Daily News 11/01
January 11, 2013 No. 421
AISA - Rencana emisi obligasi
PT Tiga Pilar Sejahtera Food (AISA) memastikan penerbitan obligasi pada Maret 2013. Obligasi tersebut memperoleh peringkat A dan akan diterbitkan senilai Rp 1 Triliun. Obligasi itu terdiri dari obligasi konvensional dan syariah (sukuk) dengan tenor masing-masing lima tahun. AISA menunjuk tiga pelaksana emisi, HSBC Securities, Danareksa Sekuritas dan Indo Premer Securities. Dana obligasi tersebut akan digunakan AISA untuk refinancing utang. Penerbitan obligasi diperkirakan dapat menurunkan beban suku bunga sekitar 1% hingga 1.5%.
GJTL - Rencana penerbitan dan buyback obligasi
PT Gajah Tunggal (GJTL) melalui anak usahanya berencana menerbitkan obligasi senilai US$ 500 Juta dengan tenor 5 tahun dan kupon sebesar 10%. Dana tersebut akan digunakan untuk buyback obligasi yang diterbitkan sebelum nya, pembiayaan capex serta pembiayaan lain-lain. Obligasi yang akan dibeli kembali senilai US$ 412.5 Juta.
KIJA - Penjualan listrik
PT Kawasan Industri Jababeka (KIJA) pada awal tahun ini mulai menjual listrik melalui anak usahanya, PT Bekasi Power Jababeka yang akan mengoperasikan pembangkit listrik tenaga gas dan uap (PLTGU) yang dibangun tahun 2007 berkapasitas 130 MW di Bekasi, Jawa Barat. KIJA mengklaim sudah mempunyai pelanggan listrik selama 20 tahun kedepan yaitu PT Perusahaan Listrik Negara (PLN).
KLBF - Rencana ekspansi
PT Kalbe Farma (KLBF) memperkirakan ekspansi di pasar Asia Tenggara sukses dan akan meningkatkan kinerja perusahaan pada tahun ini sehingga KLBF menargetkan total pendapatan pada tahun ini akan naik sekitar 15% hingga 18% menjadi Rp 15.5 Triliun sampai Rp 16 Triliun dengan asumsi pendapatan KLBF tahun lalu mencapai Rp 13.5 Triliun. Setelah tahun lalu ekspansi di Singapura, Filipinda dan Malaysia. Tahun ini KLBF masih akan melanjutkan ekspansinya ke Vietnam. Pada tahap awal, KLBF akan mengekspor produk-produknya ke Vietnam, tetapi nantinya KLBF berencana mengakuisisi perusahaan farmasi di Vietnam. Saat ini KLBF sedang menjajaki rencana untuk joint venture pembukaan pabrik di Vietnam.
SDMU - Pembelian armada
PT Sidomulyo Selaras (SDMU) akan membeli 100 armada berupa trailier dan truk dengan total nilai Rp 85 Miliar. Pendanaan akan diambil dari hutang bank sebesar 70% dan sisanya dari kas internal. SDMU telah mendapatkan kontrak senilai Rp 135 Miliar dari BWP Mruwap.