencatat peningkatan laba bersih 40 persen menjadi USD43,90 juta, dibanding periode sama tahun lalu USD31,35 juta. PGEO juga membukukan pendapatan USD116,56 juta atau meningkat 14,8 persen dibanding edisi sama tahun lalu USD101,507 juta. Pertumbuhan itu, didorong efektivitas strategi bisnis berkelanjutan.

Kinerja positif ditopang pertumbuhan produksi konsisten. Pada 2025, PGEO mencatat produksi tertinggi sepanjang sejarah alias all-time high (ATH) dengan total produksi 5.095 gigawatt hour (GWh), meningkat 5,55 persen dibanding edisi 2024 hanya 4.827 GWh.

https://emitennews.com/news/pgeo-mendapat-suntikan-usd47787-juta-kebut-tiga-proyek-ini

TLKM

Telkom Indonesia (Persero) Tbk.

PT. Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) menyetujui pembagian dividen tunai sebesar kurang lebih Rp21,9 triliun. Dari jumlah tersebut, sekitar Rp17,8 triliun dari keseluruhan laba bersih Perseroan pada tahun 2025. Sisanya sekitar Rp4,2 triliun merupakan laba ditahan Perseroan tahun sebelumnya. Keputusan itu diambil dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 secara daring, pada Senin (08/06/2026).

Dalam rapat tersebut, para pemegang saham menyetujui sejumlah agenda Perseroan, tiga di antaranya penggunaan laba bersih tahun buku 2025, program pembelian kembali saham (buyback). Kemudian, perubahan susunan pengurus Perseroan guna memperkuat struktur kepemimpinan dan mendukung keberlanjutan transformasi TelkomGroup di tahun 2026.

Untuk tahun buku 2025, pemegang saham pada agenda rapat menyetujui pembagian dividen tunai sebesar kurang lebih Rp21,9 triliun. Dari jumlah tersebut, sekitar Rp17,8 triliun merupakan dari keseluruhan laba bersih yang diperoleh Perseroan pada tahun 2025. Sementara itu, sisanya sekitar Rp4,2 triliun merupakan laba ditahan Perseroan tahun sebelumnya. 

https://emitennews.com/news/rupst-telkom-setujui-dividen-rp219-triliun-catat-jadwal-pembayaran

TPIA

Chandra Asri Pacific Tbk.

PT. Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA) merilis transaksi penyeimbangan kepemilikan saham (shareholding rebalancing) oleh salah satu pemegang saham jangka panjang Perseroan, SCG Chemicals Public Company Limited (SCGC). Transaksi itu, merupakan bagian dari alokasi modal SCGC, termasuk upaya penguatan struktur permodalan, realokasi modal untuk mendukung pengembangan bisnis inti, dan inisiatif pertumbuhan strategis.

Setelah transaksi itu, SCGC memiliki sekitar 15,71 persen saham Chandra Asri Group dan tetap menjadi salah satu pemegang saham strategis jangka panjang. Seiring transaksi tersebut, porsi saham publik (free float) Chandra Asri Group meningkat menjadi sekitar 25,7 persen. Peningkatan itu, diharap dapat memperluas likuiditas perdagangan saham, dan memperluas akses bagi investor domestik maupun internasional.

Peningkatan free float itu, tidak hanya mendukung pemenuhan ketentuan regulator pasar modal, tetapi juga memperkuat likuiditas saham, meningkatkan daya tarik perseroan bagi investor, dan mendukung penciptaan nilai jangka panjang bagi para pemegang saham.

https://emitennews.com/news/perkuat-nilai-pasar-tpia-kerek-porsi-saham-publik-257-persen

UNVR

Unilever Indonesia Tbk

PT. Unilever Indonesia Tbk. (UNVR) memutuskan pembagian dividen tunai Rp7,63 triliun. Dividen itu dialokasikan sekitar 99,91 persen dari koleksi laba bersih tahun buku 2025 senilai Rp7,64 triliun. Menyusul hasil itu, para saudagar akan mendapat jatah dividen tunai Rp201 per eksemplar. Mengacu penutupan perdagangan saham perseroan edisi Jumat, 05 Juni 2026 di level Rp1.570, maka UNVR menawarkan dividen yield 12,8 persen.

Selanjutnya, sisa laba bersih Rp6,93 miliar alias 0,09 persen dibukukan sebagai laba ditahan. Perlu dicatat guyuran dividen itu, sudah termasuk dividen interim Rp87 per helai alias Rp3,3 triliun pada 30 Desember 2025. Dengan demikian, UNVR tinggal mencairkan dividen final Rp4,33 triliun alias Rp114 per lembar.

Rencana pembagian dividen periode tahun buku 2025 sesuai hasil rapat umum pemegang saham tahunan pada 04 Juni 2026 dengan rincian jadwal sebagai berikut. Cum dividen pasar reguler dan pasar negosiasi pada 12 Juni 2026.

https://emitennews.com/news/unvr-jadwal-dividen-9991-persen-laba-yield-128-persen