Daily News 26/06

June 26, 2013 No. 534
Bakrie Group - RUPSLB Bumi Plc

Bakrie Group menyatakan memiliki dana senilai US$ 228 Juta, cukup untuk melanjutkan proposal pemisahan usaha dengan Bumi Plc. Hal tersebut disampaikan menjelang RUPSLB Bumi Plc yang akan diadakan hari ini, 26 Juni 2013 di London. Hari ini merupakan hari terakhir pelunasan transaksi. Sebagai tanda jadi, Bakrie Group telah menempatkan US$ 50 Juta dalam escrow account, sehingga transaksi pemisahan usaha (tukar guling saham) bernilai total US$ 278 Juta.
BTPN - Akuisisi Bank Sahabat
PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional (BTPN) mengakuisisi PT Bank Sahabat Purba Danarta (Bank Sahabat) melalui skema penyertaan modal mencapai Rp 600 Miliar. Manajemen BTPN mengungkapkan telah menyelesaikan transaksi dan menandatangani agreement dengan Bank Sahabat dan sedang menunggu persetujuan Bank Indonesia (BI). Bank Sahabat menerbitkan saham baru dan nantinya BTPN akan menguasai 70% saham Bank Sahabat dan sisanya dimiliki oleh pemegang saham lama. BTPN akan mengkonversi Bank Sahabat dari bisnis konvensional menjadi syariah. Dengan spin off kedepannya Bank Sahabat menjadi bank umum syariah bernama BTPN Syariah.
ENRG - Refinancing utang
Manajemen PT Energi Mega Persada (ENRG) tengah mencari pinjaman yang akan dialokasikan untuk refinancing utang senilai US$ 230 Juta kepada ND Owen Holdings Limited (ND Owen). Anak perusahaan ENRG, EMP International Ltd., menandatangani perjanjian pinjaman dengan ND Owen pada Desember 2011 lalu yang digunakan untuk membiayai akuisisi 100% saham CNOOC ONWJ Ltd. dari CNOOC Southeast Asia Ltd. Bunga pinjaman sebesar 17% untuk tahun pertama dan 20% untuk sisa pinjaman yang bertenor 36 bulan.
JSPT - Rencana ekspansi
Manajemen PT Jakarta Setiabudi Internasional (JSPT) akan mengembangkan lahan seluas 70Ha yang tersebar di Jakarta, Bali, dan Jogjakarta, untuk dijadikan kawasan superblok dan hunian. Di Jakarta, JSPT memiliki lahan seluas 3.7Ha di depan Mal Ambasador (kawasan Mega Kuningan) dan 41Ha di daerah Puri Botanical Residence yang belum dikembangkan. JSPT juga memiliki lahan seluas 7.5Ha di Sanur (Bali) dan 17.8 Ha di Jogjakarta.