Daily News 02 September 2026
-
ASII
Astra International Tbk
-
Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas, M Nafan Aji Gusta menilai pengumuman pernyataan tender sukarela (VTO) PT. Astra International Tbk. (ASII) atas saham PT. Astra Otoparts Tbk. (AUTO) berpotensi memengaruhi likuiditas AUTO. Pasalnya, karena aksi tersebut, terdapat potensi penurunan free float AUTO sekitar 4,947 persen yang berpindah ke ASII.
Free float AUTO yang sebelumnya sekitar 20 persen secara teoritis dapat turun menjadi sekitar 15 persen, sehingga jumlah saham beredar di publik kian terbatas. "Kondisi ini berpotensi membuat likuiditas perdagangan AUTO lebih rendah dan volatilitas harga menjadi lebih tinggi, meskipun di sisi lain kelangkaan saham publik dapat memberikan efek positif terhadap rerating apabila permintaan investor terhadap AUTO tetap kuat”, ujar Nafan kepada EmitenNews, Senin (31/08).
https://emitennews.com/news/vto-asii-berpotensi-pangkas-free-float-auto-ini-kata-analis
-
BUMI
Bumi Resources Tbk
-
Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) meresmikan peletakan batu pertama (groundbreaking) Proyek Strategis Nasional (PSN) Gasifikasi Batubara menjadi Metanol di kawasan Batuta Chemical Industrial Park (BCIP), Bengalon, Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur, pada Senin (31/08/2026).
Proyek hilirisasi ini dikembangkan oleh PT. Bumi Etam Chemical (BEC), yang merupakan perusahaan patungan dari dua anak usaha emiten tambang PT. Bumi Resources Tbk. (BUMI), yaitu PT. Kaltim Prima Coal (KPC) dan PT. Arutmin Indonesia. Fasilitas pengolahan ini dibangun di atas lahan seluas 93 hektare dengan target kapasitas produksi mencapai 2 juta ton metanol per tahun.
Berdasarkan data Kementerian ESDM, proyek ini akan mengolah sekitar 7,70 hingga 7,78 juta ton batubara berkalori rendah (3.400 kcal/kg) per tahun menjadi metanol berstandar internasional International Methanol Producers and Consumers Association (IMPCA) Grade. Pengoperasian pabrik ini berpotensi menghemat devisa negara hingga Rp7,1 triliun per tahun sekaligus menekan impor metanol nasional yang mencapai 1,3 juta ton pada 2025.
https://emitennews.com/news/olah-77-juta-ton-batubara-anak-usaha-bumi-bikin-metanol
-
PTBA
Bukit Asam (Persero) Tbk.
-
PT. Bukit Asam (Persero) Tbk. (PTBA) memperkuat program efisiensi operasional di tengah kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang terdampak konflik di Selat Hormuz. Hingga Juni 2026, harga BBM yang digunakan perseroan mencapai Rp19.503 per liter, melonjak 34% secara tahunan.
Corporate Secretary Division Head PTBA Eko Prayitno menjelaskan, kenaikan harga BBM tersebut berdampak langsung terhadap biaya operasional PTBA, terutama untuk kebutuhan jasa penambangan dan angkutan batu bara menggunakan kereta api. Meski menghadapi tekanan biaya bahan bakar, perseroan mencatat beban pokok pendapatan sebesar Rp17,78 triliun, turun 2% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Penurunan tersebut sejalan dengan turunnya volume produksi batu bara 10% menjadi 19,449 juta ton dan volume angkutan 6% menjadi 18,15 juta ton secara tahunan.
https://emitennews.com/news/bukit-asam-ptba-pacu-efisiensi-saat-harga-bbm-melonjak-ini-hasilnya
-
TPIA
Chandra Asri Pacific Tbk.
-
Infrastruktur kepelabuhanan PT. Chandra Pelabuhan Nusantara (CPN), anak usaha PT. Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA), kini dapat dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan logistik pelaku industri eksternal setelah perusahaan memperoleh Perizinan Berusaha Pengoperasian Terminal Umum dari Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, Kementerian Perhubungan.
Dengan izin tersebut, CPN yang sebelumnya terutama digunakan untuk mendukung kebutuhan operasional Chandra Asri Group kini dapat melayani pengguna jasa eksternal sesuai dengan ketentuan yang berlaku. CPN mengoperasikan tiga dermaga dengan kapasitas berbeda. Dermaga A memiliki kapasitas maksimum hingga 80.000 DWT, Dermaga B hingga 6.000 DWT, dan Dermaga C hingga 10.000 DWT.
https://emitennews.com/news/pelabuhan-anak-usaha-tpia-di-cilegon-kini-terbuka-bagi-pihak-eksternal