Daily News 26 June 2026

June 26, 2026 No. 3068

ERAL

Sinar Eka Selaras Tbk.

PT. Sinar Eka Selaras Tbk. (ERAL) menetapkan pembagian dividen tunai sebesar Rp8 per helai atau senilai Rp41,5 miliar. Sementara Rp1 miliar akan dialokasikan sebagai dana cadangan, sesuai pasal 70 UU Perseroan Terbatas. Sedangkan sisanya dialokasikan sebagai laba ditahan.

Manajemen ERAL menyebut, keputusan tersebut sepenuhnya disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada 23 Juni 2026.

https://emitennews.com/news/rups-eral-ketok-dividen-tunai-dan-tetapkan-komisaris-baru

GGRM

Gudang Garam Tbk

Emiten rokok PT. Gudang Garam Tbk. (GGRM) melanjutkan tradisi membagikan sebagian laba bersih sebagai dividen kepada pemegang saham. Secara nilai, dividen tahun buku 2025, lebih besar dibanding tahun lalu namun masih di bawah tahun buku 2022 dan sebelumnya. Tahun ini, pemegang saham GGRM akan menerima dividen tunai sebesar Rp800 per saham, totalnya sebesar Rp1,539 triliun.

Perseroan mencetak laba Rp1,556 triliun di sepanjang tahun, artinya payout ratio dividen GGRM tahun buku 2025 hampir mencapai 99%. Tahun lalu, perseroan membagikan dividen tunai hanya sebesar Rp500 per saham dan totalnya senilai Rp926 miliar.

https://emitennews.com/news/99-persen-laba-2025-ggrm-ditebar-jadi-dividen-nilainya-makin-ngebul

INET

Sinergi Inti Andalan Prima Tbk.

Emiten infrastruktur konektivitas, PT. Sinergi Inti Andalan Prima Tbk. (INET), resmi memperluas ekspansi strategisnya di kancah regional. Melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dengan raksasa teknologi global, PT. FiberHome Technologies Indonesia, INET bersiap memimpin pembangunan megaproyek infrastruktur kabel laut regional serta penguatan konektivitas antarpulau di Indonesia.

Langkah ini menandai transformasi krusial bagi INET dalam mengamankan posisi strategis pada lanskap ekonomi digital ASEAN. Kerja sama kedua entitas mencakup partisipasi aktif dalam pembangunan ASEAN Fiber Connect System (AFC System), pengembangan cabang (branching) kabel laut menuju Pontianak, pembangunan konektivitas domestik antarpulau, hingga pemanfaatan kapal khusus FH-21 untuk instalasi dan pemeliharaan jangka panjang.

AFC System merupakan sistem transmisi serat optik bawah laut berkapasitas tinggi yang dirancang untuk menghubungkan pusat ekonomi Asia, mulai dari Hong Kong, Malaysia, Singapura, hingga Indonesia. Dalam proyek strategis ini, INET memegang peran kunci sebagai landing station partner (mitra pendaratan) di Indonesia, sekaligus mengamankan hak akses kapasitas (capacity rights) langsung pada jaringan utama AFC System.

https://emitennews.com/news/garap-mega-proyek-kabel-laut-inet-gandeng-perusahaan-raksasa-china

TPIA

Chandra Asri Pacific Tbk.

PT. Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA) mengincar dana segar sebesar Rp2,25 triliun melalui penerbitan Obligasi Berkelanjutan V Tahap III Tahun 2026. Emiten milik konglomerat Prajogo Pangestu itu, akan menggunakan dana hasil penerbitan itu, untuk sejumlah kegiatan. Di antaranya, memperkuat modal kerja, terutama pengadaan bahan baku produksi guna mendukung kegiatan operasional perseroan.

Penerbitan tahap ketiga tersebut sekaligus menuntaskan Program Obligasi Berkelanjutan V Chandra Asri Pacific dengan target penghimpunan dana Rp6 triliun. Sebelumnya perseroan telah menerbitkan Obligasi Tahap I senilai Rp1,5 triliun pada 2025 dan Tahap II sebesar Rp2,25 triliun pada 2026. Dalam transaksi tersebut, TPIA menunjuk sembilan perusahaan sekuritas sebagai Joint Lead Underwriters.

Antara lain, BCA Sekuritas, BNI Sekuritas, BRI Danareksa Sekuritas, DBS Vickers Sekuritas Indonesia, Henan Putihrai Sekuritas, KB Valbury Sekuritas Indonesia, Mandiri Sekuritas, Sinarmas Sekuritas, dan PT. Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk. (TRIM). 

https://emitennews.com/news/tunjuk-sembilan-sekuritas-emiten-prajogo-terbitkan-obligasi-rp225t