Daily News 11 September 2026
-
BMRI
Bank Mandiri (Persero) Tbk
-
PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) telah merampungkan penerbitan Additional Tier 1 (AT1) Capital dalam bentuk Perpetual Bond dalam mata uang US Dollar (USD) sebesar USD 750 juta dengan initial distribution rate sebesar 7,35% per tahun pada Kamis, 10 September 2026.
Adhika Vista, Corporate Secretary Bank Mandiri menjelaskan, Perpetual Bond telah ditawarkan dan dijual kepada investor di luar wilayah Amerika Serikat dengan tunduk pada Regulation S berdasarkan US Securities Act of 1933 berikut perubahannya. Perpetual Bond tersebut dicatatkan di Singapore Stock Exchange (SGX-ST).
Bertindak sebagai joint lead managers dalam penerbitan Surat Utang adalah The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Limited, J.P. Morgan Securities plc, Mandiri Securities Pte. Ltd. dan Standard Chartered Bank.
https://emitennews.com/news/bank-mandiri-rampungkan-penerbitan-perpetual-bond-usd750-juta
-
GOTO
GoTo Gojek Tokopedia Tbk.
-
Morgan Stanley akhir-akhir ini melakukan serangkaian manuver transaksi jual-beli dan repo saham PT. GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO) jelang pembukaan batas harga minimum Rp50 oleh Bursa Efek Indonesia (BEI). Berdasarkan keterbukaan informasi, Morgan Stanley melakukan transaksi 7,4 miliar saham pada 04 September 2026 melalui Pasar Negosiasi (NG).
Transaksi tersebut merupakan repurchase agreement atau repo dengan rincian 1,45 miliar lembar di harga Rp27 dan 5,95 miliar lembar di harga Rp25. Total nilainya mencapai Rp186,64 miliar. Akibat transaksi itu, kepemilikan Morgan Stanley turun dari 7,3801% menjadi 6,9897%. Namun, penurunan ini belum tentu berarti aksi keluar.
"Statusnya tercatat indirect dan non-pengendali sehingga belum tentu seluruh exposure tersebut merupakan proprietary position (kepemilikan) Morgan Stanley", ujar Liza Camelia Suryanata, Head of Research Kiwoom Sekuritas, Kamis (10/09/2026).
https://emitennews.com/news/kode-morgan-stanley-jualbeli-repo-goto-jelang-bei-buka-batas-rp50
-
INCO
Vale Indonesia Tbk.
-
PT. Vale Indonesia Tbk. (INCO) proyek pertambangan di wilayah operasi Morowali dan Pomalaa akan mulai beroperasi dalam waktu dekat. Direktur INCO Rizky Andhika Putra mengatakan bahwa di Morowali tambang fase 1 telah beroperasi sejak tahun 2025, sedangkan untuk fase kedua masih dalam tahap konstruksi dan ditargetkan rampung akhir tahun 2026.
"Morowali kita punya dua fase, fase pertambangan dan fase pembangunan smelter atau HPAL. Untuk HPAL, dua autoclave sudah tiba, dan autoclave terakhir tiba di akhir bulan ini, atau awal bulan Oktober”, kata Rizky dalam press conference Public Expose Live, Kamis (10/09).
https://emitennews.com/news/inco-kejar-proyek-3-tambang-segera-beroperasi-morowali-lebih-dulu
-
TINS
TIMAH (Persero) Tbk.
-
Kinerja semester I-2026 melampaui sejumlah target, PT. Timah (Persero) Tbk. (TINS) memutuskan untuk merevisi Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) 2026. Emiten pertambangan, dan produsen logam timah itu membukukan pendapatan Rp10,4 triliun, melonjak 147 persen. Laba bersih Rp2,7 triliun, atau melonjak 805 persen. Direktur Keuangan Timah Fina Eliani mengatakan hal tersebut, dalam sesi Public Expose Live 2026, Kamis (10/09/2026).
"PT Timah sedang menyusun RKAP perubahan dikarenakan memang dari sisi variable dan pencapaian kinerja sudah jauh lebih tinggi dibandingkan yang disetujui pemegang saham sebelumnya", ujar Fina dalam sesi Public Expose Live 2026, Kamis (10/09/2026).
https://emitennews.com/news/kinerja-timah-tins-lampaui-target-laba-bersih-melonjak-805-persen