Daily News 13 October 2026

October 13, 2026 No. 3143

ANTM

ANTAM (Persero) Tbk.

PT. Aneka Tambang (Persero) Tbk. (ANTM) atau Antam mencetak kinerja kuat pada semester I-2026, bahkan melampaui proyeksi analis, ditopang oleh lonjakan bisnis nikel dan bauksit, sedangkan emas moderat. Ini diharapkan menjadi katalis penguatan saham ANTM yang mendapatkan target harga tinggi dari beberapa sekuritas.

Berdasarkan riset BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS), kuartal II-2026, pendapatan Antam mencapai Rp33,4 triliun, naik 1,6% secara tahunan (yoy), sedangkan laba bersih Rp3 triliun, tumbuh 16,2%. Semester I-2026, pendapatan Antam naik 6,3% menjadi Rp62,7 triliun, naik 36%, sedangkan laba bersih melonjak 36% menjadi Rp6,4 triliun.

Laba bersih Antam semester I-2026 melampaui proyeksi BRIDS dan konsensus analis, lantaran sudah mencapai 69,7% dan 70% dari estimasi setahun penuh. Adapun pendapatan pada periode itu mencapai 52,9% dari proyeksi setahun penuh BRIDS.

https://emitennews.com/news/kinerja-antm-lampaui-proyeksi-prospek-saham-menjanjikan

ARCI

Archi Indonesia Tbk.

Kegiatan eksplorasi yang dilakukan  PT. Archi Indonesia Tbk. (ARCI) melalui entitas anak yaitu MSM dan TTN, untuk periode Januari-September 2026 mencatat hasil signifikan berupa penemuan potensi baru sumber daya logam kuning alias emas. Eksplorasi difokuskan pada pengembangan sumber daya emas tambang Toka Tindung di Sulawesi Utara.

Pada periode kuartal I sampai dengan kuartal III 2026, ARCI melakukan pengeboran di 244 titik dengan total kedalaman sekitar 70.138 meter. Pekerjaan tersebut dilakukan oleh PT. Maxidrill Indonesia dan menggunakan metode pengeboran Diamond Drilling (DD) dan Reverse Circulation (RC).

"Total biaya kegiatan Eksplorasi untuk bulan Januari sampai dengan September 2026 adalah sebesar USD8,5 juta," tulis manajemen ARCI dalam laporan hasil eksplorasi kuartalan yang disampaikan melalui keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia, Senin (12/10/2026).

https://emitennews.com/news/emiten-emas-peter-sondakh-arci-ungkap-penemuan-signifikan-eksplorasi

BYAN

Bayan Resources Tbk

Manajemen PT. Bayan Resources Tbk. (BYAN) menegaskan rencana kerja dan operasional perseroan tetap berjalan sesuai strategi yang telah ditetapkan, menyusul pengambilalihan 10,08 miliar saham oleh PT. Jhonlin Baratama milik pengusaha Syamsuddin Andi Arsyad alias Haji Isam. Hingga kini, transaksi tersebut belum diikuti perubahan rencana pengembangan usaha maupun pembahasan sinergi strategis dengan grup Jhonlin.

Dalam surat penjelasan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) tertanggal 12 Oktober 2026 yang diteken Direksi perseroan Jenny Quantero dan Alastair Mcleod, Bayan menyatakan tidak ada perubahan terhadap rencana perseroan dalam mempertahankan dan mengembangkan kegiatan usaha utama.

https://emitennews.com/news/haji-isam-kuasai-3025-byan-direksi-ungkap-dampaknya-ke-operasional

PGEO

Pertamina Geothermal Energy Tbk.

PT. Pertamina Geothermal Energy Tbk. (PGEO) melakukan pengeboran di sejumlah wilayah operasional. Langkah emiten berkode PGEO ini untuk mengoptimalkan pengembangan aset panas bumi. Direktur Utama PGE Ahmad Yani mengatakan pengeboran menjadi salah satu langkah konkret PGE dalam mengembangkan pemanfaatan energi panas bumi, baik untuk membuka potensi kapasitas baru maupun mengoptimalkan aset yang telah beroperasi.

Bagi PGE, menjaga produksi dan ketersediaan pasokan uap sama pentingnya dengan mengembangkan kapasitas baru,” kata Ahmad Yani dalam keterbukaan informasi yang dipublikasikan Bursa Efek Indonesia, Senin (12/10/2026).

https://emitennews.com/news/pertamina-geothermal-pgeo-ngebor-5-sumur-di-3-wilayah-ini-hasilnya