Daily News 31 July 2026
-
ASII
Astra International Tbk
-
PT. Astra International Tbk. (ASII) mengemas pendapatan bersih sebesar Rp157,9 triliun pada semester I 2026, turun 3,04% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp162,85 triliun. Alhasil, laba bersih tercatat sebesar Rp17,15 triliun, terkoreksi 13,95% dibandingkan laba periode sebelumnya yang mencapai Rp19,93 triliun.
Penurunan kinerja ini terjadi di tengah penurunan beban pokok pendapatan sebesar 2,00% menjadi Rp125,46 triliun, dibanding sebelumnya sebesar Rp128,02 triliun. Seiring dengan penurunan laba bersih, laba per saham ASII ikut terpangkas 18,28% menjadi Rp313 per saham dari sebelumnya Rp383 per saham.
Meski demikian, ASII membukukan peningkatan aset sebesar 1,61% menjadi Rp514,51 triliun pada semester I 2026 dari posisi akhir tahun 2025 sebesar Rp506,36 triliun. Di sisi penyokongnya, liabilitas perseroan meningkat 3,75% menjadi Rp224,67 triliun dibandingkan posisi akhir 2025 sebesar Rp216,55 triliun. Sementara itu, ekuitas tercatat turun tipis 0,33% menjadi Rp289,84 triliun dari sebelumnya Rp290,81 triliun.
https://emitennews.com/news/astra-asii-catat-laba-rp1715t-aset-naik-16-persen-semester-i-2026
-
BMRI
Bank Mandiri (Persero) Tbk
-
PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) merealisasikan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp21,41 triliun hingga 30 Juni 2026, atau 52,21 persen dari target tahunan Rp41 triliun, dengan kualitas kredit yang terjaga. Penyaluran ini menjangkau lebih dari 162 ribu pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di seluruh Indonesia, sekaligus mempertegas peran bank berlogo pita emas ini sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendorong ekonomi kerakyatan.
Direktur Consumer Banking Bank Mandiri Saptari mengatakan realisasi KUR ini menjadi wujud penguatan ekosistem penggerak ekonomi negeri. "Kami ingin pelaku UMKM merasakan kemudahan, baik dari sisi akses pembiayaan maupun pendampingan agar usaha mereka naik kelas. Ini juga peran kami sebagai mitra usaha jangka panjang", ujar Saptari dalam keterangan resminya, Kamis (30/07/2026).
Saptari merinci, penyaluran KUR didominasi sektor produksi sebesar 63,92 persen atau setara Rp13,68 triliun, sementara sektor non-produksi menyerap 36,08 persen atau Rp7,72 triliun. Sektor pertanian menjadi kontributor terbesar dengan porsi 33,08 persen, disusul jasa produksi 21,75 persen. Komposisi ini menunjukkan sinergi yang terintegrasi antara UMKM dan sektor produktif bernilai tambah tinggi.
https://emitennews.com/news/bmri-salurkan-kur-rp2141t-sasar-162-ribu-umkm-semester-i-2026
-
BREN
Barito Renewables Energy Tbk.
-
PT. Barito Renewables Energy Tbk. (BREN) semakin dekat mencapai kapasitas pembangkit panas bumi di atas 1 gigawatt (GW) setelah proyek-proyek ekspansi berjalan sesuai rencana. Sejalan dengan itu, emiten energi terbarukan ini membukukan pertumbuhan pendapatan dan laba yang solid pada semester I-2026. BREN mencatat pendapatan konsolidasian sebesar USD334 juta hingga akhir Juni 2026, meningkat 11,5% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
EBITDA juga naik 13,1% menjadi USD293 juta dengan margin EBITDA membaik menjadi 87,6%. Laba bersih setelah pajak melonjak 29% menjadi USD106 juta, ditopang peningkatan laba operasional dan penurunan beban keuangan. Perseroan juga memperkuat struktur permodalannya dengan rasio utang bersih terhadap ekuitas (net debt to equity) turun menjadi 1,73 kali dari 1,87 kali pada akhir 2025.
https://emitennews.com/news/ekspansi-panas-bumi-berjalan-mulus-laba-bren-naik-29-persen
-
WIFI
Solusi Sinergi Digital Tbk.
-
PT. Solusi Sinergi Digital Tbk. (WIFI) atau SURGE mengumumkan kinerja keuangan Semester I 2026 (tidak diaudit). Pendapatan Perseroan mencapai Rp1,57 triliun, naik 206% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, seiring beralihnya Perseroan dari fase pembangunan infrastruktur digital ke fase monetisasi aset yang telah dibangun.
Segmen telekomunikasi tumbuh 357% YoY menjadi Rp1,28 triliun, 82% dari total pendapatan dan kini menjadi kontributor pendapatan terbesar Perseroan, ditopang 1,85 juta pelanggan HomeConnect FTTH serta peluncuran komersial layanan HomeConnect FWA pada akhir Februari 2026.
"Semester I 2026 menandai titik balik bagi SURGE. Selama beberapa tahun terakhir kami membangun infrastruktur, kini fokus kami adalah memastikan setiap kilometer serat optik dan setiap sektor radio yang telah kami bangun menghasilkan pendapatan berulang”, ujar Shannedy Ong, Direktur WIFI “Pertumbuhan pendapatan telekomunikasi sebesar 357% adalah bukti awal bahwa transisi tersebut berjalan sesuai rencana”.
Pendapatan segmen telekomunikasi tumbuh 17% QoQ pada 2Q26. Pendapatan konsolidasi relatif stabil secara kuartalan (0% QoQ), karena pertumbuhan telekomunikasi diimbangi oleh penurunan pendapatan trading (-58% QoQ) dan iklan (-37% QoQ), sejalan dengan pergeseran bauran bisnis Perseroan menuju pendapatan konektivitas berulang. EBITDA tumbuh 13% QoQ. Laba bersih 2Q26 sebesar Rp255,6 miliar, naik 6% QoQ dari Rp241,2 miliar pada 1Q26.
https://emitennews.com/news/ditopang-segmen-telekomunikasi-pendapatan-wifi-tembus-rp157-triliun